Joni Indarto. Foto: eko

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID) –Pasar Hewan di wilayah Kabupaten Magelang sudah mulai buka. Tetapi hanya untuk jenis hewan tertentu saja.

“Untuk jualan kambing domba sudah buka, yang sapi dan kerbau sementara belum,” jelas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan
Kabupaten Magelang, Joni Indarto AP MSi, hari ini Kamis (23 Juni).

Itu merupakan keputusan rapat hari ini. Sementara hanya kambing dan domba yang diperbolehkan dijual di pasar.

Seperti diwartakan sebelumnya,
sebanyak 676 hewan terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berkaitan dengan adanya serangan PMK itu, pasar ternak di wilayah Magelang ditutup, sejak 24 Mei. Yakni Pasar Hewan Salaman,
Borobudur, Muntilan, Bandongan,
Windusari, Pakis, Grabag dan Ngablak.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang,
Joni Indarto AP MSi, Rabu (22 Juni) memberikan data, hewan yang rentan PMK adalah sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Dari 676 ekor itu terbanyak adalah sapi. Kerbau hanya dua ekor. “Kambing dan domba tidak ada,” jelasnya.

Dari 21 kecamatan, hewan ternak yang terserang PMK tersebar di 16 kecamatan. Ternak terduga atau suspek di wilayah Kecamatan Salaman 13, Borobudur 5, Ngluwar 19. Selain itu di Salam 24, Srumbung 1, Dukun 118.

Di Kecamatan Muntilan tidak ada. Sedangkan di Mungkid 136,
Sawangan 98, Candimulyo 28,
Mertoyudan 1, Tempuran 5 dan
Kajoran 1 ekor.

Di Kecamatan Kaliangkrik,
Bandongan, Windusari, dan
Secang tidak ada yang terserang.

Sementara di Tegalrejo 6, Pakis 6,
Grabag 138, dan Ngablak 77 ekor.

Dari total 676 ekor yang terserang itu sudah diobati semua. Hasilnya, yang sudah membaik 495 ekor.
Masih sakit 29 ekor, yang dipotong 29 dan yang mati tiga ekor.

Eko Priyono