Bagikan
JELASKAN PROTEKSI KEMATIAN : Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiri di depan sebuah layar grafik "Goals of Community Mitigation" yang menjelaskan tentang proyeksi kematian warga akibat COVID-19 mencapai 1,5-2,2 juta orang tanpa intervensi dan 100 ribu - 240 ribu kematian dengan intervensi atas merebaknya virus Corona baru saat konferensi pers harian di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (31/3/2020) waktu setempat. Antara

WASHINGTON (SUARABARU.ID) – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Jumat melaporkan 239.279 kasus virus corona, naik sebanyak 26.135 kasus dari jumlah sebelumnya.

Sementara itu, jumlah kematian juga mengalami peningkatan 930, menjadi 5.443.

CDC melaporkan datanya mengenai kasus penyakit pernapasan yang disebut COVID-19, yang disebabkan virus corona baru, pada 2 April pukul 4 sore Waktu Timur dibanding jumlah pada hari sebelumnya.

Angka CDC tentunya tidak mencerminkan kasus yang dilaporkan dari setiap negara bagian.

Sebelumnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengantisipasi terjadinya lonjakan kematian akibat virus corona dengan menyiapkan kantong jenazah sebanyak 100.000 buah. Angka itu dihitung dari kemungkinan terburuk yang terjadi dalam dua pekan mendatang, yang oleh Presiden Donald Trump diramalkan akan menjadi dua pekan paling menyedihkan di Amerika Serikat di mana kemungkinan korban tewas akibat pandemi corona bisa mencapai 100.000 jiwa.

Saat ini Pentagon sudah menyimpan sebanyak 50.000 kantong jenazah yang disimpan di gudang untuk kepentingan korban perang prajurit AS.

Meningkatnya jumlah pasien terinfeksi corona di Amerika Serikat membuat otoritas di negara itu membangun ratusan rumah sakit darurat di taman-taman. Sebuah kapal rumah sakit yang dibangun dengan kapasitas 1.000 tempat tidur juga sudah dihadirkan di negara bagian New York– melewati sungai–yang bersebelahan dengan wilayah New Jersey.

Ant/Muha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here