Kenangan terakhir Djoko MP saat mengisi acara sosialisasi di SMK Muhammadiyah Purwodadi, beberapa waktu lalu. Foto : hana eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Berita duka datang menyelimuti jajaran KPU Grobogan. Komisioner divisi Hukum dan Pengawasan, Djoko MP dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (21/11/2020).

Djoko, begitulah sapaan akrabnya, meninggal dunia di RS Islam Purwodadi, pukul 17.42 WIB. Almarhum meninggal di usia ke 63 tahun.

Kabar duka ini tentu saja juga membuat shock seluruh jajaran KPU Grobogan, sahabat dan rekan sejawat. Hal itu seperti yang dirasakan Ketua KPU Grobogan, Agung Sutopo.

“Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun. Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Djoko MP, anggota komisioner KPU Grobogan. Beliau meninggal di RS Islam Purwodadi, pukul 17.42 WIB, Sabtu (21/11/2020) dalam usia 63 tahun, ” ujar Agung.

Agung tak menyangka, pria yang dinilai sangat periang itu pergi untuk selamanya. Bahkan, sosok Djoko MP baginya adalah figur yang selalu memberikan banyak petuah-petuah baik.

“Beliau orang baik, ramah, selalu ceria tapi sangat teliti. Karena usia lebih senior, beliau selalu memberikan kami cerita banyak hal dan yang membuat terkenang adalah, banyak petuah-petuah baik dari beliau,”  kenang Agung.

Sempat Bertemu

Djoko MP, sosok yang periang itu telah tiada. Foto : hana eswe.

Rasa kehilangan juga diungkapkan Suwiknyo. Pria yang menjabat sebagai Divisi Teknis Penyelenggaraan ini menggambarkan banyak kenangan sesaat sebelum almarhum meninggal.

“Jumat malam, saya masih ketemu beliau di kantor. Sempat ikut acara LPPDK sama saya di Solo. Saya kaget dapat kabar kalau beliau meninggal. Padahal, saya lihat beliau sehat-sehat saja kemarin,” jelas Suwiknyo.

Bendera setengah tiang dipasang di halaman KPU Grobogan. Foto : hana eswe.

Meski paling senior di jajaran KPU Grobogan, Djoko MP adalah komisioner KPU Grobogan yang usianya paling sepuh. Suwiknyo menilai, etos kerja yang tinggi dari sosok Djoko membuatnya terinspirasi.

“Walaupun sudah sepuh, beliau masih tinggi etos kerjanya, selalu semangat dan optimis. Kaget sekali secepat itu beliau pergi. Tapi itu semua sudah takdir. Tugas kita yang masih hidup mendoakan,” jelas Suwiknyo.

Hal yang sama diungkapkan komisioner divisi Data dan Informasi, M. Machruz. Baginya, sosok Djoko MP adalah pengayom dengan segudang pengalaman yang luar biasa.

“Beliau adalah sosok yang baik. Bisa mengayomi dengan segudang pengalaman yang luar biasa,” tambah Machruz.

Almarhum Djoko MP meninggalkan satu orang istri dan tiga anak. Rencananya, almarhum akan dimakamkan Minggu (22/11/2020).

Dalam suasana duka tersebut, bendera merah putih dikibarkan setengah tiang terlihat di Kantor KPU Grobogan. Hal tersebut untuk mengenang jasa-jasa Djoko MP semasa menjadi komisioner KPU Grobogan.

Selamat jalan, senior..

Hana Eswe-Wahyu