blank
TP PKK dan LPM Kelurahan Kedungsari, Kota Magelang menyerahkan alat protokol kesehatan kepada salah satu kader Posyandu, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

MAGELANG (SUARABARU.ID) –  Guna menjaga kesehatan para kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) di 10 RW di wilayahnya, Tim Penggerak PKK dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kedungsari, Kota Magelang, membagikan alat protokol kesehatan (APK).

‘’Tujuannya untuk melindungi kesehatan para kader. Karena selalu berhubungan dengan masyarakat, sehingga kita  ikut bertanggung jawab menjaga kesehatan mereka,’’ kata Kepala Kelurahan Kedungsari, Kota Magelang, Nur Lamiah,  selaku pendamping TP PKK setempat, Selasa (1/9).

Alat protokol yang diberikan antara lain masker, handsanitizer, hasmat, face shield dan  thermogun. ‘’Masker bantuan dari TP PKK Kota Magelang dalam program gebrak masker beberapa waktu lalu. Sedang APD lainnya merupakan swadaya  masyarakat,’’ tuturnya.

Menurutnya, bakti sosial ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa beberapa waktu lalu dengan membagikan 320 paket sembako.

Dia mengemukakan, bantuan ini memang dikhususkan untuk kader posyandu, bukan untuk RW. Di musim pandemi Covid-19 ini, kader posyandu tetap aktif melakukan kegiatannya. ‘’Para kader yang aktif mendatangi para balita ataupun lansia, agar tidak terjadi kerumunan,’’ ujar Nur Lamiah.

Ketua LPM Kedungsari, Bambang Setyawan menambahkan, LPM selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan. Di era new normal atau kehidupan baru ini, semua warga tetap harus memakai masker. ‘’Juga harus selalu ingat untuk cuci tangan, jaga jarak dan memakai handsanitizer,’’ terangnya.

Dia mengakui, masih banyak warga yang belum taat protokol kesehatan. New normal dimaknai bermacam-macam oleh warga. Ada yang tetap patuh, namun ada juga yang tidak patuh seperti tidak pernah menggunakan masker bila bepergian.

‘’Kita bekerjasama dengan TP PKK terus berupaya menyadarkan masyarakat agar patuh protokol kesehatan. Salah satunya dengan memberi bantuan APD kepada kader posyandu,’’ ungkapnya.

Bambang menerangkan, Panitia Bulan Bakti Gotong Royong sengaja tidak dibubarkan. Karena di musim pandemi ini kegiatannya ditiadakan, dialihkan ke bakti sosial.

‘’Jadi Panitia Bulan Bakti Gotong Royong tidak di bubarkan hingga musim pandemi Covid-19 selesai. Kita akan terus bergerak membantu masyarakat,’’ tegasnya.

Disisi lain, Bambang menyayangkan masih adanya masyarakat yang pergi ke daerah zona merah. Padahal hal itu sangat berbahaya, sehingga pihaknya tidak segan untuk terus mengingatkan.

TP PKK dan LPM membagikan APD dengan cara mendatangi kader Posyandu di 10 RW secara langsung. Turut serta dalam aksi baksos ini, wakil Ketua TP PKK Kedungsari, Hindriyati dan kader lainnya.

Penulis  : pro/kotamgl

Editor    : Doddy Ardjono