blank
Aparat Polsek dan personel TNI dari Koramil Manyaran, Wonogiri, bersama petugas medis dari Puskesmas melakukan penanganan dan pemeriksaan di lokasi gantung diri.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri, terjadi lagi di Kabupaten Wonogiri. Jumat pagi (9/12), Polsek Manyaran Polres Wonogiri menerima laporan bahwa Nenek Pa (81) warga Desa Pagutan, Kecamatan Manyaran, meninggal karena gantung diri.

Ini menjadi kasus tewas gantung diri kedua di Kabupaten Wonogiri dalam tempo 4 hari terakhir ini. Seperti diberitakan, sebelumnya pria Su (60) gantung diri di Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto dan Kapolsek Manyaran AKP Wartanto melalui Humas Polres Wonogiri, menyatakan, Nenak Pa diketahui gantung diri pada Pukul 05.00. Dia gantung diri di dekat jendela samping kanan rumahnya. Wanita kelahiran Wonogiri Tanggal 1 Juli 1934 tersebut, gantung diri memakai ikatan kain warna krem.

Orang pertama yang melihat korban gantung diri adalah Supriyanto (42). Bersama Saksi Wigati (48) berusaha mencari Nenek Pa, karena pada Pukul 04.30 tidak mendapatinya di dalam rumah. Betapa kagetnya, kedua saksi melihat Nenek Pa gantung diri di dekat jendela samping rumah.

Beberapa tetangga berdatangan untuk memberikan pertolongan dan melaporkannya ke pamong desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Manyaran. Petugas piket Polsek bersama tenaga medis Puskesmas Manyaran segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan. Anggota Koramil Manyaran juga datang memberikan bantuan penanganan.

Hasil pemeriksaan, tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan, dan disimpulkan Nenek P meninggal karena gantung diri. Petugas mendapatkan informasi, korban yang mengalami kepikunan, sebelumnya suka ngomong sendiri dan sering ingin mati.

Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga dengan disaksikan Pamong Desa setempat, untuk dilakukan penguburan.

Bambang Pur