Peserta pelatihan pemanfaatan limbah industri di Rumah Dinas Bupati Blora. Foto: BMWI Blora.

BLORA (SUARABARU.ID) – Upaya pemanfaatan limbah industri di Blora yang sedang dirintis oleh DPC Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) Kabupaten Blora, Bupati Blora berharap bisa mengentaskan pengangguran dan mendapatkan penghasilan bagi warga Blora.

Hal itu dikemukakan Bupati Blora ketika membuka pelatihan pemanfaatan limbah industri yang berkelanjutan untuk kesejahteraan bagi pemberdayaan masyarakat, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (30/05/2022).

Pelatihan diselenggarakan oleh DPC Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) Kabupaten Blora, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Blora dan Pemerintah Desa (Pemdes). Direncanakan akan berlangsung selama dua hari pada 20 Mei hingga 22 Mei 2022.

Ketua DPC BMWI Blora, Roy Kurniadi menjelaskan bahwa pelatihan pelatihan pemanfaatan limbah industri di Blora diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari perwakilan desa se-Kabupaten Blora.

“Pelatihan akan dilaksanakan selama dua hari. Untuk  pembukaan di pendopo dan dilanjutkan pelatihan di BLK Blora. Para peserta akan dilatih membuat kerajinan dari limbah,” jelas Roy Kurniadi.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora H. Arief Rohman M.Si. mengatakan bahwa apa yang diprakarsai BMWI Blora merupakan langkah  inovatif bagi masyarakat kita.

“Beberapa waktu lalu, teman – teman DPC ini cerita ke saya dan saat di klaten dengan beberapa OPD melihat secara langsung home industri sana yang mana sangat bagus dan mengentaskan pengangguran, dan ini secara ekonomi menghasilkan pendapatan, diharapkan diadakan di blora ini dengan potensi yang ada bisa bermanfaat,” papar Bupati Arief.

Foto bersama usai Pembukaan pelatihan pemanfaatan limbah industri di Rumah Dinas Bupati Blora. Foto: BMWI Blora.

Diakui, jika dilakukan pelatihan di Blora dengan pemanfaatan limbah yang dilakukan oleh para pemuda, ini tentu akan sangat bermanfaat.

“Saya berharap nantinya akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, kami juga tunggu setelah pelatihan nanti bisa di praktekan dan terlihat hasilnya,” ucap Bupati Blora.

Pendampingan OPD Terkait

Nantinya dari dinas terkait bisa mendampingi, dalam pelatihan, mengingat potensi UKM di Blora bagus untuk dikembangkan.

“Termasuk inovasi terkait limbah ini juga potensi.  Kalau produk sudah ada, nanti dinas bisa ikut membantu pemasaran dan sebagainya. Kalau perlu nanti dibuatkan ruang bagaimana produknya bisa disebarluaskan yang nantinya bisa bermanfaat, ” harap Bupati H. Arief.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi)  Kabupaten Blora, Agung Heri Susanto berharap semangat dari peserta ini nantinya bisa menjadi pionir dan contoh di Desa maupun Kecamatan.

“Kami harap nanti ada evaluasi pasca pelatihan ini, dan kami nanti bersama kades akan melihat apa hasil yang dilakukan pelatihan ini,” kata Ketua Apdesi.

Agung juga meminta para peserta untuk menunjukkan hasil karya nyata sehingga semua pelatihan yang dilakukan kedepan bisa bermanfaat dalam kemajuan kegiatan di Desa dan mampu memberikan sumbangsih untuk Blora.

Hadir dalam pembukaan pelatihan, Ketua BMWI Jawa Tengah, Ketua Apdesi Blora, Ketua Karang Taruna Blora, Kepala Dinas Sosial, Dinas DLH, dan narasumber.

Kudnadi