Bagikan
SUKOHARJO : Saat atlet dayung Blora ngungsi TC Porprov Jateng XVI/2018 lalu di Waduk Mulur, Sukoharjo. Foto : Wahono

BLORA – Sejak turun di ajang Porprov Jateng XVI/2018 di Solo, puluhan atlet dayung Blora mengalami kendala latihan, karena venue tempat latihan mereka di Waduk Tempuran kering.

Keringnya waduk peninggalan koloni Belanda tersebut, karena sedang ada proyek perbaikan badan waduk, dan mengharuskan air di dalamnya harus dibuang (dikeringkan).

“Dari Porprov XVI di Solo,  atlet tidak bisa latihan maksimal, saat itu waduk kering karena kemarau, saat ini kering karena sedang ada proyek,” jelas Ketua Harian PODSI Blora, Sukiman, Senin  (14/1).

Selain itu, dua atlet dayung Blora yang dipanggil Pelatnas di Jawa Barat, terpaksa tidak bisa gabung dengan atlet nasional lainnya, keduanya memutuskan tidak berangkat lantaran merasa tidak siap.

Dua atlet tersebut, lanjutnya, Tri Digdo dan Agung (kayak), keduanya mendapat panggilan di Pelatnas, namun tidak berangkat karena kurang persiapan.

Ketidaksiapan Dikdo dan Agung S, selain terkendala latihan, dua atlet itu lebih mementingkan persiapan ikut tes calon anggota Polri, tambah Sukiman.

“Di Popnas 2018, keduanya meraih emas dari nomor kayak,” tambahnya lagi.

Latihan Fisik

Selain kedua atlet tersebut, puluhan atlet lainnnya juga terkendala latihan, mereka hanya latihan fisik dan tehnik di darat saja, karena air venue dayung kering.

Diakuinya, dengan keringnya venue dayung berdampak kurang bagus dengan perkembangan tehnik dan fisik atlet, karena latihan fisik di darat berbeda dengan latihan resmi di air, bebernya.

“Belum ada kejelasan dari operator Waduk Tempuran kapan proyek rampung, dan kembali terisi air,” kata Sukiman.

Pengurus PODSI Blora mengaku pusing atletnya tidak bisa latihan. Misal nanti ada dana dan kesempatan, atlet akan diajak latihan di Juwana atau venue lain di luar daerah, katanya.

Diberitakan sebelumnya, September 2018 menjelang perhelatan Porprov Jateng, seluruh atlet dayung (PODSI) Blora, ofisial, tehnisi dan peralatan, harus boyongan ke Sukoharjo untuk menjalani pemusatan latihan (TC).

Mereka ngunsi latihan di Waduk Mulur Sukoharjo, karena air Waduk Tempuran untuk venue (base camp) mereka airnya sangat minim, dangkal sehingga latihan tidak bisa maksimal.(suarabaru.id/wahono)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here