SEMARANG (SUARABARU.ID) – Peraturan Gubernur Jawa Tengah (Pergub Jateng) no.7/2025 tentang Penetapan Nilai Perolehan Air Tanah beberapa waktu lalu disambut baik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.
Dengan adanya Pergub Jateng tentang air tanah ini, pada kelanjutannya akan mempengaruhi besaran pajak air tanah yang dibayarkan para pengguna. Dampaknya, sektor industri yang semula menggunakan air tanah bisa didorong untuk beralih menggunakan air dari PDAM.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo, berharap para pelanggan non domestik atau pelaku bisnis (industri) bisa beralih menggunakan air PDAM yang selama ini masih menggunakan air bawah tanah sebagai sumber air utamanya.
“Selama ini kan banyak industri di Kota Semarang menggunakan air tanah, jadi dengan keluarnya Pergub Jateng no.7/2025 ini harapannya industri komersil yang ada di Kota Semarang bisa beralih menggunakan air PDAM,” kata Yudi, Kamis 6 Maret 2025.
Lebih jauh Yudi menjelaskan, nilai pajak air tanah yang tertuang dalam Pergub Jateng no.7/2025 ini jika dikalkulasi nilainya hampir setara dengan biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan air dari PDAM.
Sebagai catatan, dirinya mengungkapkan, kalau selama ini masih banyak konsumen pengguna air non domestik terutama dari kalangan industri mengambil air artesis yang konsumsinya setara dengan kebutuhan air 2000 rumah tangga.
“Kalau diambil terus, ini permukaan tanah di Kota Semarang bisa turun terus. Makanya dengan pajak tinggi harapannya industri bisa beralih ke air PDAM, selain terjaga kualitas dan kuantitasnya, juga bisa menjaga lingkungan hidup,” katanya.
Yudi menegaskan, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang siap meningkatkan layanan kepada seluruh sektor industri komersil melalui program pelanggan premium. Apalagi hingga kini pelanggan industri PDAM Tirta Moedal masih sedikit, hanya mencapai 11 persen.
“Yang jelas kami ingin memaksimalkan peran industri dalam menggunakan air PDAM, harapannya ke depan dari pelanggan sektor industri ini bisa meningkat menjadi 18 hingga 20 persen. Kemampuan penyediaan air minum kami masih kuat,” pungkasnya.
HP












