blank
Sebuah spanduk protes untuk Persiku yang pernah terpasang di JPO Alun-alun Kudus. foto:dok/Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Dana hibah KONI Kudus untuk Persiku sebesar Rp 800 juta di Perubahan APBD  2020, nampaknya belum jelas kapan cairnya. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengembalikan berkas dokumen pencairan yang telah diajukan oleh Disdikpora.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono menyebutkan, pengajuan pencairan anggaran hibah KONI untuk Persiku, diajukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga selaku OPD Terkait.

Hal ini dikarenakan pada Perubahan APBD 2020, telah ditetapkan KONI mendapat kucuran tambahan anggaran sebesar Rp 800 juta yang informasinya bakal diberikan ke tim Persiku sebagai tambahan dana pembentukan tim.

Namun, dari dokumen yang telah diajukan, saat ini dikembalikan lagi oleh BPKAD ke Disdikpora karena ada syarat yang kurang lengkap.

“Sudah ada pengajuan, tapi kami kembalikan karena dokumen yang diajukan belum lengkap,”kata Kepala  BPKAD Kudus, Eko Djumartono, Kamis (10/12).

Eko tidak menyebutkan apa kekuranglengkapan dokumen yang dimaksudkan. Namun demikian, Eko menegaskan pada prinsipnya pencairan hibah KONI yang berasal dari anggaran Perubahan APBD 2020, harus sesuai dengan proposal dan peruntukkannya.

“Jadi, kami mengecek apakah pencairan anggaran ini nanti sesuai dengan peruntukkan yang dimaksudkan dalam proposal serta hasil pembahasan di Badan Anggaran DPRD lalu,”ujar Eko.

Sulit Dicairkan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam pembahasan Perubahan APBD 2020 pada beberapa bulan silam, DPRD Kudus akhirnya menyetujui adanya tambahan alokasi anggaran bagi KONI bagi Persiku sebesar Rp 800 juta.

Padahal, sebelumnya Persiku sudah mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 900 juta. Dan berdasarkan keterangan manajemen, anggaran tersebut sudah habis untuk seleksi pemain.

Namun, di tengah proses pengajuan tambahan anggaran, ternyata muncul keputusan PSSI yang meniadakan Kompetisi Liga 3 tahun 2020. Alhasil, tim Persiku pun dibubarkan.

Atas kondisi etrsebut, menurut Eko, jika memang anggaran tersebut nantinya akan diberikan ke Persiku, bisa jadi pihaknya tak akan berani mencairkannya.

“Ya kalau proposalnya masih untuk pembentukan tim, tentu kami tidak akan berani mencairkan. Apalagi saat ini kompetisi Liga 3 tahun 2020 sudah resmi ditiadakan,”tandasnya.

Tm-Ab