blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat akan meletakan batu pertama pembangunan gedung MIN. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Gedung baru Madrasah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Wonosobo mulai dibangun. Pembangunan gedung madrasah baru tersebut dilakukan oleh CV Dian Rahma dari Demak.

Pembangunan gedung MIN ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosob M Albar dan Kepala Kemenag Ahmad Farid, Senin (25/7/2022).

Selain peletakan batu pertama, juga dilakukan pemotongan tumpeng dan ingkung oleh Bupati Afif Nurhidayat yang diserahkan pada Kepala Kemenag, Ahmad Farid. Juga pemberian vandel bergambar desain MIN dari Kepala Kemenag kepada Bupati dan Wakil Bupati.

MIN Wonosobo dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 1.700 meter di Dusun Kurahan Desa Sudungdewo Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. MIN baru tersebut diproyeksikan menjadi MIN unggulan di Wonosobo.

Kepala Kemenag Wonosobo Ahmad Farid mengatakan pembangunan gedung baru MIN akan menghabiskan anggaran Rp 7,1 miliar. Anggaran bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kemenag RI tahun 2022.

“Ini merupakan madrasah baru. Saat ini, di Wonosobo, baru ada satu MI Negeri di Kalikarung Kalibawang. Letaknya sangat jauh dari pusat kota. Karena itu, kini dibangun MIN baru untuk menjadi madrasah unggulan,” ujarnya.

SDM Islami

blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memotong tumpeng menandai dimulainya pembangunan gedung MIN. Foto : SB/Muharno Zarka

MIN Unggulan, sambung Farid, digagas dalam rangka melahirkan sumber daya manusia (SDM) masa depan yang berkarakter Pancasilais dan generasi Islam rahmatan lil alamin.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik atas pembangunan gedung baru MIN. Keberadaan madrasah baru diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter Islami.

“Pendirian MIN baru di Wonosobo telah melalui proses yang panjang. Terima kasih pada teman-teman Kemenag yang telah berjuang keras untuk mewujudkan madrasah baru yang tidak jauh dari pusat kota,” ujarnya.

Menurut Afif, saat ini animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah dan pondok pesantren cukup tinggi. Kondisi tersebut tentu sangat menggembirakan. Banyak madrasah dan pondok pesantren yang diserbu calon siswa dan santri di tahun ajaran baru.

Artinya, sambung dia, kesadaran masyarakat akan artinya pentingnya pendidikan agama sudah meningkat. Apalagi saat ini, pendidikan karakter dan budi pekerti merupakan suatu hal yang penting diberikan pada anak sejak dini.

“Sebab, madrasah dan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang punya muatan materi agama Islam lebih banyak dibanding di sekolah umum,” ujar pejabat lulusan MTs Negeri 1 Wonosobo itu.

Muharno Zarka