blank
Rumah milik Sunarti yang ludes terbakar akibat konsleting listrik. Foto: hana eswe

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Insiden konsleting listrik terjadi di sebuah rumah di Desa Geyer, Selasa (16/2/2021), sekitar pukul 15.15 WIB. Kejadian itu membuat rumah milik Sunarti ludes terbakar.

Dari informasi yang diperoleh, insiden itu bermula saat Supatmi (67), tetangganya keluar untuk mengecek keberadaan suaminya di sebelah rumah korban. Namun bukan suaminya yang terlihat, tetapi kobaran api dari atap rumah milik Sunarti.

Supatmi pun berteriak minta tolong. Namun angin kencang membuat kobaran api terus menjilat seisi rumah bermaterial kayu jati itu hingga ludes.

BACA JUGA: Pers Berperan Besar Dalam Mengatasi Pandemi

blank
Tim Inafis Polres Grobogan, saat memeriksa lokasi kejadian usai insiden kebakaran. Foto: hana eswe

Peristiwa kebakaran ini dibenarkan Kapolsek Geyer, AKP Danang Essanto. Menurut dia, api melalap habis rumah berbentuk limasan dengan ukuran 12 x 12 meter, tiang ukuran 16 cm persegi dan tinggi 3,5 meter.

”Di dalam rumah terdapat enam unit lemari berbahan kayu jati, tiga buah ranjang ukuran 160 x 200 cm yang juga terbuat dari kayu jati berikut kasurnya, serta satu unit TV tabung 14 inch. Semua barang ikut ludes terbakar,” ujar AKP Danang.

Api berhasil dipadamkan selang satu jam kemudian, oleh petugas Damkar Kabupaten Grobogan. Kapolsek menjelaskan, dari keterangan korban, rumah itu adalah peninggalan orang tuanya, yaitu almarhum Mitro Sarjo, yang sudah tiga tahun dalam keadaan kosong.

BACA JUGA: ATW Solar Sasar Jateng Sebagai Provinsi yang Suportif Solar Panel

”Korban yang tidak lain anak almarhum, sudah menempati rumah sendiri. Tidak ada korban jiwa, namun rumah itu ludes terbakar, dengan kerugian material senilai Rp 125 juta. Dari hasil pemeriksaan, penyebab kebakaran adalah konsleting listrik. Ini terlihat dari barang bukti yang ditemukan, yaitu satu buah kabel stop kontak panjang dua meter yang sudah terbakar,” tambah AKP Danang.

Adanya insiden kebakaran ini, AKP Danang mengimbau kepada masyarakat, agar waspada terhadap bahaya kebakaran. Pihaknya meminta, agar warga mengecek secara berkala peralatan listrik maupun alat-alat yang mudah terbakar.

”Selalu gunakan perangkat elektronik yang menggunakan kabel sesuai standar, cek berkala alat-alat elektronik maupun peralatan lain yang mudah terbakar. Jauhkan dari penggunaan api di tempat yang mudah terbakar,” imbaunya.

Hana Eswe-Riyan