Bagikan
Selain pemanfaatan lahan untuk sayuran dalam pengelolaan Kampung KB Mandiri di Desa Purwosari, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, masyarakat setempat juga  memanfarkan lahan untuk bibit tanaman hias. Foto: Yon

TEMANGGUNG– Sebanyak tiga dari 64 Kampung Keluarga Berencana Mandiri yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung, saat ini menjadi  Kampung KB Mandiri percontohan.

“Ketiga Kampung KB percontohan tersebut yakni Kampung KB Purwosari, Kecamatan Kranggan, Kampung KB Klepu, Kecamatan Kranggan dan Kampung KB Purwodadi Kecamatan Tembarak,” kata  Kabid Pengendalian Penduduk (Dalduk) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Temanggung, Tri Agus Sutopo.

Tri Agus Sutopo mengatakan, dua dari tiga Kampung KB percontohan yakni Kampung KB Klepu dan Purwosari, Kecamatan Kranggan juga telah diteliti dari Puslitbang BKKBN RI yang dipimping Dr Rina Herartri dan  melihat secara detail mengenai pengelolaan kampung KB  beserta rumah datanya.

“Adapun materi penelitian  tersebut diantaranya bagaimana peran para kader desa, pusat informasi dan konseling remaja , kelompok bina  keluarga balita, kelompok bina Keluarga lansia, serta institusi masyarakat lainnya dalam memajukan kampung KB menjadi berdaya guna bagi lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, Kampung KB percontohan dirasakan perlu dibentuk sebagai model Kampung KB di setiap provinsi, dan kabupaten/kota sebagai rujukan bagi Kampung KB yang lain dalam menjalankan program dan kegiatan di Kampung KB-nya.

Sementara itu, Kepala Desa Purwosari, Kecamatan Kranggan, Slamet Prabowo mengatakan,  untuk membangung Kampung KB di Dusun Purwosari 2 yang dilakukan sejak April 2019, Pemerintah Desa Purwosari telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp25 juta, yang bersumber dari Dana Desa.
“Kami anggarkan di 2019 ini Rp25 juta dari Dana Desa, ditambah dengan dana swadaya dari warga. Dan, sambutan warga luar biasa, mereka juga ingin mengubah kampung mereka menjadi lebih bagus lagi,” katanya.

Ia menambahkan, dalam pengelolaan Kampung KB tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi dan pengendalian penduduk saja. Melainkan juga merambah soal pemberdayaan warga masyarakat setempat.

”Karena itu, selain upaya penyuluhan terkait keluarga berencana, kami juga rutin melakukan penyuluhan terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat dan juga hal-hal lainnya. Untuk akseptor KB di sini mencapai 85 persen,” tutur Slamet.

‎ Program Kampung KB yang dikembangkan di Dusun Purwosari tersebut juga menjalankan program mengubah lingkungan kumuh menjadi lingkungan yang nyaman dan aman . tetapi, hal itu bukan perkara yang mudah, butuh perjuangan keras.

Dengan kesabaran dan kerja keras seluruh lapisan masyarakat, akhirnya keinginan itu terwujud, dan bahkan Dusun Purwosari 2 ini dijadikan sebagai Kampung KB Mandiri.

Di antaranya, pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan lain di sekitar rumah digunakan untuk lahan  yang ditanami sayur-mayur dan juga tetumbuhan lainnya.

Selain pemanfaatan lahan untuk sayuran, juga terdapat lahan untuk pembibitan‎ tanaman hias. Di samping itu, juga terdapat pemberdayaan ekonomi masyarakat yakni  produksi gula semut, gula aren, produksi kopi dan  juga  batik khas desa setempat.

Suarabaru.id/ Yon

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here