blank
Bupati Wonosobo saat menyematkan tanda jabatan kepada Kades Beran Kepil, Ahmad Zaenudin. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meminta Kepala Desa (Kades) yang baru saja dilantik untuk bisa menggali potensi di desanya masing-masing. Banyak potensi desa yang layak dikembangkan.

“Tiap desa pasti punya potensi sendiri-sendiri. Ada yang punya potensi bidang wisata, ekonomi, pasar rakyat dan olah raga. Desa Kreo Kejajar contohnya, merupakan kantong atlet Sepak Takraw,” katanya.

Hal itu dikatakan orang nomer satu di Wonosobo tersebut,  di sela-sela melantik 32 Kades baru hasil Pilkades serentak dan 2 Kades Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW), di Pendopo Bupati setempat, Sabtu (31/12/2022).

Pelantikan Kades baru juga disaksikan Wakil Bupati M Albar, Ketua DPRD Eko Prasetyo Heru Wibowo, Sekda One Andang Wardoyo, Kepala Dinsos PMD Harti dan Kapolres AKBP Eko Novan Prasetyo Puspito, SIK MSi serta jajaran Forkompimda setempat.

Menurut Bupati, potensi desa yang ada bisa dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Apalagi beberapa desa di Wonosobo sudah ada yang punya BUMDes cukup maju.

Selain itu, Kades baru juga punya pekerjaan rumah untuk ikut menurunkan angka kemiskinan, stunting, anak putus sekolah dan membebaskan desanya dari ODF atau buang air besar sembarangan (BABs). APBDes bisa diarahkan untuk  menyelesaikan masalah di atas.

“Pemkab Wonosobo kini telah mampu menurunkan angka kemiskinan 1,5 persen dan kasus stunting 6 persen. Ayo semua Kades baru harus mampu mendorong masyarakat untuk mensukseskan daerahnya bebas dari kemiskinan dan stunting,” ajaknya.

Pelayanan Terbaik

blank
Kades baru menerima SK dari Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat setelah dilantik. Foto : SB/Muharno Zarka

Afif juga berpesan pemimpin di desa harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya. Pemimpin musti bisa hadir untuk melayani masyarakat bukan sebaliknya minta dilayani masyarakat.

“Bahagiakan masyarakat jangan justru mengecewakan mereka. Siapkan waktu, pikiran dan tenaga 24 untuk melayani masyarakat. Jika ada masyarakat datang ke rumah malam-malam sambut dengan senyuman. Tidak boleh dengan muka cemberut,” tegasnya.

Setelah dilantik, Kades tidak pilah-pilih dalam melayani masyarakat. Tidak boleh warga yang tidak memilih dan gogol dari calon Kades yang tidak terpilih diperlukan tidak adil. Mereka juga wajib mendapat pelayanan terbaik.

Dalam membangun desa, lanjut dia, seorang Kades harus dapat berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Dalam menentukan kebijakan desa Kades mutlak musti menggandeng elemen pemuda, perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Jika semua dilakukan dengan asas gotong royong dan kerjasama, semua program kerja di desa pasti akan berjalan dengan baik. Ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Niatkan semua kebijakan desa untuk kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Guna memajukan desa, Kades harus bisa mengajak semua pihak gerak cepat (gercep) dan gerak bersama (gersam). Sebab, tanpa gercep dan gersam mustahil program desa akan berjalan mulus. Kades baru musti cepat menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada di desa.

Bupati mengaku bersyukur, proses Pilkades dari masa pendaftaran, pencoblosan hingga pelantikan hari, berjalan lancar, aman dan damai. Semua itu, tidak terlepas dari peran aparat keamanan dalam ikut mensukseskan demokrasi di tingkat desa tersebut.

Muharno Zarka