blank
Wakil Bupati Wonosobo M Albar ketika panen bawang putih di Kapencar Kertek. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)- Hasil panen bawang putih petani di Desa Kapencar Kertek Wonosobo Jawa Tengah mampu melampaui rata-rata nasional. Di mana satu hektar lahan mampu menghasilkan 7,97 ton. Sementara rata-rata produksi nasional berkisar di 6 ton perhektar.

Saat ini petani melakukan panen bawang putih di desa Kapencar. Melihat hasilnya, ini di atas rata-rata nasional yaitu mendapatkan hasil 7,97 ton perhektar. Sementara rata-rata produksi nasional itu adalah 6 ton perhektar.

Kabid Hortikultura, Dinas Pangan Perikanan dan Pertanian (Dispaperkan) Wonosobo, Sumanto saat panen bawang putih lahan food estate Desa Kapencar, mengatakan momen ini cukup menggembirakan dan memberi prospek yang cerah bagi petani bawang putih.

Baca Juga: Angka Stunting di Wonosobo Masih Tinggi, Ini Sebabnya!

“Selain hasil panen yang baik, ditambah lagi dengan adanya jaminan harga dari pihak out teker sebagai mitra kelompok tani yang ada, dengan menjamin harga terendah. Namun bisa memberikan keuntungan bagi para petani tersebut,” tutur dia.

Dengan hasil ini diharapakan pendapatan petani juga lebih meningkat. Karena dari para out teker sendiri juga sudah menjamin harga terendah tujuh ribu rupiah, dari harga terendah tujuh ribu ini para petani sudah bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Dia mencontohkan dari lahan 1.600 m² yang dipanen, taksiran perhitunganya menghasilkan 1,27 ton. Jika dihitung dengan harga terendah Rp 7.000, maka dapat memperoleh hasil sebesar Rp 8.890.000.

Baca Juga: Bupati Wonosobo Teken MoU dengan Yayasan Solidaridad Belanda

Sementara prediksi biaya tanam yang dikeluarkan petani berkisar Rp 5 sampai Rp 6 juta. Jadi masih bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar Rp 3 juta dalam sekali panen.

“Dari lahan 1.600 m², taksiran hasil mendapatkan 1,27 ton, dengan harga Rp 7.000 tadi maka akan diperoleh hasil Rp 8.890.000. sementara prediksi biaya tanam tadi Rp 5 sampai Rp 6 juta. Jadi masih bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar Rp 3 juta,” katanya.

Sementara itu, dibalik kegembiraan atas panen hari ini, pemilik lahan panen dari kelompok tani Semangat Karya, Slamet menyampaikan keluhanya terhadap kesetabilan harga yang dialami para  petani saat ini.

Baca Juga: Pengurus DPAC Partai Demokrat se-Wonosobo Didominasi Wajah Baru

“Sehubungan pasca panen bawang putih kami berharap di desa bisa kembali seperti dulu lagi. Dulu di sini itu menjadi centra bawang putih. Jadi setiap lahan ditanami bawang putih semua, tapi kenapa semakin ke sini semakin menurun untuk patokan harganya,” keluh dia.

Pihaknya berharap kalau harga stabil seperti ini insya Allah tahun depan lebih banyak lagi yang menanam bawang putih di Wonosobo.

Terus Dikawal

blank
Pelaksanaan panen bawang putih di Kapencar Kertek Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Perwakilan Kementerian Pertanian Hanang Dwi Admojo menerangkan keunggulan program food estate ini adalah salah satunya untuk mencari solusi terkait hal tersebut.

Baca Juga: Polres Wonosobo Bersama Pemuda Garda Prima Madusari Maduretno Kalikajar Gelar Vaksinasi Covid-19

Khusus food estate di Wonosobo dan Temanggung ini, Kementan bekerja antara petani dan out teker. Di situlah fungsi pemerintah, baik pusat maupun daerah hanya sebagai penengah. Bekerja berdasarkan perjanjian kerjasama yang sudah ditulis di
situ berapa harga.

“Nah di situlah pembedanya. Sehingga hal yang menjadi permasalahan di petani terkait dengan stabilisasi dan kepastian harga. Itulah yang diusung oleh program food estate ini. Pemkab bersama Kementan siap mengawal program tersebut,” terang Hanang.

Wakil Bupati Wonosobo M Albar pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi tehadap program food estate dari Kementrian Pertanian, yang bisa menjadi solusi bagi para petani.

Baca Juga: Siswa SDN Kemiriombo Wonosobo Belajar Semangat  dari Film Laskar Pelangi

Pihaknya meyakini ke depan akan banyak yang mengikuti program ini jika ada kepastian kesetabilan dan jaminan harga. Sehingga program yang menguntungkan tersebut bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Kalau harga sudah ada kepastian, maka petani saya kira sudah tidak bingung lagi mau menanam apa saja. Karena selama ini petani bingung ketika bertemu dengan permasalahan harga,” tegasnya.

Jika hal itu bisa dijamin, Albar yakin ke depan akan semakin banyak yang tertarik untuk mengikuti program ini. Pemkab Wonosobo berterimakasih kepada kementrian yang sudah memberikan program food estate di Wonosobo.

Baca Juga: 1.000 Kiai di Wonosobo Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu solusi bagi petani untuk menjadi petani yang semangat dan bergairah, saya kira ini sesuatu yang perlu kita dukung untuk memberdayakan dan agar petani semakin sejahtera.

Program ini menjadi jalan keluar bagi petani untuk lebih berdaya dan bersaing, serta bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi keluarga yang menjadi harapan kita bersama,” tandas Wakil Bupati.

Sementara itu, Out Teker dari PT Artha Segar Indonesia dan PT SBE menyatakan ucapan terimakasih atas dukungan Pemkab Wonosobo khususnya kepada Dinas Paperkan, yang telah memfasilitasi kegiatan kemitraan ini.

Selain itu pihaknya menegaskan untuk melanjutkan kerjasama kemitraaan ini, baik bawang merah bawang putih serta cabai yang ada di Wonosobo.

Muharno Zarka