blank

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID) –Kalau dua hari lalu hewan yang terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 676 ekor, hari ini meningkat menjadi 705 ekor. Sejauh ini yang mati sebanyak tiga ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang,
Joni Indarto AP MSi, hari ini Jumat (24 Juni) memberikan data, hewan yang rentan PMK adalah sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Dari 705 ekor itu terbanyak adalah sapi. Kerbau hanya dua ekor. “Kambing dan domba tidak ada,” jelasnya.

Dari 21 kecamatan, hewan ternak yang terserang PMK tersebar di 16 kecamatan. Ternak terduga atau suspek di wilayah Kecamatan Salaman 14, Borobudur 5, Ngluwar 27. Selain itu di Salam 30, Srumbung 2, Dukun 123.

Di Kecamatan Muntilan tidak ada. Sedangkan di Mungkid 136,
Sawangan 102, Candimulyo 30,
Mertoyudan 1, Tempuran 5 dan
Kajoran 1 ekor.

Di Kecamatan Kaliangkrik,
Bandongan, Windusari, dan
Secang tidak ada yang terserang.

Sementara di Tegalrejo 6, Pakis 8,
Grabag 138, dan Ngablak 77 ekor.

Dari total 705 ekor yang terserang itu sudah diobati semua. Hasilnya, yang sudah membaik 495 ekor.
Masih sakit 177 ekor, yang dipotong 30 dan yang mati 3 ekor.

Berkaitan dengan adanya serangan PMK itu, pasar ternak di wilayah Magelang ditutup, sejak 24 Mei. Yakni Pasar Hewan Salaman,
Borobudur, Muntilan, Bandongan,
Windusari, Pakis, Grabag dan Ngablak. Kini mulai dibuka khusus untuk kambing dan domba. Sapi dan kerbau sementara belum.

Eko Priyono