blank
Bupati Kudus HM Hartopo berbincang dengan petugas verifikasi PPDB online di SMP 1 Jati. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus HM Hartopo meminta panitia PPDB di masing-masing sekolah mengecek langsung ke lapangan bagi pendaftar yang masuk lewat jalur afirmasi.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan agar pendaftar jalur afirmasi benar-benar merupakan warga tak mampu sebagaimana diharapkan pemerintah.

“Harus cek lapangan agar yang daftar jalur afirmasi benar-benar warga tak mampu,”kata bupati, di sela-sela peninjauan pelaksanaan PPDB di SMP 1 Jati dan SMP 1 Kudus, Rabu (22/6).

Menurut bupati, pengecekan lapangan patut dilakukan karena meski pendaftar sudah masuk dalam DTKS, namun belum tentu yang bersangkutan benar-benar tidak mampu.

Sehingga penetapan pendaftar yang masuk jalur afirmasi tidak hanya didasarkan pada dokumen saja, tapi juga memastikan kondisi di lapangan.

“Jangan hanya mendasarkan pada data DTKS saja, tapi harus benar-benar mengacu kondisi riil,”ujarnya.

Lebih lanjut, kata Hartopo, pengecekan langsung ke lapangan sangat memungkinkan karena jumlah pendaftar jalur afirmasi tak terlalu banyak. Sehingga sebelum pendaftaran ditutup, pihak sekolah bisa memastikan pendaftar yang bersangkutan merupakan warga tak mampu.

“Pengecekan sangat mungkin dilakukan. Jadi sebelum PPDB ditutup, verifikasi lapangan harus sudah dilakukan,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyebutkan kalau pelaksanaan PPDB tingkat SMP di Kabupaten Kudus sudah berjalan dengan lancar.

Beberapa kendala yang dikhawatirkan, seperti server maupun persoalan lain dapat diselesaikan dengan baik.

Hartopo meminta agar pelaksanaan PPDB bisa dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara, Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setyawan memastikan pelaksanaan PPDB di sekolahnya berjalan lancar.

Menurutnya, kuota siswa di SMP 1 Kudus saat ini sudah terpenuhi. Meski demikian, data siswa yang akan diterima masih fluktuatif.

“Kami juga meminta para siswa dan orang tua wali terus memantau jurnal untuk mengetahui apakah masih masuk atau tidak,”tukasnya.

Ali Bustomi