blank
Para alumni SMAN Gombong, Kebumen, berfoto usai menggelar doa bersama untuk Letkol Laut Anumerta Wisnu Subiyantoro.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sejumlah alumni SMA Negeri Gombong Kebumen bergerak cepat menggelar doa bersama dan refleksi untuk menghormati gugurnya Letkol Laut Anumerta Wisnu Subiyantoro sebagai ABK KRI Nanggala 402.

Wisnu Subiyantoro merupakan alumni SMAN Gombong tahurn 1990. Lahir dan sekolah di Gombong. Setamat SMA melanjutkan ke Secaba TN AL di Surabaya hingga berpangkat Mayor Laut.

Guna  mengenang  jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, sejumlah alumni SMAN Gombong pada Selasa (27/4) malam menggelar doa bersama dan malam refleksi di Ruang Multi Media SMAN Gombong.

blank
Diskusi refleksi mengenang Letkol Laut Anumerta Wisnu Subiyantro digelar di SMAN Gombong.(Foto:SB/Ist)

Hadir dalam acara  Kepala Sekolah SMAN Gombong Budi Riyanto, Camat Gombong Suis Idawati yang juga alumni SMAN Gombong, Ratih Wardhani (adik kandung almarhum) serta dimoderatori Bambang Priyambodo yang juga alumni.

Menurut Bambang Priyambodo, pada malam refleksi itu para alumni mengusulkan agar kota Gombong mengabadikan Letkol Laut Anumerta Wisnu Subiyantoro menjadi nama salah satu ruas jalan.

Kebetulan ada dua ruas jalan depan dan selatan SMAN Gombong yang belum bernama. Nama jalan itu saat ini Jalan Sempor Lama dan Jalan Potongan. Bukan nama seseorang yang berjasa kepada bangsa dan negara.

Usulan kedua, Letkol Anumerta Wisnu Subiyantoro menjadi nama salah satu ruangan di sekolah. Mengingat Wisnu Subiyantoro telah mengharumkan nama sekolah dan sebagai patriot bangsa. Kepala sekolah Budi Riyanto akan menindaklanjuti dengan pembahasan internal sekolah.

Para alumni mengakui, untuk usulan menjadi nama jalan memerlukan prosedur yang panjang. Sebab harus melalui peraturan daerah (Perda) jika itu jalan kabupaten  atau provinsi.

“Usulan tersebut sebagai ikhtiar mengenang jasa alumni SMAN Gombong. Kita tidak bisa bayangkan saat-saat tersuliit berada di dalam awak KRI Nanggala. Usulan kedua sebaga nama ruangan lebih simpel karena hanya memerlukan keputusan kepala sekolah,”ujar Bambang.

Komper Wardopo