blank
Anne Avantie menceriterakan perjalanan kisah hidupnya, dari awal karier sampai sekarang ini. Foto: humaini

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertinggi yang bersifat informal. Dari keluargalah anak mendapat asuhan orang tua menuju ke arah perkembangannya. Di dalam keluarga, setiap orang tua menginginkan anak yang dilahirkannya menjadi orang yang berkembang secara sempurna.

”Cerdas saja tidak cukup, tapi mesti punya ilmu agama yang memadai. Pendidikan yang diberikan orang tua sangat penting dan menentukan,” kata Hj Arafah Nawal Taj Yasin, Ketua BKOW Jateng dalam acara Peningkatan Komunikasi Politik bagi Masyarakat, dengan tema Perempuan Berdaya di Masa Kenormalan Baru Wujudkan Jawa Tengah Maju, yang dilaksanakan secara daring itu.

Ditambahkan istri Wagub Jateng itu, dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 7 Ayat 1 dinyatakan, orang tua berperan serta dalam memilih satuan pendidikan, dan memperoleh informasi tentang perkembangan anaknya.

BACA JUGA: Wales Pastikan Dapat Tiket Playoff setelah Tahan Imbang Belgia

”Pendidikan agama berperan besar dalam membentuk pandangan hidup seseorang. Terutama dalam penumbuhan nilai-nilai taqwa kepada Tuhan, jujur, disiplin, dan memiliki etos kerja yang tinggi. Pendidikan dalam keluarga adalah upaya yang dilakukan orang tua terhadap anak, agar dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya,” imbuh dia lagi.

Mengutip seorang psikolog agama, Jalaludin, Hj Arafah menambahkan, keluarga merupakan lapangan pendidikan yang pertama, dan pendidiknya adalah kedua orang tua.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jateng, Khaerudin, dalam sambutan yang dibacakan Sulistyo Utomo menyampaikan, pihaknya sangat menghargai kerja bareng dengan BKOW ini.

BACA JUGA: Presiden Akan Lantik Dudung sebagai KSAD

Hal itu karena dapat menguatkan dan memantapkan nilai-nilai Pancasila, yang diterapkan melalui kehidupan sehari-hari, dalam lingkup ketahanan ekonomi dan penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga, yang berubah di masa kenormalan baru ini.

”Ini merupakan upaya untuk mengupas bagaimana meningkatkan peran perempuan di kehidupan kenormalan baru. Ini juga untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan keluarga melalui adaptasi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga dan agama,” terang Khaerudin.

Pembicara lain, Najelaa Shihab yang melihat dari sisi pendidikan menandaskan, pendidikan bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kehidupan.

BACA JUGA: Prancis Kubur Asa Finlandia ke Playoff

”Orang tua perlu selalu berkomunikasi dengan guru. Jangan hanya kalau lagi ada masalah terhadap anaknya. Kebersamaan ibu dengan anak tidak hanya bareng nonton televisi, tetapi anak diajak bermain, berceritera. Ibu yang bahagia tidak selalu memarahi anak kalau lagi kesulitan. Libatkan nenek atau ayah dalam mendampingi anak,” saran dia.

Acara ini ditutup dengan tampilnya Anne Avantie perancang busana dari Semarang, yang kini menjadi salah satu penjahit baju keluarga Presiden RI Joko Widodo.

Diungkapkannya, dirinya memang bercita-cita menjadi orang terkenal, untuk bisa berbagi dengan sesama.

”Kami ingin semua orang bekerja dengan gigih untuk hasil yang lebih baik. Semua memang sudah kehendak Tuhan, tetapi jangan lupa untuk terus berusaha dan berbagi pada sesama,” tukas Anne.

Humaini