blank
Spanduk tuntutan Musorkablub KONI Kudus. foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Desakan Musorkablub KONI Kudus yang digulirkan Forum Pengkab Olahraga, terus menggelinding. Puluhan spanduk yang bertujuan untuk melengserkan Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin tersebut terpasang di berbagai titik kota kretek, Minggu (24/1).

Pantauan yang ada, spanduk tersebut diantaranya terpasang di depan Kantor KONI, kompleks GOR Wergu Wetan. Selain itu, di sejumlah lokasi strategis seperti panggung spanduk perempatan Pegadaian, Proliman, Sleko juga terpasang spanduk yang sama.

Spanduk yang bertuliskan ‘Musorkablub Harga Mati’ tersebut diperkirakan terpasang saat malam hari. Dalam spanduk juga tertera logo KONI Kabupaten Kudus.

Ketua Pengkab PBVSI Kudus, H Ridwan yang juga salah satu motor penggerak Musorkablub mengakui kalau spanduk tersebut memang dipasang oleh pihak Forum Pengkab Olahraga. Keberadaan spanduk tersebut dilakukan untuk menunjukkan ke publik bahwa desakan Musorkablub KONI Kudus merupakan kehendak mayoritas pelaku olahraga di Kudus.

“Ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku olahraga di Kabupaten Kudus sudah sepakat untuk melakukan Musorkablub mengganti Ketua KONI yang ada saat ini,”tandas Ridwan.

Ridwan menyebutkan, dengan atau tanpa persetujuan pengurus KONI, Musorkablub tetap akan digulirkan. Jika pengurus KONI tidak mau melaksanakan, forum Pengkab akan menggelar Musorkablub secara mandiri.

“Sesuai AD/ART, kami bisa menggelar Musorkablub mandiri. Apalagi, jumlah Pengkab yang mengusung Musorkablub sudah melebihi 2/3 dari jumlah Pengkab yang ada,”tukas Ridwan.

Baca Juga:

Lengserkan Ketua KONI Kudus, Musorkablub Harga Mati

Ketua KONI Sebut Desakan Musorkablub Tak Sesuai AD/ART

Ridwan menyatakan, alasan gerakan Musorkablub merupakan puncak kekecewaan dari para pengurus Pengkab. Selama ini kepemimpinan Antoni Alfin sebagai Ketua KONI dianggap gagal dalam menjalankan roda organisasi.

Selain tidak transparan dalam distribusi anggaran pembinaan, Antoni juga dianggap membawa kroni-kroninya untuk menjadi pengurus. Bahkan, kata Ridwan ada empat pengkab olahraga yang sengaja dibentuk dan diketuai satu keluarga.

Tempuh Jalur Hukum

Terpisah, Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin saat dikonfirmasi atas spanduk tersebut menyatakan keprihatinannya atas munculnya spanduk-spanduk tersebut. Apalagi, dalam sejumlah kesempatan Antoni telah menjelaskan aturan dan mekanisme Musorkablub yang diatur AD/ART.

“Ya prihatin saja, karena KONI adalah organisasi resmi dan legal yang semuanya ada mekanisme yang diatur dalam AD/ART,”kata Antoni.

Antoni juga mengatakan, spanduk yang terpasang menggunakan logo KONI Kudus. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bidang Hukum guna menentukan langkah hukum apa yang diambil.

“Dengan alasan apapun, pencantuman logo tersebut harus seizin kami sebagai pengurus sah KONI Kudus. Kami akan berkoordinasi dengan bidang hukum untuk menindaklanjuti persoalan itu,”ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, konflik KONI Kudus terus menggelinding. Puncaknya, Forum Pengkab menggulirkan mosi tidak percaya dan menuntut digelarnya Musorkablub untuk melengserkan Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin.

Tm-Ab