blank
Penyiar RGS Wonogiri, Mamiek, tampil membawakan acara rubrik udara Senandung Makan Sahur di waktu dinihari.(Dok.RGS Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Selama Bulan Ramadan, Radio Giri Swara (RGS) Wonogiri mengudara lebih awal, dan membuka rubrik khusus Senandung Makan Sahur untuk sahabat udara. Berlangsung dari Pukul 02.30 sampai 03.30, RGS setia menemani Umat Islam yang mempersiapkan sahur.

Selama kurun waktu 1 jam tersebut, rubrik Senandung Makan Sahur mengunjungi pendengar dengan sajian lagu-lagu Islami dan aneka tembang yang menghibur. Juga disampaikan tausyiah pembekalan dan pemahaman keagamaan secara rutin. Tausyiah disampaikan oleh Ustadz KH Ma’ruf Ichsannudin dari Pondok Pesantren (Ponpes) Walisongo, Sragen.

Sehari-harinya, radio milik Pemkab Wonogiri ini mengudara di frekuensi gelombang FM 94 MHz, senantiasa mengudarakan salam: ”Di udara kita saudara, di darat kita sahabat.”diasuh 7 orang penyiar secara bergantian. Salah satu diantaranya adalah penyiar Mamiek Eva Novayani, SSos, MKom. ”Di rubrik Senandung Makan Sahur yang mengudara pada waktu dini hari, ada kuis berhadiahnya untuk para sahabat udara,” ujar Mamiek.

Dua kuis disampaikan setiap harinya. Yakni saat menjelang sahur dan setelah Imsyak. ”Peminatnya ternyata banyak, sampai-sampai kami harus membatasi hanya untuk sepuluh pendengar saja,” ujar penyiar RGS Mamiek.

Sebab, tambah Mamiek, bila tidak dibatasi, dalam tempo 5 menit saja bisa hadir sebanyak 30-an pendengar yang melakukan kontak interaktif. Mereka berebut untuk menjawab pertanyaan kuis. Kuis udara ini, dikemas dalam tajuk ”Ramadan di nanti, Ramadan di hati.” Materi pertanyaannya seputar ibadah puasa di Bulan Ramadan. Hadiah kuis berasal dari para sponsor.

Bersemangat

Banyaknya penggemar kuis Ramadan, menjadikan diri Mamiek sebagai penyiar tambah bersemangat, walau harus bangun lewat tengah malam dan mengudara pada dinihari. ”Saya harus selalu membawa bekal makan sahur dari rumah,” ujar Mamiek.

Semangat membawakan mata acara di waktu dinihari, seperti sama ketika megudara di rubrik favorit pendengar. RGS, memiliki komunitas pencinta siaran yang tergabung di Paguyuban Ngudi Rukun pimpinan Wulan Asmara (Widodo Trisusilo).

Tidak hanya penambahan jam siaran, selama Bulan Ramadan, RGS juga menyajikan rubrik menjelang berbuka di sore dan petang hari. Diisi dengan pernak-pernik materi tentang berbagai hal yang Islami. Seperti penyampaian kisah para nabi dan sahabat nabi, mutiara Hadist dan Al Quran. Yang kemudian diakhiri menjelang penyampaian adzan Mahgrib sebagai tanda tiba waktu berbuka.

RGS, sebelumnya populer dengan nama Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) dan menjadi Radio Swara Perdana Wonogiri. Awalnya, mengudara melalui gelombang frekuensi AM. Kemudian pada Tahun 2012, RGS yang dipancarsiarkan dari studio di Jalan Letjen S Parman Nomor: 74 Kelurahan Wonokarto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri ini, mengubah gelombang siarannya melalui frekuensi FM. Ini setelah radio tersebut dikelola oleh Lembaga Penyiaran Puplik Lokal (LPPL).

Bambang Pur