SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebanyak 536 peserta dari sembilan provinsi di Indonesia, ikut bersaing dalam Kejurnas Terbuka Wushu Piala Rektor Unnes Ke-6 Tahun 2026, yang berlangsung Senin-Kamis (18-21/5/2026), di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sekaran, Gunungpati, Semarang.
Para atlet yang berlaga terdiri dari 278 atlet nomor Sanda (Tanding) dan 258 atlet Taolu (Peragaan Jurus). Mereka berasal dari Jambi, Sumsel, DKI Jakarta, Jatim, Bali, NTT, Sulut, DI Yogyakarta, dan Jateng, dengan persebaran atlet di 20 kabupaten/kota.
Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, yang hadir dalam acara pembukaan, mengapresiasi tinggi penyelenggaran kejurnas terbuka Piala Rektor Unnes yang telah digelar enam kali.
BACA JUGA: Dispora Jateng Gelar Pelatihan Pelatih Fisik Cabor Terukur
Disampaikan dia, ajang ini bisa digunakan sebagai role model bagi kampus lain, sehingga bisa memberikan kontribusi kepada anak bangsa yang masih mahasiswa, untuk menjadi atlet andal.
”Dan sudah terbukti, dari Unnes juga lahir atlet-atlet yang berkaliber internasional. Salah satunya Tharisa Dea Florentina, yang sukses menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia, di ajang 11th Sanda World Cup 2026, di Makau, pada 11–16 Mei 2026 lalu,” kata Ngatino.
Menurut dia, pembinaan wushu di Jateng telah memperlihatkan hasilnya. Tharisa sendiri, selain diterima masuk TNI, juga mendapatkan bonus Rp 1 miliar dari Pemerintah, saat merebut medali emas SEA Games 2025 lalu.
BACA JUGA: Buka SPMB 2026 Jenjang SMA/SMK, Ahmad Luthfi: No Titip No Jastip
”Perkembangan wushu di Jateng maju pesat. Bukan hanya di Sanda, Taolu pun sudah memperlihatkan prestasinya. Saya kira Jateng menjadi ujung tombak wushu di Tanah Air,” puji Ngatino.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unnes, Prof Dr Zaenuri MSi Akt, yang mewakili rektor, juga menyampaikan terima masih kepada semua lini yang mendukung event ini, yang telah mengangkat nama Unnes sebagai kampus dengan segudang prestasi olahraga, salah satunya cabang wushu.
Di bagian lain, Ketua Umum Pengprov WI Jateng, Daniel Budi Setiawan mengungkapkan, bicara konteks olaharaga tak sebatas pada slogan ‘Men sana in corpore sano’ (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Tapi bicara olaharaga adalah bicara profesionalisme.
BACA JUGA: Fikom Unissula Kunjungi Kemnaker Kupas Humas dan Karir Komunikasi
”Profesionalisme tanpa berlatih, tanpa exercise, tanpa event-event tidaklah mungkin. Saya lebih menekankan, Piala Rektor Unnes merupakan agenda yang digelar secara konsisten, dan berkontribusi atas prestasi wushu Jateng,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, akan ada kelanjutan dan konsistensinya, sehingga bisa mengangkat nama Unnes di kancah Nasional. Kepada atlet Jateng, dia juga berharap, untuk tak hanya latihan teknik saja, tetapi juga fisik.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Prof Dr Heny Setyawati MSi menambahkan, tujuan kejurnas terbuka yang digeber Unnes bersama Pengprov WI ini, selain memperingati Dies Natalis ke-61 Unnes, juga untuk promosi kampus.
BACA JUGA: Proyek Gedung Kudus Sehat Rp 91,4 M Dimulai, Dibangun 7 Lantai, Dilengkapi Mall dan Hotel
”Selain itu, agenda yang rutin diadakan setiap tahun ini, diharapkan bisa mendapatkan generasi atlet yang berlapis-lapis untuk Jateng, serta menjadi ajang try out bagi provinsi lain,” terang dia.
Yang lebih menggembirakan, lanjut Heny, pada Piala Rektor Unnes ini, jumlah peserta cilik untuk nomor Taolu membludak. Ini artinya, wushu telah menjadi daya tarik dan memicu antusiasme anak-anak, untuk unjuk gigi setelah berlatih.
Disebutkan juga, event tahun ini tetap memiliki bobot, karena sejumlah atlet tangguh Jateng non-Pelatnas, seperti Puja Riyaya, Yusuf Widiyanto, Alexandra Calista Setiawan, Kiemas Sakti Negara, dan Daiki Noach Santoso ikut ambil bagian.
Selain dihadiri para pimpinan Unnes, pembukaan juga dihadiri Kabid Binpres KONI Jateng, Agus Raharjo, dan segenap pengurus harian Pengprov WI.
Riyan













