WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Aksi bagi-bagi makanan dan minuman untuk takjil (menyegerakan berbuka) di jalan, digelar lagi oleh jajaran Polres Wonogiri Pimpinan AKBP Jarot Sungkowo. Disertai imbauan, agar pengendara berhati-hati saat berkendara di jalan, dengan mengedepankan aspek keselamatan.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, imbauan agar berhati-hati di jalan, disampaikan terkait dengan adanya peningkatan aktivitas masyarakat saat tiba waktunya ngabuburit. Yakni waktu menjelang datangnya Maghrib saat menyongsong tiba saatnya berbuka puasa.
Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda burit yang memiliki arti waktu menjelang sore. Secara keseluruhan ngabuburit merupakan singkatan dari ngalantung ngadagoan burit, yang berarti bersantai-santai menunggu waktu sore. Ngabuburit dilaksanakan pada Pukul 15.30 hingga 17.30 (bergantung waktu adzan Maghrib akan berkumandang).
Aksi bagi-bagi makanan minuman untuk takjil bagi para pengendara motor dan mobil tersebut, kali ini dilaksanakan di depan Mako Satlantas Polres Wonogiri. Yakni di ruas jalan protokol sisi timur SD Negeri 4 Wonogiri yang lokasinya berdekatan dengan Lapangan Sukorejo, Kota Wonogiri.
Jumlah makanan minuman yang dibagikan ada sebanya 300 paket. Sebagaimana yang dulu pernah dilakukan, aksi bagi-bagi makanan minuman untuk takjil berbuka puasa di jalan ini, dilakukan dalam kemasan unik bernuansa budaya. Yakni dengan menyertakan petugas pembagi yang berbusana Rewanda Seta (Kera Putih) atau tokoh wayang orang Anoman.
Ramayana
Pemeran Senapati dari Ksatriyan Kendalisada dalam epos Ramayana ini, secara gesit membagikan makanan minuman untuk takjil bersama petugas yang mengenakan busana Badut jenaka. Petugas menghentikan sejenak perjalanan para pengendara untuk diberikan makanan minuman guna takjil berbuka di jalan.
Harapannya, dengan aksi bag-bagi makanan minuman untuk takjil ini, para pengendara tidak tergesa-gesa dalam bekendaraan demi segera mencapai rumah untuk bebruka puasa. Sikap tergesa-gesa dikahwatirkan dapat memicu terjadinya kecelakaan. Dengan makanan minuman yang dibagikan untuk takjil, para pengendara dapat menyegerakan berbuka di jalan, bila waktunya telah berkumandang adzan Maghrib.
Aksi bagi-bagi makanan minuman untuk takjil bagi para pengendara di jalan ini, menjadi wujud kepedulian Polri dalam melakukan bakti sosial (Baksos). Sekaligus untuk mempererat hubungan jajaran Kepolisian dengan warga masyarakat. Aksi ini juga diikuti secara serentak oleh Polsek se jajaran di 25 ibukota kecamatan di Kabupaten Wonogiri.
Bersamaan dengan aksi bagi-bagi makanan minuman untuk takjil berbuka puasa di jalan tersebut, petugas kepolisian juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak main petasan. Disamping petasan dilarang oleh undang-undang, suara ledakan yang dimunculkan mengganggu ketenangan masyarakat, termasuk mengganggu umat yang tengah melaksanakan ibadah.(Bambang Pur)













