blank
Gudang penggilingan padi yang terbakar menyisakan puing-puing bekas atap yang hangus. Foto : hana eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sebuah gudang tempat penggilingan padi dikabarkan hangus terbakar. Insiden tersebut terjadi di Desa Temon, Kecamatan Brati, Senin (17/8/2020) petang.

Dari informasi yang diperoleh, kebakaran menghanguskan gudang penggilingan padi milik Suwarjo (65), warga setempat. Hal tersebut dibenarkan Camat Brati, Joko Supriyanto.

Saat dikonfirmasi, pihaknya menjelaskan, insiden ini bermula saat Ngarjo (40), yang menjadi orang pertama mengetahui adanya kobaran api di gudang berbahan dinding batu bata dan atap terbuat dari kayu dengan ukuran gudang 14 m x 12m x 3,5 m. Kobaran api itu menjalar sampai ke atap.

Ngarjo langsung memanggil Sumardi (36), saudaranya dan kembali ke lokasi kejadian. Saat sampai di sana, kobaran api terus menjalar ke seluruh sudut gudang. Keduanya berteriak minta tolong.

blank
Petugas damkar melakukan pendinginan di gudang yang terbakar, di Desa Temon, Kecamatan Brati. Foto : hana eswe.

Warga yang mengetahui adanya insiden tersebut langsung melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Peristiwa ini juga dilaporkan ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan, Polsek Brati dan perangkat Kecamatan Brati.

Beberapa saat kemudian, petugas pemadam kebakaran sampai ke lokasi kejadian dan memadamkan api. Kobaran si jago merah tersebut akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu cepat.

Dikatakan Joko, tim Inafis Polres Grobogan bersama personel Polsek Brati langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai Rp 10 juta.

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Untuk kebakaran tersebut, berdasar olah TKP yang dilakukan kepolisian, disebabkan konsleting listrik,” jelas Joko, Senin (18/8/2020).

Di tempat tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa satu batang reng yang terbuat dari bambu dan kabel listrik sepanjang kurang lebih tiga meter. Barang-barang tersebut diduga menjadi penyebab konsleting listrik dari dalam gudang penggilingan padi tersebut.

Adanya kejadian tersebut, Joko mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat meninggalkan rumah, kandang atau gudang. Terlebih di musim kemarau ini.

“Kami imbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, apalagi saat ini musim kemarau. Kalau harus meninggalkan rumah, pastikan kompor sudah mati. Saat membuat bediang agar ditunggu sampai apinya padam. Jaringan kabel listrik di dalam rumah agar dirapikan dan menggunakan kabel atau material yang sudah SNI.”

“Anak-anak juga harus diperhatikan saat bermain. Diimbau agar mereka tidak main korek api atau kembang api sembarangan. Jangan menaruh obat nyamuk bakar atau lilin menyala di tempat yang mudah terbakar,” imbau Joko.

Hana Eswe-Wahyu