blank
Ketua Paguyuban Andong Wisata Blora, warga Desa ngadipurwo, Kecamatan Blora, Bambang Santoso, berjajar antrean dengan 10 anggota dokar,  di Jl. Sumodarsono Blora Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) – Andong wisata Blora yang dihiasi lampu warna warni, berkeliling kota Blora setiap malam hari, dengan tempat start dibelakang Gereja Kristen Jawa (GKJ) Blora sebagai tempat mangkal di bekas pasar Ril (depan rumah Jl. Sumodarsono 20b Blora).

Pada kesempatan Lebaran 2023 (berkesempatan mremo) para kusir mengais rejeki sekaligus menjamu para pemudik untuk melihat keindahan kota diwaktu malam. Malam Minggu suasana cerah yang paling tepat untuk berwisata malam keluarga bersama anak – anak. Minggu, 30 April 2023.

Kepada awak media ini, seorang kusir (sais, pengendali dokar) Andong Wisata Blora, warga Dukuh Kalijalin, Desa Gedangdowo, Kecamatan Jepon, Mashtho mengatakan, satu kali putaran satu dokar, penumpang warga Blora harus membayar Rp 30 ribu pada hari biasa, sedangkan untuk saat lebaran naik menjadi Rp 50 ribu.

“Penumpangnya rata – rata satu keluarga, Ayah Ibu, dan dua anak, kadang ditambah satu keponakannya, kita antarkan menuju kota,  jalan Pemuda menyusuri dalam kota mas, biar mereka senang dan gembira, sambil menikmati suasana kota,” ucap Mashtho.

Ketua Paguyuban Andong Wisata Blora, warga Desa ngadipurwo, Kecamatan Blora, Bambang Santoso, menjelaskan bahwa saat ini sudah ada paguyuban andong, dan mempunyai AD/ART yang mengatur kekompakan anggota (yakni para kusir Dokar dan pemilik Andong).

“Ya mas, anggota kompak untuk paguyuban, mereka juga mau ada iuran untuk kas, pengelolaan parkir mobil penumpang oleh RT disini, parkir sepeda motor penumpang masuk dirumah ril ini,” kata Bambang Santoso sambil memberi makan kudanya.