Monumen kerukunan umat beragama di Tempuir, Masjid dan Gereja berdiri berhadapan. berhadapan

JEPARA (SUARABARU.ID) –Berita tentang indahnya  Idul Adha di Padukuhan Watulumpang Desa Bucu yang  membagi hewan korban kepada sejumlah umat Kristiani, memantik sejumlah warga  yang juga ingin mengabarkan kabar baik di desanya. Tentang kerukunan beragama yang indah bagaikan pelangi saat Idul Adha tahun ini.

Sebab di tempat mereka tinggal, kerukunan antar-umat beragama juga terjaga dan terpelihara dengan baik. Salah satunya adalah dengan membagi daging korban kepada umat beragama lain.

Menurut Imam Sukoco, di Desa Tempur,  warga masjid  Nurul  Hikmah yang terletak di  Dukuh Pekoso RW 3  saat  Idul Adha tahun ini menyembelih kambing 13 ekor dan 3 ekor sapi. Sedangkan warga padukuhan ini sebanyak 236 KK di antaranya 16 KK adalah  umat Kristen.

“Semuanya mendapatkan daging kurban,” ujar Imam Sukoco, seorang guru yang tinggal di Desa Tempur. Bukan hanya itu, saat warga membangun masjid atau gereja, mereka juga saling membantu, tambah Imam Sukoco. Masjid dan gereja di Desa Tempur juga berdampingan dan hanya dipisahkan oleh jalan kecil tak lebih 3 meter.

Petinggi Kunir, Sicipto saat menyerahkan daging kurban secara simbolis.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Kunir Kecamatan Keling. Salah satu desa yang juga terletak di kaki Gunung Muria.  Di desa ini terdapat umat Islam dan umat Budha. Kerukunan hidup umat beragama di tempat ini juga terpelihara dengan baik.

“Di Masjid Baitul Makmur  yang terletak di dukuh Mangli RW 2  daging kurban juga dibagi bukan hanya untuk umat Islam tetapi juga untuk umat Budha. Dari 680 KK yang ada di padukuhan ini, sekitar 175 KK adalah umat Budha,” ujar Petinggi Kunir Sucipto.

Sedangkan hewan kurban yang disembelih tadi pagi sebanyak 8 ekor sapi. Padahal tahun sebelumnya hanya 4 ekor,”   tambah Sucipto.

Penyembelihan hewan kurban telah dilakukan tadi dan telah dibagikan oleh panitia dengan menggunakan mobil bak terbuka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Pembagian langsung diantar ke rumah warga,” ujarnya.

Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Baitul Makmur, Desa Kunir siang tadi.

Menurut Sarwijiyanti, guru dan juga pegiat literasi Jepara yang tinggal di Desa Kunir  kerukunan antar-umat beragama di Desa Kunir memang terjaga dengan baik. “Saat umat Budha mengadakan perayaan hari raya Waisak, mereka juga memberikan makanan  kepada umat Islam,” ujarnya.

Sementara di Kota Jepara, bahkan ada juga umat Kristiani yang  yang  juga turut  menyerahkan hewan  korban seperti yang terjadi di lingkungan RT 03 / RW 01 Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara.

“Di tempat ini ada umat Kristiani yang setiap tahun juga menyerahkan hewan korban berupa kambing ke Mushala Al Khautshar,” ujar Warsih seorang guru yang tinggal di Kelurahan Pengkol yang juga pegiat literasi di Jepara. Sedangkan sejumlah umat Kristiani di RT 07 / RW 02 Perum Kuwasharjo  ikut membantu memotong-motong dan membagi daging kurban.

Sementara warga di  Masjid Nurul Huda Sukodono menyembelih hewan kurban berupa sapi 6 ekor dan kambing 6 ekor. Sedangkan warga lingkungn Masjid  Al Muqorrobin Sukodono menyembelih  7 ekor sapi dan 9 ekor kambing.

Hadepe – Ua – Alvaros 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here