Bagikan
Bupati didampingi Ka Dinas Pendidikan Amin Hidayat dan juga perwakilan dari Penerbit Erlangga menerima pigura bergambar cover buku cerita rakyat Ajisaka. Foto: hana eswe

GROBOGAN – Sejarah Aji Saka menjadi perhatian salah satu penerbit buku ternama di Indonesia, Penerbit Erlangga. Tokoh cerita rakyat asal Kabupaten Grobogan ini dibukukan dalam bentuk cerita rakyat oleh penerbit tersebut.

Buku cerita rakyat Ajisaka ini kali pertama diluncurkan di tempat dimana pahlawan tersebut memperkenalkan aksara Jawa, yakni Kabupaten Grobogan, Kamis (28/2/2019) di Ballroom Firdausia Kyriad Grandmaster Hotel Purwodadi. Hadir dalam peluncuran buku tersebut, Bupati Grobogan Sri Sumarni yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Amin Hidayat dan jajaran FKPD dan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Sri Sumarni meminta sejarah-sejarah yang terjadi di Kabupaten Grobogan masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Beberapa contoh dikemukakannya antara lain Ajisaka dan Legenda Kerajaan Medang Kamulan.

“Grobogan ini kabupaten yang sarat sejarah. Beberapa sejarah kerajaan di Jawa Timur, Solo dan Yogyakarta jika ditarik ternyata tidak lepas dari Kabupaten Grobogan ini. Ajisaka ini juga berasal dari Grobogan dengan bukti-bukti adanya petilasan Ajisaka di sana,” katanya.

Sri Sumarni mengungkapkan, legenda-legenda yang sarat sejarah tersebut dapat diupayakan masuk ke dalam kurikulum pendidikan Kabupaten Grobogan. Dengan dimasukkannya ke kurikulum pendidikan, cerita rakyat ini diharapkan tidak tertelan zaman. Selain itu juga dapat membanggakan warga Grobogan.

“Saya tahu, legenda Ajisaka dan Kerajaan Medang Kamulan ini berkaitan dengan terciptanya aksara Jawa. Saya berharap dapat masuk ke dalam kurikulum. Selain itum aksara Jawa juga harus terus dilestarikan agar tidak ditelan perkembangan zaman. Apalagi saat ini zaman sudah serba canggih,” tambah perempuan asal Karangsari, Brati ini.

Kegiatan peluncuran buku ini dimeriahkan ketoprak yang dimainkan para siswa SDN 4 Purwodadi. Dalam ketoprak ini, mereka memainkan lakon cerita legenda Ajisaka. Penampilan ketroprak ini merupakan pertunjukan kali pertama yang dipertunjukkan SDN 4 Purwodadi. Hal tersebut dituturkan langsung Eko Setya, perwakilan Penerbit Buku Erlangga.

“Sebelumnya, belum ada kelompok pentas seni yang berani mengangkat cerita legenda Ajisaka ini,” pungkasnya.

suarabaru.id/hana eswe

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here