blank
Yossie dengan senang hati melayani pembeli produk makanannya bernama Marsmellow Jogja, yang dijajakannya di seputaran Alun-alun Kidul Yogyakarta. Foto: hms

YOGYAKARTA (SUARABARU.ID)– Yossie Redha Aldise, akhirnya bisa memanen hasil jerih payahnya, dari usaha camilan manis, marshmellow. Sempat stagnan penjualannya, namun tak henti bekerja keras lewat berbagai cara, salah satunya mengikuti Lapak Ganjar. Jajanan itu sempat viral di media sosial TikTok, hingga ngehits.

Pengusaha muda asal Jalan Parangtritis Km 7, Cabeyan, Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY itu menceritakan, usaha yang diberi nama Marshmellow Jogja ini, memproduksi camilan manis marshmellow, berbahan baku bubuk gelatin sapi, sirup jagung, gula, dan lainnya.

”Awal mulanya saya ikut Lapak Ganjar. Saya follow akun Pak Ganjar. Alhamdulillah di-repost. Dampaknya itu lumayan. Meningkatnya follower, teman dari sosial media juga tahu banyak tentang usaha saya. Alhamdulillah, berdampak signifikan pada penjualan,” kata Yossie, yang ditemui di tempat usahanya, baru-baru ini.

BACA JUGA: Sambut 2023, Relawan Des Ganjar Gelar Festival Mancing Asik Satukan Warga Kabupaten Semarang

Dia yang biasa menjajakan camilannya di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta setiap sore hingga malam ketika tidak hujan, sering didatangi pembeli. Mereka bisa melihat jajanan asal Prancis, Eropa, dengan lahap.

”Kebanyakan wisatawan yang datang ke Yogya yang jadi pembelinya. Mereka itu dari luar kota, mungkin mereka lihat sosmed atau datang ke Alkid. Teman-teman pun banyak yang menghubungi saya, atau datang ke Alkid,” ungkapnya.

Disampaikan juga, Alkid menjadi tempatnya berjualan sehari-hari, mulai pukul 17.00-22.00 WIB. Kalau tidak hujan, Alkid pasti ramai pengunjung, terutama wisatawan dari luar kota.

BACA JUGA: Pj Bupati Kunjungi Warga Terdampak Banjir, Petinggi Gedangan : Minta Ada Solusi Permanen

Tidak sedikit dari pembeli yang mengaku tahu jajanan produknya dari Lapak Ganjar, atau media sosial yang diunggah ulang @ganjar_pranowo. Pemuda ini juga membandingkan jauh sebelum ikut Lapak Ganjar, penjualannya stagnan. Namun setelah ikut Lapak Ganjar dan beredar viral di dunia maya, berpengaruh pada penjualan.

Alhamdulillah, setelah itu penjualannya meningkat. Omzet meningkat, laba juga meningkat. Juga bisa nambah produksi, Alhamdulillah bisa nambah alat-alat produksi, promosi marketing, jumlah produksinya juga,” bebernya.

Dulu sebelum ikut Lapak Ganjar, Yossie rata-rata bisa mendapatkan Rp 200 ribu sekali jualan. Tapi sekarang usai ikut Lapak Ganjar, dia mampu meraup uang hingga Rp 350 ribu tiap sekali jualan.

”Hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membantu orang tua, bisa ngasih adik dan membiayai sekolah adik saya. Alhamdulillah, dari ikut Lapak Ganjar bisa membantu dan mendorong serta mempromosikan UMKM di Yogyakarta. Lapak Ganjar sangat berdampak positif,” tegas dia.

Riyan