blank
Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Dr. Ganjar Harimansyah memberikan sambutan dalam lokakarya penulisan dan penerjemahan cerita anak. Foto: wied

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Dr. Ganjar Harimansyah menyatakan, cerita anak isinya harus menggunakan sudut pandang anak.

Hal itu disampaikan Ganjar Harimansyah saat memberikan sambutan dalam lokakarya penulisan dan penerjemahan cerita anak di Hotel Horison Nindya Semarang, Senin (1/8/2022).

“Cerita anak bisa ditulis orang dewasa, remaja, atau anak. Tetapi yang utama harus dari sudut pandang anak dan sesuai dengan perkembangan anak,” kata Ganjar Harimansyah.

blank
Para peserta lokakarya penulisan dan penerjemahan cerita anak. Foto: wied

Ganjar juga menyampaikan bahwa banyak yang menganggap cerita anak sama dengan dongeng. “Dongeng memang cerita anak, tetapi cerita anak tidak selalu dongeng,” ujar Ganjar.

Batas Kalimat

Ganjar juga menyebut, menulis cerita anak harus menyesuaikan dengan usia anak sebagai sasaran. Misalnya anak usia enam sampai delapan tahun dalam satu kalimat terdiri atas tujuh sampai delapan kata. Untuk usia delapan sampai 10 tahun, maksimal sembilan kata.