Lomba Jurnalistik, Ganjar : Jurnalis Berperan Penting Menyampaikan Informasi
(ist./hms)

SEMARANG, SB.ID – Pemprov Jateng melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng mengumumkan pemenang lomba jurnalistik bagi wartawan di Gradhika Bhakti Praja, Rabu (30/10/2019) siang. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang lomba.

Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum menjelaskan, lomba yang dibuka mulai 1 Agustus 2019 dan ditutup pada 10 September 2019 terbagi menjadi empat kategori. Yaitu untuk wartawan tulis baik cetak atau online, televisi, radio, dan foto.

Ada tiga tema yang ditetapkan, “Kelola Sampah Plastik, Hindari Kerusakan Lingkungan, sebagai Daya Ungkit Ekonomi Masyarakat”, “Setahun Kepemimpinan Ganjar-Yasin”, serta “Desa Wisata dan Pengembangan Ekonomi Pedesaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Tak hanya itu saja, bagi juara pertama akan dikirim ke negara yang lebih maju dalam dunia jurnalistik untuk belajar manajemen pengelolaan media. Agar mereka bisa mengetahui bagaimana harus bersikap di era ketika media migrasi ke dunia digital.

“Tahun ini, pemenang akan mengikuti short course ke Singapura,” ungkap Riena.

Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan jurnalis memiliki peranan penting untuk menyampaikan berbagai macam informasi kepada masyarakat, dengan kemasan yang mudah dimengerti masyarakat.

“Saya punya keinginan bahwa Jawa Tengah difoto secara bulat. Kiri, kanan, depan, belakang, atas bawah, sehingga itu akan menjadi bagian visual gambar dari versi kamera jurnalis yang nantinya publik akan bisa mengerti secara perfect,” ungkapnya bersamaan dengan dialog “Ngopi Bareng Wartawan dan Gubernur”.

Diakui, saat ini pihaknya tengah gencar mendorong SKPD di Jawa Tengah agar aktif menyampaikan capaian kerja kepada masyarakat. Sehingga, publik mengetahui kinerja Pemprov Jateng dalam membelanjakan anggaran untuk pembangunan secara tepat.

“Yang nyinyir akan mengatakan ini narsis, tapi buat kami ini adalah akuntabilitas. Buat kami adalah edukasi agar apa yang kita kerjakan itu benar, duit rakyat digunakan cara mengerjakannya tidak keliru,” imbuhnya.

Gubernur berharap hadiah pelatihan di luar negeri akan menambah ilmu mengenai teknik jurnalistik, melainkan juga belajar tentang manajemen media. Dengan begitu dapat terus mengikuti perkembangan teknologi, khususnya dunia media massa yang mulai beralih ke media online dengan perkembangan pesat.