Oleh: Wiwin Patma Dewi, S.Pd

Pandemi Covid – 19 sudah berlangsung 1,5 tahun. HampIr semua aspek kehidupan terpengaruh dan mengalami perubahan  karena pandemi ini. Bahkan ada yang perubahan yang  tidak kita kehendaki dan semakin mencemaskan

Terkait dengan perubahan ini,  lembaga pendidikan termasuk sekolah menjadi bagian yang harus mampu beradaptasi dengan cepat. Sebab kegiatan belajar mengajar selama 1,5 tahun lebih tidak lagi dilakukan secara luring (tatap muka) melainkan mengguakan metode daring.

Pada prakteknya, pembelajaran daring yang yang salah satu cirinya adalah kurangnya interaksi fisik antara guru dan siswa menyulitkan guru dalam melakukan internalisasi nilai-nilai karakter yang mestinya ditanamkan guru kepada siswa.

Ilustrasi pembelajaran tatap muka ( Sumber Geogle BBC Com )

Berkurangnya internalisasi nilai-nilai karakter ini  mengakibatkan degradasi moral pada siswa yang disebabkan ketidaksiapan  anak dalam memanfaatkan media digital yang dapat secara bebas diakses mereka.

Akibatnya siswa tidak seluruhnya mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai siswa. Kondisi ini juga disebabkan ketidak siapan orang tua menjadi guru yang efektf bagi putra-putrinya saat melakukan pembelajaran daring

Ketika anak merasa gagal dan tidak mampu melaksanakan kewajibannya, dalam banyak kasus  akan menimbulkan kejatuhan mental dan mengancurkan motivasinya untuk belajar.

Terlebih  ketika anak mendapatkan kekerasan verbal dari orang-orang sekitarnya, termasuk orang tuanya yang sering kali mengekspresikan kecintaan dan perhatian pada anak dengan cara yang keliru.

Ketika anak tidak mampu mengerjakan tugas, orang tua tidak membimbingnya namun sering kali justru meluapkan kemarahanya, atau membandingkan anaknya dengan anak yang lain tanpa memberikan cara belajar yang benar.

Dalam kondisi seperti ini, Anak seringkali akan melampiaskan kegagalan dan tekanan yang dihadapi dengan  hal-hal yang kontra produktif. Akibatnya anak menjadi agresif, mudah marah, malas, pendiam dan lain sebagainya.

Peran Guru, Sugesti

Secara bertahap kegiatan belajar mengajar sudah dimulai kembali. Dari daring ke tatap muka terbatas. Keputusan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka ini tetu disambut gembira oleh orang tua dan kalangan pendidik khususnya.

Namun bukan hal yang mudah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka pasca pandemi. Banyak tantangan yang dihadapi guru terutama yang berkaitan dengan karakter siswa: disiplin, kerja keras, rajin, dan mandiri.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Belajar Dari Rumah(BDR) secara daring, diberikan kelonggaran-kelonggaran dengan pertimbangan tertentu. Misalnya tidak mengumpulkan tugas, dengan alasan tidak  memiliki gadget

Selain itu siswa merasa sulit konsentrasi, merasa jenuh akibat isolasi yang berkepanjangan. Kondisi ini ditambah kenyataan, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar di rumah.

Hal tersebut tentu tidak bisa dibiarkan. Inilah tantangan guru untuk membangun kembali kedisiplinan, motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka.

Sugesti Positif

Lantas bagaimana kiatnya untuk menumbuhkan karakter tersebut? Salah satu cara adalah dengan pendekatan psikologi mengadopsi  teknik hypnosleep. Caranya  menggunakan kalimat-kalimat positif. Semisal ketika ada anak yang berulah membuat gaduh, guru bisa mengingatkan anak dengan menggunakan kalimat positif “ mas, yang tertib ya”.

Hindari penggunaan kalimat negatif seperti “ jangan ramai!” Dengan menggunakan kalimat positif yang diulang-ulang, anak akan tersugesti dengan kata “tertib” bukan kata “ramai”.

Muaranya anak akan bertindak tertib, disiplin secara sukarela tanpa harus dengan paksaan. Sugesti positif ini mudah dilakukan oleh siapapun dan tanpa memerlukan beaya. Karena itu marilah kita biasakan menggunakan kalimat-kalimat positif untuk memperkuat karakter siswa.

Sebagai renungan,  firman Allah dalam Al Quran : “ Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” ( Q.S Ali Imran :159).  Semoga bermanfaat.

Penulis adalah guru SDN 1 Kedungsarimulyo Welahan Jepara

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here