blank
Pengurus Muhammadiyah berfoto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan Mushala At Tanwir. Eko Priyono

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang membangun musala di Jalan Jambu Perumahan Kalinegoro. Tanah tempat mendirikan musala tersebut

Ketua PRM Kalinegoro H Mahmud MPd mengatakan,  pembangunan musala ini sebagai upaya untuk menyediakan fasilitas ibadah warga masyarakat sekitar.

“Selain untuk tempat ibadah, keberadaan musala juga akan digunakan untuk pembelajaran ibadah praktis bagi siswa TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kalinegoro,” kata H Mahmud, Rabu 19 Mei 202 dalam acara peletakan batu pertama.

Kemudian untuk halaman musala, ke depan akan digunakan untuk berbagai kegiatan seperti penyembelihan hewan qurban pada saat hari raya Idul Adha.

Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan mushala dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang Drs H Jumari.

Mushala itu akan diberi nama At Tanwir. Jumari menyampaikan bahwa nama At Tanwir yang memiliki arti pemberi pencerahan diharapkan menjadi motivasi untuk mewujudkan Islam sebagai agama yang mencerahkan dan menggerakkan.

Keberadan masjid maupun musala di mana pun berada memang sudah seharusnya tidak hanya menjadi tempat ibadah semata. “Tetapi mampu memberikan pencerahan sekaligus mampu menggerakkan perilaku kebaikan di lingkungannya,” kata dia.

Spirit dan semangat beribadah yang muncul nantinya diharapkan membawa pengaruh positif dalam upaya membangun peradaban dan budaya hidup masyarakatnya.

Orientasi membangun tempat ibadah tidak hanya sebatas membuat bangunan fisik untuk kegiatan ritual semata. “Akan tetapi perlu memiliki tujuan mencerahkan sekaligus menggerakkan umat,” katanya.

Karena itu, masjid dan musala harapan ke depannya mampu menjadi tempat untuk penyebaran ilmu seperti melalui aktivitas pengajian, dakwah, kajian, sekaligus juga aktivitas sosial.

Jumari menambahkan bahwa ketika banyak aktivitas positif yang dilakukan, maka keberadaan masjid dan mushala mampu menjadi penjaga akhlak masyarakat di sekitarnya dari hal-hal tercela.

“Mari memberikan infaq sesuai dengan kemampuan masing-masing, kerja sama dari seluruh warga masyarakat dalam proses pembangunan mushala ini adalah merupakan awal dan momentum yang baik dalam menggerakkan kebaikan untuk kepentingan kemaslahatan bersama,” katanya.

Eko Priyono