blank
Widoyo di samping salah satu lukisannya, hari ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID) –Pelukis Widoyo Magelang tengah menyiapkan tempat khusus di rumahnya, Dusun Bowan, Tanggulrejo, Tempuran, Kabupaten Magelang. Selain untuk memamerkan karya seninya juga sebagai tempat melukis.

“Widoyo art studio merupakan  tempat kerja, akan saya pasang karya lukisan,” katanya hari ini Selasa (1 November 2022).

Di lahan seluas 700 M2 yang lokasinya dekat Balaidesa Tanggulrejo itu kini sudah disiapkan bangunan joglo cukup luas. Dengan adanya tempat, menurut lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis itu, dapat memberi ruang untuk kolektor dan pecinta seni yang hendak berkunjung di studionya yang ada di desa. “Biar tidak di kota saja, bisa menikmati suasana desa,” katanya.

Walau letak rumahnya hanya 10 meter dari Jalan Raya Magelang-Purworejo tetapi suasana desanya masih kental. Di sana juga dekat dengan kolam renang air hangat Sumberarum, Tempuran, Kabupaten Magelang.

Pelukis yang lahir 16 Januari 1965 itu selama ini tidak fanatik ke aliran lukisan tertentu. Dia cenderung tanpa aliran. Padahal banyak aliran lukisan seperti Realis, Naturalis, Surealis, Dekortaif, Kontemporer, Pop Art, Ekpresif, maupun Impresif.

blank
Widoyo menjelaskan makna sebuah lukisannya, hari ini. Foto: eko

“Saya jenuh dengan aliran tertentu. Dahulu sering membuat lukisan realis. Sekarang apa pun yang saya mau, itulah yang saya kerjakan, sesuai kehendak hati,” katanya.

Putera almarhum Djojo Wasito itu mengaku gemar melukis sejak masih kecil. Dia tidak meneruskan hoby bapaknya yang gemar seni suara. Lulusan SD Kebonrejo, SMP Tempuran dan SMA Kristen  Magelang itu pertama ikut pameran seni lukis tahun 1993 bersama  komunitas pelukis muda Borobudur. “Ketika itu pameran di Museum Karma Wibangga, Borobudur,” jelasnya.

Sejak itu dia sering ikut pameran yang salah satunya di Wisma Ary Yogakarta, tahun 2002. “Juga pernah pameran di  Bali dan Jakarta,” imbuhnya.

Pelukis berbintang Capricorn itu masih produktif. Setiap bulan masih menghasilkan lukisan. “Lukisan saya ada yang pernah laku Rp 80 juta berupa bangunan gedung di suasana luar negeri,” tuturnya.

Widoyo menambahkan, dalam karya seninya dia tidak mau disetir orang. “Kalau seni pertunjukan mungkin bisa dibuat skenario. Tetapi kalau saya melukis sesuai kehendak hati,” ucapnya

Kini ada sekitar 50 lukisan di rumahnya.  Salah satu karya lukisannya ada yang berjudul: Flora Fauna. Lukisan cat minyak di kanvas ukuran 1,5 x 2 meter itu berisi gambar binatang Celeng (Babi) yang menyeruduk sesuatu. Bagi yang ingin tahu makna lukisan itu bisa bertanya langsung kepada Widoyo melalui nomor 08122761271.

Eko Priyono