blank
Kemacetan akibat pembangunan jembatan Wonokerto Demak. Foto:wief

SEMARANG (SUARABARU.ID) -Pembangunan jembatan yang menghubungkan jalur Pantura Kudus Semarang berefek serius terhadap kelancaran arus lalu lintas di sepanjang jalur pantai Utara (pantura) Jawa Tengah.

Pembangunan jembatan di Wonokerto Demak tersebut menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Abdul Wachid dari Dapil 2 ( Jepara, Kudus, Demak ) usai melihat kemacetan dan dampak adanya pembangunan jembatan tersebut.

blank
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid.

“Akibat pembangunan jembatan Wonokerto-Demak, jalur pantura macet parah sudah berbulan-bulan,” ungkap Wachid.

Tak hanya itu, Wachid juga mengatakan, kemacetan tersebut juga berdampak serius terhadap perekonomian warga pantura.

“Kalau dihitung secara ekonomi kerugian masyarakat pengguna jalan pantura bisa mencapai ratusan miliar rupiah,” kata Wachid.

Kerugian secara ekonomi terjadi, lanjut dia, karena moda transportasi sebagai penunjang pergerakan ekonomi masyarakat terhambat mobilitasnya karena kemacetan tersebut.

“Jelas berdampak ke mobil angkutan barang, angkutan jasa serta pengguna jalan pribadi. Bayangkan berapa BBM yang terbakar akibat antrian yang rata-rata dua sampai tiga jam dengan ribuan mobil selama 24 jam,” papar Wachid.

Selain itu, Wachid mengungkapkan, dampak kemacetan tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas barang yang diangkut.

“Ditambah lagi kiriman barang tidak bisa tepat waktu. Bisa menimbulkan kerugian barang tidak segar atau busuk,” jelasnya.

Bahkan berdasarkan pengalaman sehari-harinya, Wachid mengatakan, kemacetan yang terjadi dengan adanya pembangunan jembatan Wonokerto bisa menghambat waktu hingga berjam-jam.

“Saya sering melewati jalan tersebut dari Jepara ke Semarang atau sebaliknya, merasakan tidak nyaman dengan macet berjam-jam. Saya amati pekerjaan jembatan Wonokerto Demak ini terkesan lambat sekali,” keluh Wachid.

Semestinya, Wachid menyarankan agar tim pengawasan dari Kementerian PUPR seharusnya sering cek atau sidak lokasi proyek yang terkesan lambat ini.

“Mestinya jenis pekerjaan proyek di jalur utara baik jalan maupun jembatan dikerjakan 24 jam penuh dengan 3 shift pekerjaan. Biar cepat selesai. Atau jalur tol Demak-Sayung yang pekerjaannya sudah 90 persen, bisa di buat mengatasi kemacetan dengan mengalihkan mobil kecil bisa lewat jalur tol adapun bus dan truk tetap lewat jalur pantura,” harap Wachid.

Wachid juga mendorong agar kolega-koleganya di DPR yang merupakan mitra kerja Kemen PUPR melakukan pengawasan dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan proyek tersebut berjalan lancar dan tidak merugikan masyarakat pengguna jalur pantura.

“Saya minta teman-teman DPR RI Komisi 5 segera turun lakukan sidak ke proyek pembangunan jembatan Wonokerto-Demak. Apakah pekerjaan nya sudah sesuai progres apa tidak. Saya berharap dibuka sementara Jalur Tol Demak sayung untuk Mobil Pribadi atau mobil kecil,” pungkas anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Hery Priyono