Edy Siswanto, SPd, MPd Ketua Umum Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM). Foto : Istw

SEMARANG (SUARABARU.ID)  – Sebagai upaya peningkatan kompetensi profesional guru-guru vokasi seperti SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), kini terbentuklah Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM).

Ketua Umum IGVIM Edy Siswanto mengatakan, latar belakang terbentuknya organisasi ini adalah karena belum adanya sinergi antara SMK dengan dunia industri dan dunia kerja (DIDUKA), serta kurangnya upgrade kemampuan kompetensi profesional guru selama ini.

“Sampai sekarang, sejak IGVIM berdiri pada September 2020 lalu, sudah terbentuk kepengurusan di enam provinsi, yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Banten, NTT, dan yang terakhir Sulawesi Tengah. Jumlah anggota kira-kira sekitar 2.000 guru SMK,” jelas Edy Siswanto di Gedung H Sulchan Unnisula Semarang saat di temui suarabaru.id usai shalat zuhur.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, akan di bentuk kepengurusan di daerah DIY, Jatim dan Jabar. Karena syarat terbentuknya kepengurusan harus sudah menjalankan webinar nasional.

Disampaikan pula oleh Edy, sebagai organisasi yang berbadan hukum, maka IGVIM akan melakukan beberapa hal, selain peningkatan kualitas Kompetensi Profesional Guru, juga akan melakukan peningkatan kesejahteraan dan pendampingan advokasi bagi anggota.

Independen Profesional Mencerdaskan

“Sesuai visi IGVIM, yaitu menjadi organisasi profesi vokasi yang independen, profesional, mencerdaskan berkarakter kebangsaan, berwawasan global dan beriman takwa. Jadi beda mungkin ya, dengan organisasi sebelah. Iuran tiap bulan lumayan ya. Tapi advokasi terhadap guru jika mengalami permasalahan kelihatannya hampir tidak ada,” tandas Edy.

Selain itu, masih kata Edy, untuk penyerapan para lulusan SMK, IGVIM bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Masing-masing daerah atau provinsi ke depan akan membutuhkan ribuan tenaga kerja.

Hingga mencapai 2.000-an tenaga kerja, dengan memberikan gaji setara UMK di sesuaikan dengan masing-masing daerah.

“Kemarin sudah presentasi, saat ini kita masih menunggu mekanisme perekrutan di masing-masing daerah, begitu juga dengan pembagian sharing profitnya dengan organisasi seperti apa?” terangnya.

Sementara dalam peningkatan kualitas Kompetensi Profesional guru, IGVIM bekerja sama dengan kementerian tenaga kerja, pendidikan dan beberapa industri swasta. Dan untuk peningkatan kemampuan menulis dalam hal pembuatan laporan ilmiah Guru. IGVIM perlu juga melakukan kerjasama dengan salah satu media surat kabar yang berkompeten.

“Sudah banyak anggota yang berminat dalam hal pelatihan menulis. Ya nantinya, mungkin bisa juga bekerja sama dan berkolaborasi dengan suarabaru.id yang memiliki program Guru Menulis. Sapa tahu bisa bersinergi,” ungkap Edy Siswanto.

Absa