<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tukiman Tarunasayoga Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/tukiman-tarunasayoga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2022 00:37:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Tukiman Tarunasayoga Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bikin Marah, Ngabangke Kuping</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/19/bikin-marah-ngabangke-kuping</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2022 18:47:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[bola dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[paala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Tukiman Tarunasayoga]]></category>
		<category><![CDATA[unika]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=301246</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Akhirnya, kesebelasan negara Argentina juara dan peraih piala dunia 2022 Qatar. Muluskah memerolehnya? Tidak. Sangat berat dan berliku, termasuk keras juga permainannya baik sejak babak penyisihan sampai dengan final. Apakah semua sorak-sorak bergembira menyambut sang juara? Tidak juga, dan pasti ada saja yang masih marah, bahkan munculnya negara itu menjadi juara, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/bikin-marah-ngabangke-kuping">Bikin Marah, Ngabangke Kuping</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: right;"><strong>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga</strong></h4>
<figure id="attachment_301248" aria-describedby="caption-attachment-301248" style="width: 471px" class="wp-caption aligncenter"><img class=" wp-image-301248" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/3dtaruna-1.jpg" alt="" width="471" height="353" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/3dtaruna-1.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/3dtaruna-1-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/3dtaruna-1-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/3dtaruna-1-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 471px) 100vw, 471px" /><figcaption id="caption-attachment-301248" class="wp-caption-text">JC Tukiman Tarunasayoga</figcaption></figure>
<p>Akhirnya, kesebelasan negara Argentina juara dan peraih piala dunia 2022 Qatar. Muluskah memerolehnya? Tidak. Sangat berat dan berliku, termasuk keras juga permainannya baik sejak babak penyisihan sampai dengan final.</p>
<p>Apakah semua sorak-sorak bergembira menyambut sang juara? Tidak juga, dan pasti ada saja yang masih marah, bahkan munculnya negara itu menjadi juara, sangatlah mungkin ada saja pihak yang merasa kesebelasan itu <em>ngabangake kuping wae</em>; bikin marah saja.</p>
<p>Mengapa marah, mengapa telinga memerah; dan kepada siapa saja marahnya itu terlontar? Orang marah hampir selalu dalam posisi, pertama,  merasa sebagai pihak benar. Dalam konteks sepakbola piala dunia, pemain merasa dalam kondisi paling benar, dan wasit atau penjaga garislah yang salah sehingga “saya disemprit <em>offside</em>.”</p>
<p>Marahlah dia kepada wasit dan/atau penjaga garis. Kedua, orang marah karena merasa dicurangi atau disakiti oleh entah lawan entah kawan. Karena merasa dicurangi, marahlah. Ketiga, orang merah telingganya manakala merasa tersinggung, entah oleh perbuatan orang lain, perkataan, atau pun bahkan <em>gesture </em>tubuh pun bisa menynggung.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/12/11/ngabang-bironi-dalam-piala-dunia">Ngabang Bironi dalam Piala Dunia</a></strong></h4>
<p>Dan keempat, <em>bisa ngabangake kuping</em>, dapat menjadi marah, manakala apa yang diharap-harapkan tidak tercapai, apalagi ketidaktercapaiannya itu disebabkan oleh pihak lain.</p>
<p>Dalam konteks piala dunia, pemain-pemain kelas dunia memang terhitung jarang marah-marah kepada sesama pemian (sekalipun ia diganjal sedemikian keras). Luapan kemarahannya, seperti di atas sudah disebutkan, kepada wsit, penjaga garis, atau mungkin kepada pelatihnya.</p>
<p>Lain pemain klas dunia, lain pula pemain klas belum/bukan dunia, yang luapan kemarahannya, bahkan cenderung mau berantem antar sesame pemain kesebelasan Abang terhadap pemain kesebelasan Biru.</p>
<p>Bahkan pertandingan belum klas dunia semacam itu, sering melibatkan secara langsung penonton unutk ikut-ikutan marah, seolah-olah penonton menyatu marahnya dengan tim yang didukungnya.</p>
<p>Kecenderungan marah-marah semakin menjadi-jadi Ketika ada saling lempar atau saling kejar; sampai-sampai wasit pun bisa dikejar-kejar entah pemain entah pula penonton karena mereka merasa marah, <em>abang kupinge</em>.</p>
<p><strong><em>Ngabangke Kuping</em></strong></p>
<p>Ini sebuah <em>pocapan</em> namun “secara terselubung” dalam cara menyampaikan maksudnya. Kalau secara langsung kan bilang: “<em>Aku nesu lho iki,”</em> tetapi karena secara tidak langsung, maka ungkapan atau pocapannya menjadi: “<em>Mbok aja ngabangke kuping,” </em>tidak perlu bikin telinga merahlah. Jangan bikin marahlah.</p>
<h4><strong>Baca Juga:<a href="https://suarabaru.id/2022/12/04/dinggo-abang-abang-lambe"> (Dinggo) Abang-abang Lambe</a></strong></h4>
<p>Pertanyaannya sekarang, adakah tindakan sengaja yang dilakukan oleh  seseorang atau sekelompok agar <em>ngabangke kuping</em> “lawan politiknya?”  Jawabannya, amat banyak; dan karena dunia medsos itu tidak sepenuhnya transparan atau masih saja dapat menyelubungi, komentar atau cuitan yang <em>ngabangke kuping</em> sangat sering terjadi. Dan besar kemungkinannya hal itu disengaja.</p>
<p>Nah …. karena besar kemungkinannya ada unsur kesengajaan <em>ngabange kuping, </em>pandai-pandai sajalah menyikapi komen atau cuitan yang disampaikan secara langsung namun tidak bertatap muka semacam itu. Hadapilah dengan tenang dan dingin, karena semakin benar-benar merah kuping Anda, semakin senanglah dia atau mereka yang sengaja <em>ngabangke kuping</em> tadi..</p>
<p>Kembali ke pihak-pihak yang <em>abang kupinge</em> berhubung tidak dapat menjadi juara piala dunia, sebaiknya tidak perlu <em>ngabangke kupinge</em> sang juara. Artinya, orang atau pihak yang marah-marah tetap usahakan jangan justru memancing pihak lain <em>(ngabangke kuping</em>) untuk juga marah.</p>
<p>Estafet marah-marah atau kemarahan harus distop.  Mengapa? Kemarahan sering memancing kemarahan lain; <em>abang kupinge</em>  seseorang, jika tidak dikelola dengan penuh rasa sabar, sering memancing kemarahan pihak lain.  Maka harus distop.</p>
<p>&#8211;Selamat sang Juara&#8211;</p>
<h4><strong><em>(JC Tukiman Tarunasayoga, Ketua Dewan Penyantun Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, Semarang)</em></strong></h4>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/bikin-marah-ngabangke-kuping">Bikin Marah, Ngabangke Kuping</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Menikmati Tahapan Para Calon: “Adol Kondhang, Golek Linuwih, lan Katon Mumpuni”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/25/mari-menikmati-tahapan-para-calon-adol-kondhang-golek-linuwih-lan-katon-mumpuni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2022 14:51:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Capres]]></category>
		<category><![CDATA[cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Tukiman Tarunasayoga]]></category>
		<category><![CDATA[unika]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=280842</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga  Mari kita nikmati saja betapa saat ini mereka yang “dicapreskan” ataupun “dicawapreskan,” sedang nedheng-nedhenge (lagi semangat) menempuh jalan-jalan “adol kondhang, golek linuwih, lan katon mumpuni.” Namanya juga usaha, maka harus kita lihat sebagai hal yang sangat-sangat wajar saja, manakala dalam rangka mencari terkenal, menunjukkan kelebihannya, ataupun biar kelihatan bijaksana, para [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/25/mari-menikmati-tahapan-para-calon-adol-kondhang-golek-linuwih-lan-katon-mumpuni">Mari Menikmati Tahapan Para Calon: “Adol Kondhang, Golek Linuwih, lan Katon Mumpuni”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga</strong></h4>
<figure id="attachment_280847" aria-describedby="caption-attachment-280847" style="width: 320px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class=" wp-image-280847" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/6ctaruna1.jpg" alt="" width="320" height="240" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/6ctaruna1.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/6ctaruna1-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/6ctaruna1-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/6ctaruna1-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><figcaption id="caption-attachment-280847" class="wp-caption-text">JC Tukiman Tarunasayoga</figcaption></figure>
<p><strong> </strong>Mari kita nikmati saja betapa saat ini mereka yang “dicapreskan” ataupun “dicawapreskan,” sedang nedheng-nedhenge (lagi semangat) menempuh jalan-jalan “adol kondhang, golek linuwih, lan katon mumpuni.”</p>
<p>Namanya juga usaha, maka harus kita lihat sebagai hal yang sangat-sangat wajar saja, manakala dalam rangka mencari terkenal, menunjukkan kelebihannya, ataupun biar kelihatan bijaksana, para “calon” itu melakukan apa saja. Asal saja ingat satu hal seperti di akhir tulisan ini akan dijelaskan.</p>
<p><strong>Kondhang</strong></p>
<p>Kondhang ini maksudnya terkenal, dan ternyata agar orang menjadi semakin terkenal, ada  cara atau pun fase-fase yang harus ditempuhnya, berikut juga target waktu kapan keterkenalannya itu booming.</p>
<p>Itulah yang disebut pansos (panjat sosial) menurut bahasa medsos. Begitu pas/tepat panjat sosialnya, tiba-tiba saja seseorang menjadi kondhang. Dengan kata lain,  pinter-pinter mencari momentum adalah syarat mutlak seseorang segera menjadi terkenal; sebaliknya lamban memanfaatkan momentum, hilang pulalah kesempatan untuk terkenal.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/09/18/bergeserlah-cara-memaknai-gemblak-mesum-sedheng-lan-slingkuh">Bergeserlah Cara Memaknai Gemblak; Mesum, Sedheng, lan Slingkuh</a></strong></h4>
<p>Kondhang sebenarnya mempunyai tiga arti, yaitu (i) misuwur, yang sejak tadi disebut-sebut dengan terkenal itu; (ii) kalok, maksudnya gawe gumun, bikin orang tercengang dan lalu dengan cepat  mengenalnya; dan (iii) wuwuhan, rewang, pembantu. Seseorang disebut atau dapat menjadi kondhang ketika ia memang misuwur dan kalok tadi; entah wajahnya, entah suaranya cepat dikenal orang.</p>
<p><strong>Linuwih  lan Mumpuni</strong></p>
<p>Besar sekali atau cepat sekali peluang seseorang menjadi terkenal apabila ia memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan orang lain. Seorang dalang wayang kulit menjadi terkenal karena ia memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan dalang lainnya; misalkan kelebihan dalam kemampuan memainkan wayang (sabet), suara, lucunya, dst.</p>
<p>Itulah yang disebut linuwih, asal katanya luwih. Arti kata luwih ialah turah, berlebih; juga berarti punjul saka ing mesthine, yaitu ada sisa atau kelebihan dari yang seharusnya (standar); juga berarti ngungkuli, mengatasi atau lebih tinggi.</p>
<p>Jika kelebihan seseorang itu ada dalam hal ilmu pengetahuan (Jawa: kawruh), maka orang itu disebut linuwih, yaitu pinunjul ing kawruh, memiliki kehebatan atau kelebihan dalam hal ilmu pengetahuan.</p>
<p>Pada puncak seseorang berada dalam kondisi kondhang serta linuwih, dan hal itu dilihat atau disaksikan oleh mata kepala dan mata hati khalayak ramai; maka dari mulut ke mulut akan tersiarlah betapa si Badu, Suto, Noyo, ini memang benar-benar mumpuni.</p>
<p>Ada dua makna mumpuni yang sebaiknya dicermati masyarakat. Makna pertama, seseorang disebut mumpuni itu manakala ia darbeki, duweni, lan nguwasani tenan; maksudnya seseorang benar-benar memiliki atau betul-betul menguasai bidangnya. Pastilah seorang capres atau cawapres harus betul-betul teruji penguasaannya tentang kepemimpinan, kejujuran, integritas diri, dst. Bukan karbitan, contohnya.</p>
<p>Makna keduanya, seolah-olah semakin menukik dari makna pertama, mumpuni itu berarti seseorang harus pinter tenan ing sakehing kawruh; ia benar-benar pintar dalam berbagai ilmu pengetahuan. Orang semacam ini bukan saja orang karbitan, tetapi juga bukan orang yang “mendadak ketoke pinter,” orang yang mendadak kepinterannya.</p>
<p>Jadi, hai para calon atau yang dicalonkan: “Jika engkau benar-benar mau nyapres atau nyawapres, sebaiknya janganlah sekedar menempuh cara-cara (1) adol kondhang, yaitu berjualan seolah-olah dirinya itu terkenal; (2) golek linuwih, cari-cari atau memoles kelebihan diri; dan (3) katon mumpuni, seolah-olah terlihat arif, bijak, penyabar, pinter, dll.”</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/09/11/koruptor-itu-orangnya-korupsi-itu-tindakannya-pola-pikirnya-glathak-granyah-gragas-lan-srakah">Koruptor Itu Orangnya, Korupsi Itu Tindakannya, Pola Pikirnya: Glathak, Granyah, Gragas, lan Srakah</a></strong></h4>
<p>Mengapa jangan mengandalkan adol, golek, lan katon? Ketahuliah, kondhang, linuwih, lan mumpuni itu pasti muncul bukan tiba-tiba (mendadak), bukan karbitan juga. Ia harus asli, genuine, apa adanya, polos.”</p>
<p>Saat sekarang ini masyarakat sedang melihat itu semua, siapa saja yang benar-benar asli, polos, apa adanya dalam kehidupan sehari-harinya; siapa pula yang sebenarnya dipoles-poles, bahkan mungkin dikarbit agar cepat matang.</p>
<p>Dan satu pegangan etika yang perlu dijadikan senjata tempur Anda masing-masing para calon, ialah: Hindari dan karena itu janganlah main kasar dengan cara suka menuduh kepada pihak yang kauanggap rival.  “Ora slamet kowe” jika menebar tuduhan dan bersikap kasar terhadap pesaing.</p>
<p><strong>Selamat berjuang.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong><em>(JC Tukiman Taruna, Ketua Dewan Penyantun Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, Semarang)</em></strong></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/25/mari-menikmati-tahapan-para-calon-adol-kondhang-golek-linuwih-lan-katon-mumpuni">Mari Menikmati Tahapan Para Calon: “Adol Kondhang, Golek Linuwih, lan Katon Mumpuni”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Seperti Inilah, Pejabat Harus Berani Tega, Tegel, Teges, lan Tuntas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/04/saat-seperti-inilah-pejabat-harus-berani-tega-tegel-teges-lan-tuntas</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2022/09/04/saat-seperti-inilah-pejabat-harus-berani-tega-tegel-teges-lan-tuntas#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2022 15:04:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Tukiman Tarunasayoga]]></category>
		<category><![CDATA[unika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=276086</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Seperti apa sih kondisi zaman (baca Negara) saat ini? Sejumlah orang memang senang menggunakan kosakata “sedang tidak baik-baik saja,” seolah-olah hendak menegaskan bahwa kondisinya sedang tidak enak badan (sakit). Benarkah sedang sakit? Saya memberanikan diri menjawab, tidak! Kondisi zaman tidak sedang sakit, melainkan tetap dalam kondisi sehat, cuma memang harus tetap hati-hati [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/04/saat-seperti-inilah-pejabat-harus-berani-tega-tegel-teges-lan-tuntas">Saat Seperti Inilah, Pejabat Harus Berani Tega, Tegel, Teges, lan Tuntas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga</strong></h4>
<figure id="attachment_276090" aria-describedby="caption-attachment-276090" style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-276090" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/19itar2-400x281.jpg" alt="" width="400" height="281" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/19itar2-400x281.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/19itar2-150x105.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/19itar2.jpg 570w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-276090" class="wp-caption-text">JC Tukiman Tarunasayoga</figcaption></figure>
<p>Seperti apa sih kondisi zaman (baca Negara) saat ini? Sejumlah orang memang senang menggunakan kosakata “sedang tidak baik-baik saja,” seolah-olah hendak menegaskan bahwa kondisinya sedang tidak enak badan (sakit). Benarkah sedang sakit? Saya memberanikan diri menjawab, tidak! Kondisi zaman tidak sedang sakit, melainkan tetap dalam kondisi sehat, cuma memang harus tetap hati-hati dan waspada.</p>
<p>Justru karena dalam kondisi baik-baik saja inilah seruan dan ajakan “hati-hati dan waspadalah” menjadi sangat relevan, mengingat ajakan dan seruan itu menjadi nyata betapa orang sehat memang harus hati-hati dan waspada agar jangan sakit.  Seruan dan ajakan hati-hati dan waspada jelas tidak relevan bagi orang yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Logis kan?</p>
<p><strong>Tega lan Tegel</strong></p>
<p>Bagaimana halnya dengan kondisi para pejabat kita, apakah saat ini para pejabat kita dalam kondisi “sedang tidak baik-baik saja,” ataukah “dalam kondisi baik-baik saja?” Saya memilih jawaban terakhir, yakni “sedang dalam kondisi baik-baik saja,” namun mereka justru saat-saat inilah harus benar-benar tampil sebagai pejabat yang tega, tegel, teges, lan tuntas.</p>
<p>Mengapa? Kondisi “baik-baik saja” seperti ini justru layak kalau dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjukkan kualitas prima pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan Negara lewat sikap dan kebijakannya yang  <strong>&#8216;TEGAK LURUS&#8217;</strong>  dan karena itu harus tega, tegel, teges, lan tuntas dalam hal apa saja dan kepada siapa saja.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/08/28/berjaga-jaga-dan-waspadalah-banyak-sambang-sambu-lan-sambodana">Berjaga-jaga dan Waspadalah: Banyak Sambang, Sambu, lan Sambodana</a></strong></h4>
<p>Tega, kalau dalam bahasa Jawa dibaca seperti Anda mengatakan lima, singa, kaca; sedang dalam bahasa Indonesia tidak seorang pun mengalami kesulitan membaca tega, lima, singa, dan kaca. Arti tega ada lima, yakni (a) wis ninggal kadonyan, yaitu orang yang sudah selesai dengan dirinya dan meninggalkan hal-hal duniawi;</p>
<p>(b) Pandhita tapa, seorang pertapa karena memang sudah meninggalkan urusan duniawi tadi; (c) ora duwe owel, tidak pelit, tidak ada rasa eman-eman; (d) tanpa uwas sumelang, tidak ada rasa khawatir sedikit pun; dan (e) tanpa welas, yakni tidak ada rasa kasihan, ora gampang mesakake. Dalam konteks para pejabat, jadilah dan berjiwalah tega terutama ketika harus memutuskan masalah pelik yang terjadi.</p>
<p>Ada tega, ada tegel (bacalah seperti Anda mengatakan pecel) yang mirip-mirip artinya terutama dengan (e). Namun tegel ini lebih menyangkut perasaan hati, yaitu (i) ora wigih-wigih, tidak ada perasaan ini itu jika harus memutuskan “pecat” meski pun dia itu teman seangkatan, (ii) ora jijik, tidak merasa jijik; dan (ii) mentala, tidak terganggu oleh belas kasihan dalam arti mesakake. Di zaman serba canggih ini, tuntutan pejabat untuk mengambil kebijakan secara tega dan tegel justru menjadi sangat penting.</p>
<p><strong>Teges lan Tuntas</strong></p>
<p>Pejabat di tingkat mana pun akan mampu bersikap dan mengambil kebijakan secara teges dan tuntas manakala ia telah mampu melampaui tega lan tegel. Yakinlah tentang hal ini! Teges, bacalah seperti Anda mengucapkan tegel tadi, mengandung arti apa yang ia ucapkan itu bermakna, bernas/berisi, mantap, dan menunjukkan wibawa.</p>
<p>Maka makna teges juga terungkap dalam ucapan, kebijakan, atau pun keputusannya itu terang, cetha, gampang dingerteni; jelas dan mudah dipahami oleh siapa pun.  Supaya bisa teges, tidak jarang orang berusaha neges dahulu, yakni melakukan refleksi diri, doa khusuk secara khusus agar mendapatkan penerangan/pencerahan.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/08/21/mereka-sangat-menjengkelkan-publik-karena-dora-dorasembada-lan-doracara">Mereka Sangat Menjengkelkan Publik, karena: Dora, Dorasembada lan Doracara</a></strong></h4>
<p>Apabila pejabat dalam berkeputusannya (lebih-lebih ketika menghadapi masalah sangat pelik) telah mampu melewati tega, tegel, lan teges; maka tuntaslah sudah keputusannya nanti. Tuntas bermakna bermacam-macam, tetapi yang utama ialah (x) rampung, katekan kabeh, nganti rampung, artinya selesai secara mendasar, bukan hanya di permukaan saja; dan (xx) cetha sarta ganep anggone guneman, kabeh gagasan wis dilairake. Ini berarti semuanya sudah dijelaskan secara gamblang dan menyeluruh, tidak ada lagi yang tersisa atau ditutup-tutupi atau disembunyikan (lagi).</p>
<p>Jelaslah sudah wahai para pejabat, Anda didukung masyarakat dimana pun untuk membuat kebijakan dan keputusan (lebih-lebih di saat ada masalah-masalah pelik) kanthi tega, tegel, teges; dan itulah jalan terbaik untuk <strong>TUNTAS</strong>.</p>
<h4><em><strong>(JC Tukiman Taruna, Ketua Dewan Penyantun Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, Semarang)</strong></em></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/04/saat-seperti-inilah-pejabat-harus-berani-tega-tegel-teges-lan-tuntas">Saat Seperti Inilah, Pejabat Harus Berani Tega, Tegel, Teges, lan Tuntas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2022/09/04/saat-seperti-inilah-pejabat-harus-berani-tega-tegel-teges-lan-tuntas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berjaga-jaga dan Waspadalah:  Banyak Sambang, Sambu, lan Sambodana</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/28/berjaga-jaga-dan-waspadalah-banyak-sambang-sambu-lan-sambodana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2022 15:38:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sambo]]></category>
		<category><![CDATA[Tukiman Tarunasayoga]]></category>
		<category><![CDATA[unika]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=274285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Ketika saya menyiapkan naskah ini, ada sebuah bacaan yang menggelitik dengan topik “Berjaga-jaga dan waspadalah sebab kedatangan orang jahat atau kejahatan itu tidak dapat kita perkirakan.” Kata-kata itu segera mengingatkan kejadian dua minggu lalu yang menimpa istri seorang teman. Ia didatangi dua orang yang entah bagaimana rentetan ceriteranya, tahu-tahu ia kena [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/28/berjaga-jaga-dan-waspadalah-banyak-sambang-sambu-lan-sambodana">Berjaga-jaga dan Waspadalah:  Banyak Sambang, Sambu, lan Sambodana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga</strong></h4>
<figure id="attachment_274295" aria-describedby="caption-attachment-274295" style="width: 320px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class=" wp-image-274295" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/3dtaruna.jpg" alt="" width="320" height="240" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/3dtaruna.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/3dtaruna-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/3dtaruna-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/3dtaruna-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><figcaption id="caption-attachment-274295" class="wp-caption-text">JC Tukiman Tarunasayoga</figcaption></figure>
<p>Ketika saya menyiapkan naskah ini, ada sebuah bacaan yang menggelitik dengan topik “Berjaga-jaga dan waspadalah sebab kedatangan orang jahat atau kejahatan itu tidak dapat kita perkirakan.”</p>
<p>Kata-kata itu segera mengingatkan kejadian dua minggu lalu yang menimpa istri seorang teman. Ia didatangi dua orang yang entah bagaimana rentetan ceriteranya, tahu-tahu ia kena tipu jutaan rupiah hanya dalam tempo kurang dari setengah jam.</p>
<p>Zamannya memang rasanya semakin banyak sambang, sambu, lan sambodana. (Catatan: Inilah kekayaan dan kehebatan bahasa Jawa, ada saja ungkapan-ungkapan yang sangat pas dengan kondisi mutakhir).</p>
<p><strong>Sambang  </strong></p>
<p>Ada dua makna atas kata sambang ini, pertama, sambang berarti nganglang ing wayah bengi, yaitu orang berjalan (mungkin tanpa arah tujuan) di waktu malam hari. Mungkin dia melakukannya seraya nyenyuwun, menyampaikan permohonan kepada Tuhan; mungkin juga asal jalan saja.</p>
<p>Makna kedua, ialah lelara sing tekane dadakan sarta bebayani, yaitu sedang terjadi wabah penyakit yang tiba-tiba berjangkit dan berbahaya. Makna kedua inilah yang harus disikapi seraya berjaga-jaga dan waspada karena datangnya wabah penyakit berbahaya itu kita tidak tahu kapan, di mana dank arena apa. Contoh mutakhir katanya kita semua perlu berjaga-jaga dan waspada terhadap cacar monyet.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/08/21/mereka-sangat-menjengkelkan-publik-karena-dora-dorasembada-lan-doracara">Mereka Sangat Menjengkelkan Publik, karena: Dora, Dorasembada lan Doracara</a></strong></h4>
<p>Bagaimana cara terbaik berjaga-jaga dan waspada terhadap bahaya terserang cacar monyet? Selama pandemi Covid-19 lalu, warga masyarakat kita sudah terlatih, bahkan teruji untuk mampu mencegahnya.</p>
<p>Maka, dengan cara seperti itu pulalah cacar monyet rasanya dapat ditanggulangi, yaitu tetap terus terapkan pola hidup sehat (cuci tangan, pakai masker, dll) dan juga hindari kontak langsung dengan banyak orang. Penanggulangan dari sisi medis lainnya, kita tunggu saja penjelasan pihak berwajib.</p>
<p><strong>Sambu lan Sambodana  </strong></p>
<p>Kita perlu berjaga-jaga dan waspada juga terhadap adanya/munculnya sambu, yaitu pasti ada saja orang nylamur dadi telik. Itulah arti sambu, yaitu di zaman sekarang ini, amat banyak orang yang sering berlagak petugas atau orang penting; atau juga ada saja yang menyamarkan dirinya seolah-olah sebagai intel padahal itu semua dilakukan untuk berbuat tidak baik/jahat. Sementara itu, seraya berlagak sebagai “seseorang” itu ia/mereka dapat saja menempuhnya secara sambodana, yaitu berkata-kata manis, empuk, penuh iming-iming.</p>
<p>Sambodana menegaskan bahwa seseorang (mungkin saja berkelompok) menjalankan aksi tidak baiknya lewat bujuk rayu, secara lisan (ujar) menjelaskan sesuatu dengan sangat fasihnya. Istri teman yang kena tipu seperti contoh di awal tulisan ini, rasanya mewakili betapa ia kena sambodana, kena bujuk rayu lewat kata-kata atau ujaran manis menggiurkan.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/08/14/nestapa-dicopot-jabatannya-bombang-ora-bombong">Nestapa Dicopot Jabatannya: Bombang Ora Bombong</a></strong></h4>
<p>Mungkin ada yang tergelitik bertanya: Apakah contoh kasus Pak Sambo mirip-mirip dengan sambang, sambu, lan sambodana yang dijelaskan ini? Dalam konteks sangat luas lagi liar, mungkin saja dapat ditarik benang merah peringatan untuk semua pihak: Mari tetap berjaga-jaga dan waspada, karena kasus mirip-mirip Pak Sambo, semoga saja tidak menjadi wabah sing bebayani (sambang), dan juga tidak menyuburkan cara-cara sambu, apalagi sambodana.</p>
<p>Mari, tetap berjaga-jaga dan waspada.</p>
<h4><em><strong>(JC Tukiman Taruna, Ketua Dewan Penyantun Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, Semarang)</strong></em></h4>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/28/berjaga-jaga-dan-waspadalah-banyak-sambang-sambu-lan-sambodana">Berjaga-jaga dan Waspadalah:  Banyak Sambang, Sambu, lan Sambodana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Virtual Dinilai sebagai Terobosan Luar Biasa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/10/13/sekolah-virtual-dinilai-sebagai-terobosan-luar-biasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2020 06:49:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Grhadhika]]></category>
		<category><![CDATA[ganjar pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tukiman Tarunasayoga]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Katolik Soegidjapranata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=119313</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Keputusan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuat sekolah virtual untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah, diapresiasi pakar pendidikan. Mereka menilai, langkah Ganjar merupakan terobosan yang luar biasa untuk mengatasi persoalan bangsa. Pengamat pendidikan dari Universitas Katolik Soegidjapranata (Unika), Semarang, Tukiman Tarunasayoga mengatakan, langkah Ganjar harus diapresiasi dan harus disampaikan kepada masyarakat luas. Pasalnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/13/sekolah-virtual-dinilai-sebagai-terobosan-luar-biasa">Sekolah Virtual Dinilai sebagai Terobosan Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Keputusan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuat sekolah virtual untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah, diapresiasi pakar pendidikan. Mereka menilai, langkah Ganjar merupakan terobosan yang luar biasa untuk mengatasi persoalan bangsa.</p>
<p>Pengamat pendidikan dari Universitas Katolik Soegidjapranata (Unika), Semarang, Tukiman Tarunasayoga mengatakan, langkah Ganjar harus diapresiasi dan harus disampaikan kepada masyarakat luas. Pasalnya, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pendidikan anak-anaknya.</p>
<p>&#8221;Ini terobosan luar biasa dan patut diapresiasi. Saya sangat mendukung langkah ini. Sekolah virtual merupakan jalan keluar bagi anak-anak yang tidak bisa sekolah, karena persoalan biaya,&#8221; kata Tukiman, Selasa (13/10/2020).</p>
<p><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2020/10/13/ganjar-resmikan-sekolah-virtual-untuk-tekan-angka-anak-putus-sekolah/">Ganjar Resmikan Sekolah Virtual, untuk Tekan Angka Anak Putus Sekolah</a></strong></p>
<p>Dia menerangkan, hak pendidikan harus dimiliki setiap anak. Mereka yang masih berusia di bawah 18 tahun, hak mereka harus dipenuhi, termasuk hak memperoleh pendidikan.</p>
<p>&#8221;Apa pun yang terjadi, apakah tidak mampu atau karena faktor lain, pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhi hak pendidikan anak. Dan ini yang dilakukan Ganjar dengan membuat sekolah virtual ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Rektor Universitas Ivet Semarang, Prof Dr Rustono. Dia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Jateng menegaskan, tidak boleh anak-anak usia sekolah telantar hanya karena faktor ekonomi.</p>
<p>&#8221;<em>Alhamdulillah</em> ada gagasan membuat sekolah virtual ini. Dengan begitu, maka mereka mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak,&#8221; ucapnya.</p>
<p><strong>Perluas jangkauan</strong><br />
Masyarakat lanjut dia, pasti senang dengan kabar ini. Sebab, banyak masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya, hanya karena urusan biaya.</p>
<p>&#8221;Jateng daerahnya cukup besar, dan masih banyak yang memerlukan akses pendidikan. Untuk itu, saya harap sekolah virtual bisa dilanjutkan dan diperluas jangkauannya ke daerah-daerah terpencil,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebagai salah satu pihak yang ikut merancang sekolah virtual, Rustono menambahkan, anak-anak yang menjadi siswa sekolah virtual akan mendapat hak yang sama dengan siswa sekolah reguler lainnya. Sebab, mereka akan masuk dalam Dapodik sekolah negeri yang mengampu, yakni SMAN 3 Brebes dan SMAN 1 Kemusu Boyolali.</p>
<p>&#8221;Mereka terdaftar sebagai siswa, sehingga resmi. Lulusannya juga diakui dan mendapat hak yang sama, bisa bekerja atau melanjutkan kuliah. Semuanya sama, hanya saja metodenya yang berbeda, karena sekolah virtual ini lebih banyak daring dan sesekali tatap muka,&#8221; tukas dia.</p>
<p><em><strong>Hery Priyono-Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/13/sekolah-virtual-dinilai-sebagai-terobosan-luar-biasa">Sekolah Virtual Dinilai sebagai Terobosan Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>