blank
Head of Sales & Marketing KIK Juliani Kusumaningrum dan Head of Corporate Services KIK Luki Rita Mayawati sedang menaymapikan paparan tentang KIK. Foto: wied

KENDAL (SUARABARU.ID) – Jok atau tempat duduk di mobil Hyundai itu ternyata dibuat di Kawasan Industri Kendal yang berlokasi di Kaliwungu, Kendal.

Semula pabrik yang memproduksinya beroperasi di Malaysia, kemudian merelkasinya ke KIK di Kawliwungu Kendal.

Hal itu disampaikan Head of Sales & Marketing KIK Juliani Kusumaningrum dan Head of Corporate Services KIK Luki Rita Mayawati Kawasan Industri Kendal saat menerima kunjungan anggota PWI Jateng Kawasan Industri Kendal di Kaliwungu, Kabupaten Kendal..

Kunjungan yang diikuti sekitar 15 orang ini dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional Tingkat Jawa Tengan tahun 2022 yang dipusatkan di Kendal.

Dalam penjelasannya Juliani Kusumaningrum mengatakan, akhir Desember 2021, Kawasan Industri Kendal (KIK) telah menyerap investasi berbagai bentuk industri bisnis hingga mencapai Rp 23 triliun.

“Tidak hanya itu, KIK juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 9.380 orang. Perkembangan investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut masih akan berlangsung terus, karena KIK belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis, sesuai dengan target industri yang direncanakan dapat dibangun,” kata Julia.

Di area KIK, tambah Julia, masih banyak target industri yang bisa dimanfaatkan investor untuk pengembangan usaha mereka. Di antaranya industri makanan, elektronik, otomotif, furnitur, fashion, dan lainnya.

Di bidang otomotif ini, kata Julia, di antaranya ada produk yang digunakan oleh brand otomotif asal Korea Selatan Hyundai. Ternyata, mobil tersebut menggunakan jok atau tempat duduk yang diproduksi di Kendal.

Dijelaskannya total area KIK yang disediakan untuk pengembangan industri seluas 2.200 hektar. Untuk tahap pertama ini disediakan kawasan seluas 1.000 hektar untuk industri.

Kawasan industri yang diresmikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada 2016 tersebut, merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Tanah Air, yang ke depan akan dilengkapi dengan pelabuhan laut terbesar pula.

Pelabuhan besar di KIK itu diharapkan meningkatkan aktivitas perdagangan produk yang dihasilkan KIK agar lebih optimal untuk dijual ke daerah/negara lain.

KIK juga berupaya mengajak para pemangku kepentingan di Jawa Tengah, untuk bisa saling melengkapi atau memenuhi kebutuhan industri yang ada. “Termasuk kebutuhan tenaga kerja dari semua SMK dan lembaga pendidikan lainnya yang ada di Jawa Tengah.

Majunya KIK di Kabupaten Kendal tersebut diharapkan pula mendongkrak kemajuan ekonomi di Jawa Tengah, sebagai sentral industri maju yang memiliki prospek menguntungkan,” tambah Luki Rita Mayawati.

blank
Pengunjung mendapatkan penjelasan awal mengenai KIK Head of Sales & Marketing KIK Juliani Kusumaningrum. Foto: wied

Peduli Lingkungan

KIK juga berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar tidak mengalami kerusakan. Termasuk pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber air di wilayah tersebut.

Sistem pengelolaan ramah lingkungan yang terpadu tersebut diharapkan pula mampu menjaga kelestarian alam di wilayah itu.
KIK yang merupakan joint venture antara Jababeka & Co dengan Sembcorp itu, terus menawarkan kepada industri dalam negeri dan luar negeri, agar dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan untuk berinvestasi.

“Secara total KIK mampu menampung lebih dari 1.800 entitas bisnis, lebih dari 700.000 tenaga kerja, menyerap 1,9 juta populasi, dan lainnya. Perkembangan KIK tersebut menjadi kebanggaan Kabupaten Kendal dan Provinsi Jateng, sebagai pusat kegiatan bisnis terpadu,” ujar Luki.

Perkembangan investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut masih akan berlangsung terus, karena KIK belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis, sesuai dengan target industri yang direncanakan dapat dibangun.

”Di area KIK masih banyak target industri yang bisa dimanfaatkan investor untuk pengembangan usaha mereka. Di antaranya industri makanan, elektronik, otomotif, furnitur, fashion, dan lainnya,” jelas Juliani.

Widiyartono R