blank
Tiba di RS, Wiwik Rohyati langsung mendapat penanganan atas penyakit yang dideritanya. Foto: dok/ist

PEMALANG (SUARABARU.ID)– Wiwik Rohyati (50), wanita yang mengalami kelumpuhan, akhirnya bisa dirawat di Rumah Sakit dr Ashari, Pemalang. Warga RT 2 RW V Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang ini, Selasa (19/1/2021) siang dibawa ke RS setempat dengan menggunakan ambulans.

Seperti diberitakan SUARABARU.ID, Senin (18/1/2021), Seorang perempuan bernama Wiwik Rohyati (50) warga RT 2 RW V Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, hanya bisa tergolek lemah di ranjang, akibat penyakit yang dideritanya.

Akibat ketiadaan biaya, Wiwik hanya dirawat di rumah tanpa adanya pengobatan yang layak. Melihat kondisi itu, warga bersimpati untuk kemudian membantu menghubungi pihak RS, guna melakukan perawatan.

BACA JUGA : Kondisi Wiwik Rohyati Bikin Nangis, Butuh Bantuan Segera

Sekretaris Desa Losari, Ahmad Tohir menyebutkan, pihak desa telah memberikan bantuan dan pendampingan pada Wiwik Rohyati. Kami juga sudah berusaha membawa penderita ke RSUD dr Ashari Pemalang.

”Tunggakan BPJS sebesar Rp 2.800.000 sudah dibayar Pemerintah Desa, dan kami juga melalakukan pendampingan pada keluarganya,” kata Ahmad Tohir, didampingi Kasi Kesra Dian Mayasari, dan Kasi Pemerintahan Eka Redianingrum, Selasa (19/1/2021).

Disebutkan pula, keluarga tersebut yang terdiri dari suami, istri dan empat anak ini, sebenarnya juga sudah diberikan bantuan PKH dan BPNT. ”Keluarga ini tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI), JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan sekarang sedang diupayakan KIS (Kartu Indonesia Sehat),” tambahnya.

Dikabarkan pula, sekitar dua tahun lalu mereka telah mendaftar BPJS Mandiri, tetapi sayang tidak dilanjutkan setorannya. Namun kini sudah dibayar desa, dan sekarang sedang diurus agar bisa tercover semua melalui KIS dan PBI. Sehingga tidak terbebani iuran BPJS lagi,” sambung Dian Mayasari.

blank
Kondisi rumah Wiwik Rohyati yag sangat memprihatinkan, juga mendapat perhatian dari Pemerintah Desa. Foto: dok/ist

BACA JUGA : Sungai Sengon Meluap, Genangi 30 Ha Tanaman Padi dan Lingkungan Pemukiman

Sedangkan untuk perbaikan rumah, sudah diupayakan dengan bantuan dari PUPR. ”Untuk anak yang putus sekolah, akan diarahkan ke SKB dan gratis,” jelasnya.

Dimas Prayogi anak pertama Wiwik Rohyati menyampaikan, keluarganya sangat beruntung dengan adanya bantuan dan pendampingan dari Pemerintah Desa dan juga dinas terkait.

”Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang diberikan kepada keluarga kami. Terutama ibu saya, agar bisa segera sembuh,” ungkap Dimas, yang bekerja sebagai buruh bangunan ini.

Riyan-Sol