Nadiem A Makarim.

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)-Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem A Makarim, mengharap peserta didik di Indonesia berpikir kritis dan kreatif. Dia sampaikan hal itu dalam acaraTular Nalar Summit 2021 yang digelar di Kabupaten Magelang, hari ini.

Tular Nalar Summit adalah acara virtual yang mempertemukan ide, gagasan dan berbagi pengalaman dari para akademisi, jurnalis, relawan dan organisasi yang memiliki kepedulian yang sama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk melawan misinformasi dan disinformasi, terutama di masa pandemi.

Dia menyambut positif kontribusi Maarif Institute, Mafindo, Love Frankie dan dukungan Google.org dalam menghadirkan kurikulum literasi media dan menerapkannya melalui pelatihan guru, dosen dan mahasiswa.

“Upaya yang dilakukan oleh Maarif Institute, Mafindo dan Love Frankie sangat sejalan dengan visi Merdeka Belajar, mewujudkan generasi pelajar Pancasila yang cerdas dan berkarakter,” kata Mendikbud Ristek.

Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel A Pangerapan, juga memberikan apresiasi positif acara Tular Nalar Summit itu.
Harapannya program itu terus bisa berkembang, agar kemampuan digital literasi masyarakat terus meningkat, khususnya bagi para generasi penerus bangsa. Agar dapat menyaring dan memverifikasi informasi sesuai fakta dan menggunakan digital skill dengan baik, beretika dan berbudaya.

Sementara Ryan Rahardjo, Head of Public Affairs Southeast Asia, Google, menyebut program Tular Nalar yang didukung oleh Google.org adalah salah satu bentuk kolaborasi bersama dalam menyediakan materi pembelajaran yang dapat memperkuat cara berpikir kritis pengajar dan pelajar dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi di lingkungan pembelajaran. “Dengan mengedepankan praktik-praktik terbaik dan kolaborasi dengan para ahli, kami harap dapat bersama sama melawan mis-disinformasi di Indonesia,” kata Ryan.

Sedangkan Abd Rohim Ghazali, Direktur Eksekutif Maarif Institute menyebut Program Tular Nalar telah diselenggarakan sejak Mei 2020 dan berhasil menjangkau 238 kota, lebih dari 1.400 dosen, 7.500 guru, serta 14.000 mahasiswa. Keberhasilan pencapaian itu berkat kerja sama yang baik dengan para pemangku kebijakan, komunitas, asosiasi guru, dosen dan relawan. Sehingga dapat berkontribusi menciptakan atmosfer informasi yang sehat, optimal, produktif dan bermanfaat. “Dengan semakin cepat dan mudahnya penyebaran informasi di era digital ini, mari kita bekerja sama untuk memberantas hoaks dengan menciptakan warga negara yang lebih kritis dan makin arif berdigital,” ajaknya.

Bunda Literasi Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin, juga mendukung penuh terselenggaranya event itu. Dia mengapresiasi Mafindo, Maarif Institute, Love Frankie dan Google.org karena mempercayai Kabupaten Magelang sebagai tuan rumah Tular Nalar Summit 2021. “Sebuah kebanggaan bagi kami Kabupaten Magelang diberi kesempatan dalam perhelatan berskala internasional yang diselenggarakan secara virtual untuk mempertemukan ide, gagasan dan berbagi pengalaman dari para akademisi, relawan, jurnalis dan organisasi yang memiliki perhatian sama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk melawan misinformasi dan disinformasi terutama selama masa pandemi ini,” kata Tanti saat memberikan sambutan virtual.

Dia berharap event Tular Nalar Summit tidak hanya menjadi ruang produksi ilmiah bagi para guru, dosen, maupun pegiat literasi digital di tingkat Asia Pasifik. Melainkan juga akan melahirkan dan menumbuhkan agen-agen literasi tidak hanya di tingkat pusat, melainkan menyentuh sampai desa/kelurahan. “Mari bahu-membahu dan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Eko Priyono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here