Presiden Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto (kiri), menerima hibah baju batik bersejarah dari Wawali Kota Surakarta, Purnomo, untuk koleksi Museum TitikNol Pasoepati.

SOLO (SUARABARU.ID) – ”Hari ini hari bersuka. Pak Wawali Solo Achmad Purnomo, menghibahkan baju batik tulis untuk Museum TitikNol Pasoepati,” ujar Mayor Haristatnto. Baju batik yang dihibahkan, memiliki nilai sejarah, karena pernah dipakai saat Wawali Purnomo hadir dan menyaksikan peresmian Stadion Manahan Solo yang dialkukan oleh Presiden Jokowi Tanggal 17 Pebruari 2020.

Presiden Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto, menyatakan, bisa jadi ini unik, karena saat itu Pak Wawali adalah satu-satunya tamu undangan yang mengenakan baju batik. Serah terima baju batik bernilai historis tersebut, berlangsung Kamis siang (19/11) di Balaikota Surakarta.

Mayor Haristanto, tokoh kreator penerima rekor dunia MURI ini, menyatakan, saat ini sudah terkoleksi tiga baju batik. Pertama dari Coach Persis Solo, Widyantoro. Kedua, dari pelatih kiper Persis Solo saat menukangi Persis 2017. Ketiga, baju batik dari Wawali Surakarta, Purnomo.

Motif Klasik
Baju batik yang dihibahkan oleh Wawali Kota Solo, Purnomo, ini memiliki motif klasik Parang Barong yang dikombinasikan dengan motif Kawung dan ada lukisannya burung (Kukila). Kata Mayor, ini batik kuno Danarhadi Ibu Asti museum batik kuno.

Sebelumnya, Mayor Haristanto, juga menerima hibah kaos jersey bernomor 20, dari Striker Legendaris Bambang Pamungkas.

Kata Mayor, respon cepat disampaikan oleh Wawali Surakarta, Purnomo. ”Rabu siang kemarin saya japri, beliau merespon untuk ambil di Kantor Balaikota,” jelasnya.

Museum TitikNol Pasoepati, membuka peluang kepada siapa pun untuk peduli menghibahkan sesuatu yang unik dan.bersejarah, yang ada kaitannya dengan kisah, cerita dan sejarah tentang persepakbolaan di Tanah Air.

Bambang Pur