JEPARA (SARABARU.ID) — Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Jepara resmi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara untuk menyukseskan gelaran Temu Pendidik Nusantara ke-XIII (TPN XIII) tahun 2026. Sinergi ini diperkuat melalui audiensi hangat antara tiga perwakilan penggerak KGBN Jepara dengan Ketua Baznas Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda, pada Jumat (22/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Daerah KGBN Jepara memaparkan bahwa TPN XIII tahun ini mengusung tema besar “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”. Sebuah konsep yang menekankan pentingnya bergerak bersama demi mewujudkan keadilan, kedamaian, dan martabat kemanusiaan, di mana dunia saat ini sudah terasa seperti satu desa besar yang saling terhubung.
“Kata kunci kewargaan di sini bukan sekadar pelajaran yang selesai di lembar ujian, melainkan tindakan harian untuk peduli dan berkontribusi saat melihat masalah di sekitar kita,” ujar perwakilan KGBN Jepara saat memaparkan program di hadapan Ketua Baznas.
Tema tersebut dinilai bertaut erat dengan tugas pokok dan fungsi Baznas. Sebagai lembaga yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Baznas memiliki pilar program strategis di bidang pendidikan untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan martabat umat. Esensi “Kewargaan” yang dibawa TPN XIII sejatinya berkelindan dengan spirit filantropi Islam, di mana zakat dan sedekah hadir sebagai aksi nyata kepedulian sosial demi kemaslahatan kolektif.
Korelasi konkret dari sinergi ini mengerucut pada salah satu agenda unggulan TPN XIII, yaitu program pemberian beasiswa pendidikan bagi murid yang membutuhkan. Langkah ini sejalan dengan tugas pengetasan kemiskinan berbasis pendidikan yang selama ini dijalankan Baznas Jepara. Lewat kerja sama ini, KGBN yang bergerak di akar rumput dapat menjadi penyedia data lapangan yang akurat mengenai murid yang terancam putus sekolah, sehingga penyaluran dana zakat dan infak dari Baznas bisa tepat sasaran kepada para mustahik.
Ketua Baznas Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, gerakan bersama para guru ini mencerminkan tanggung jawab sosial yang tinggi. Pihaknya membuka ruang kolaborasi yang luas agar program penguatan pendidikan dan sosial keagamaan di Jepara dapat berjalan beriringan.
Sebagai informasi, KGBN sendiri merupakan wadah belajar guru yang diinisiasi sejak 2014 oleh Najelaa Shihab dan dideklarasikan di Jakarta pada 2015. Di Jepara, komunitas ini aktif sejak 2016 melalui forum rutin bulanan berbagi praktik baik yang dikenal dengan sebutan “Limolasan” (Selintas Obrolan Bermakna Santai). Hingga kini, KGBN Jepara telah berkembang pesat dengan menaungi lebih dari 250 anggota guru.
Puncak TPN XIII di Jepara tahun ini diproyeksikan akan dihadiri oleh 400 peserta dari berbagai kalangan stakeholder pendidikan, mulai dari pendidik, kepala sekolah, pengawas, aktivis, hingga murid. Selain pemberian beasiswa, acara akan dimeriahkan dengan Bincang Pendidikan, Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, Kelas Kompetensi, Cerdas Cermat Guru, serta Pameran Karya Murid guna menyebarkan semangat merdeka belajar di Bumi Kartini.
Indria Mustika













