KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Indana Aziza Putri, mengingatkan bahwa negara memikirkan kesehatan masyarakat. “Ketika diminta melakukan cek kesehatan malah banyak warga yang tidak mau, karena takut ketahuan penyakitnya apa,” katanya.
Dia mengatakan hal itu dalam acara: Komunikasi, informasi dan edukasi, keamanan dan mutu alat kesehatan, pembekalan kesehatan rumah tangga. Acara itu digelar di Gedung Aspirasi Vita Ervina, Kabupaten Magelang, hari ini (Jumat, 22 Mei 26). Acara itu diikuti 400 orang warga Kecamatan Pakis, Tegalrejo, Candimulyo dan Sawangan.
Selebihnya di mengingatkan, jangan sampai kesempatan yang ada, tidak dimanfaatkan. Sebab dengan cek kesehatan gratis (CKG) bisa tahu apa yang terjadi pada tubuh kita. “Tidak
pernah cek, tahu-tahu ada gangguan,” katanya.
Maka, menurut dia, warga perlu tahu bagaimana cara mendapatkan pelayanan CKG. Melalui acara itu diharapkan ada kesadaran warga untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. Menurut dia, dari jumlah penduduk Kabupaten Magelang sekitar 1.337.411 jiwa, ada sekitar 350 ribu orang yang sudah melakukan CKG.
Alat Kesehatan
Agus Sutrisno juga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang
dalam kesempatan yang sama menguraikan tentang
apa saja alat kesehatan yang bisa dipakai di rumah. Misalnya Termometer, Oximeter (alat yang dijepitkan di jari tangan), juga kruk kaki. “Jangan terkurung pada alat yang ada di rumah sakit dan puskesmas saja. Di rumah juga perlu untuk membantu keperluan di rumah,” tuturnya.
Tetapi warga perlu tahu penggunaan dan batasan yang bisa dipakai di rumah. Cara
penggunaannya yang tepat. “Jangan sampai, yang satu sedang menyemprot nyamuk, yang satu sedang makan,” katanya.
Dia juga mengingatkan, penggunaan sabun pembersih piring. Misalnya saja, piring baru saja dicuci dengan sabun, kemudian digunakan untuk menyuguh tamu. “Sarana pembersih ada bahan kimianya. Sebaiknya setelah mencuci, tangan dan piringnya dibersihkan lebih dahulu,” ujarnya.
Alat kesehatan itu merupakan instrumen atau alat yang digunakan manusia. Misalnya cotton bud, tisu makan, tisu toilet, pembersih luka, maupun sabun detergen. Penanganan setelah pemakaian juga penting.
“Penyimpanannya harus dibedakan, yang untuk pembersih dan makanan. Takutnya ada kontaminasi atau ada kebocoran,” tandasnya.

Menurut dia, pentingnya disimpan secara aman, untuk menghindari risiko bagi anak. Misalnya anak minum detergen.
Diingatkan pula pentingnya membaca label di sebuah produk. Biasanya ada komposisi campurannya apa saja. “Setelah habis bisa langsung dibuang apa tidak. Label perlu diakrabi,” pintanya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, sebagai penyelenggara acara itu berharap, masyarakat harus mewaspadai atau bahkan sadar bahwa alat-alat kesehatan yang dipakai di rumah harus diperhatikan standarnya. Agar alat kesehatan di rumah benar-benar terjamin, sehingga barang yang dipakai di rumah tidak merusak kesehatan.
“Sebenarnya berbagai barang ada di sekitar kita, tapi kita tidak aware (menyadari). Padahal menyangkut soal kesehatan,” katanya.
Wakil rakyat dengan nama panggilan Mbak Vita, itu mengajak warga masyarakat untuk belajar bersama.
Semoga masyarakat menjadi paham bahwa di sekitar kita banyak yang perlu diperhatikan. Tak lain agar menunjang kesehatan di dalam rumah tangga, dan dalam keluarga.
Disebutkan, sabun deterjen untuk sarana kebersihan juga harus diperhatikan. Misalnya dijauhkan dari anak-anak. Hal seperti itu sejauh ini jarang yang memperhatikan.
Anggota DPR RI yang satu ini menegaskan, dia sudah berupaya mendorong masyarakat untuk
melakukan cek kesehatan gratis. Itu kan gratis untuk semua umur dan semua orang. Caranya tinggal datang ke Posyandu atau ke Puskesmas terdekat.
“Yang terjadi, masih banyak anggota masyarakat yang tidak
menyadari untuk memeriksakan kesehatannya. Padahal kalau mau memeriksakan kesehatannya, mereka
bisa mengantisipasi gejala-gejalanya, sehingga pola makannya, pola hidupnya bisa diubah agar kesehatannya bisa terjaga,” tuturnya.
Sebaliknya kalau tidak pernah mau CKG, tahu-tahu ternyata mengalami hipertensi atau darah tinggi. Maka dia berusaha mendorong masyarakat untuk mengikuti program
pemerintah yang sudah disediakan untuk cek kesehatan gratis, kapan saja dan di mana saja. “Minimal sekali dalam setahun,” harapnya.
Eko Priyono













