blank
Tim PkM FH USM memberikan Penyuluhan Hukum kepada para siswa SMKN 3 Kota Semarang. (foto:humas USM)

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) melakukan penyuluhan hukum di SMK Negeri 3 Jl Atmodirono No 7a Wonodri, Kota Semarang pada Jumat (7/10).

Tim PkM terdiri atas Ketua Dr Doddy Kridasaksana, S.H., M.Hum, dan tiga anggota yakni Dra Rati Riana, M.Pd., Helen Intania Surayda, S.H., M.H., dan Mukharom, S.H., M.H.

Kegiatan yang diikuti 60 siswa dan pendamping tersebut dihadiri Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Semarang, Dra Ummi Rosydiana, M.Par dan sejumlah guru.

blank
Para siswa SMKN 3 Kota Semarang mengikuti Penyuluhan Hukum yang dilakukan Tim PkM FH USM. (foto:humas USM)

Ketua Tim PkM, Doddy Kridasaksana mengatakan, keberadaan karya ilmiah sudah menjadi kebutuhan pokok, khususnya bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Perlindungan hukum terhadap HKI, pada dasarnya berintikan pengakuan terhadap hak atas kekayaan dan hak untuk menikmati kekayaan itu dalam waktu tertentu. Realitanya masyarakat, khususnya siswa belum memahami perlindungan hak cipta terhadap buku dan karya tulis.

”Bila dicermati, lahirnya satu buku sampai pada format yang dapat digunakan oleh masyarakat tidak sederhana. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika hasil karya cipta intelektual manusia diberikan perlindungan hukum yang memadai,” tutur Dody yang menyampaikan materi ”Pelanggaran Hak Cipta Karya Tulis Dan Buku”.

Sementara itu, Helen Intania Surayda memberikan edukasi tentang dampak dari tawuran pelajar. Dampak dari tawuran adalah kematian, luka, kerusakan barang, trauma dan rusaknya mental para generasi muda.

Dilihat dari dampaknya yang lebih banyak dibanding manfaatnya, Helen menyarankan agar tawuran ini diubah agar lebih positif. Tidak lagi tawuran fisik namun berkelahi melalui prestasi, dalam arti bertanding antarkelompok sekolah dalam kejuaraan.

”Selain lebih positif juga bisa mendukung para siswa untuk naik ke jenjang berikutkanya bahkan bisa memperoleh beasiswa atau dilamar oleh perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikannya,” kata Helen.

Dia berharap, setelah kegiatan ini para siswa SMK Negeri 3 bisa memahami hal tersebut dan tidak terjadi pembajakan dan plagiat. Selain itu para siswa dapat menularkan ilmu yang sudah disampaikan kepada siswa-siswi lainnya, baik di SMK Negeri 3 Kota Semarang maupun masyarakat pada umumnya.

Muhaimin