blank

JEPARA (SUARABARUD) – Jepara Kelas 1 sampai 3 SDIT Amal Insani mengikuti Kajian Duha dengan khusuk di kelas masing-masing. Kajian Duha selama Ramadan berjalan tertib tiap harinya. Seperti hari ini, hari ketujuh anak-anak kelas 1 sampai 3 dengan tertib duduk di bangku kelas masing-masing mendengarkan tausiah dari wali kelasnya., Rabu (29/03),

Di kelas 1C kajian duha disampaikan oleh wali kelas, Titik Wijayanti. Dia menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak kelas 1. Contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk membantu memperjelas maksud uraian tausiahnya.

“Menjalankan ibadah puasa itu harus dilakukan dengan senang hati, dengan penuh gembira seperti gembiranya hatimu kalau bertemu dengan ibumu setelah terpisah sekian lama. Kalau puasa dijalankan dengan penuh gembira insyaAllah akan terasa ringan meskipun menahan lapar dan minum selama satu hari penuh,” urai Titik

Kondisi tubuh saat berpuasa itu sangat lelah terkadang suka ngantuk berat dan bawaanya suka malas melulu. Tapi itu semua jangan kamu jadikan alasan untuk tidak melakukan kegiatanmu sehari-hari. Kalau tiap hari di rumah kamu bisa ngaji habis salat Magrib maka itu dilakukan juga di saat berpuasa seperti saat ini. Jangan sampai kekenyangan menjadi alasan untuk tidak mengaji.

“Sepulang dari sekolah gunakanlah waktumu untuk istirahat tidur dengan baik supaya saat bangun nanti tubuhmu kembali segar. Manfaatkan waktu Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Di bulan Ramadan pahala-pahala akan dilipatgandakan,” tambahnya.

Guru PJOK kelas 1 yang saat itu ikut mendampingi kajian, Faza Manzulul Huda menambahkan bahwa pada saat pemateri mengatakan agar puasa itu harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanpa minta hadiah ini itu dari orang tua, beberapa siswa mengatakan iya, bu. Tapi dari arah belakang seoarang siswa berteriak.

,”Saya tidak mengharap apa-apa kok, bu tapi ibuku sendiri yang bilang kalau aku mau dibelikan mainan yang bagus kalau aku ikut puasa, padahal saya tidak minta,” kata anak tersebut.

Hadepe-Suli