blank
Tiga pelaku pengeroyokan diamankan petuas di Mapolresta Surakarta. Foto: RestaSka

SURAKARTA (SUARABARU.ID)– Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta berhasil mengungkap tindak pengeroyokan terhadap Aipda Hafidz anggota Polresta setempat. Menyusul diamankannya AF (33) warga Gondangrejo Karanganyar, WU (26) dan RR (33) asal Solo.

“Ketiga pelaku kini tengah menjalani proses penyidikan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya”, kata Kapolresta Surakarta Kombes. Pol. Iwan Saktiadi, SIK.MH.Msi ketika di konfirmasi, Jumat (12/5).

Kapolresta Surakarta mengatakan, penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Aipda Hafidz terjadi beberapa hari sebelumnya. Saat itu yang bersangkutan mengendarai mobil di jalan Adi Soemarmo menuju ke stasiun Solo Balapan. Kepergian korban dari rumah di Banyuanyar Solo sekitar pukul 03.30 WIB bermaksud menjemput istri yang tiba dari luar kota.

Perjalanan korban terganggu karena di depannya melaju dua sepeda motor ditumpangi empat pelaku dengan kecepatan sangat rendah dan menutup jalur jalan raya. Tak hanya itu pengendara juga berulah memainkan gas sehingga bunyi mesin motor meledak-ledak.

Kejadiannya menjadikan Aipda Hafidz meminta pelaku memberikan jalan sembari mengatakan  dirinya anggota Polri dan ingin mendahului. Berhasil mendahului motor pelaku, korban merasa mobil yang dikendarai dibuntuti.

Untuk itu korban mengarahkan mobilnya berbelok ke gang di daerah Banyuanyar dan baru berhenti di depan rumahnya. Saat korban membuka jendela mobil, tanpa diduga para pelaku menghujaninya dengan pukulan serta meneriakkan kata maling. Teriakan adanya pencuri membangunkan warga mendatangi lokasi kejadian.

Mengenali korban adalah warga setempat, para tertangga berbalik  menangkap para pelaku. Selanjutnya AF ( 33), WU (26) dan RR (33) yang ditangkap  diserahkan ke Tim Sparta Polresta Surakarta yang datang ke lokasi kejadian berkat laporan dari korban melalui call center, terang Kombes Pol Iwan Saktiadi, SIK, MH, MSi sembari menambahkan, petugas mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor dan handphone serta sebuah tas selempang.

Bagus Adji