<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tradisi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/tradisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 May 2026 06:41:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>tradisi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penuh Makna! Inilah Alasan Mengapa Tradisi Apitan Masih Jadi &#8216;Napas&#8217; Kehidupan Warga Grobogan Hingga Kini</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/10/penuh-makna-inilah-alasan-mengapa-tradisi-apitan-masih-jadi-napas-kehidupan-warga-grobogan-hingga-kini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 06:38:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Apitan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558816</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Di tengah arus modernisasi, masyarakat Kabupaten Grobogan masih memegang teguh kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Salah satu yang paling ikonik adalah tradisi Apitan. Bukan sekadar keramaian desa, Apitan menyimpan filosofi mendalam tentang keseimbangan alam dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Pemerhati budaya Grobogan, Muhadi, menjelaskan bahwa secara etimologi dan kalender, Apitan merujuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/10/penuh-makna-inilah-alasan-mengapa-tradisi-apitan-masih-jadi-napas-kehidupan-warga-grobogan-hingga-kini">Penuh Makna! Inilah Alasan Mengapa Tradisi Apitan Masih Jadi &#8216;Napas&#8217; Kehidupan Warga Grobogan Hingga Kini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Di tengah arus modernisasi, masyarakat Kabupaten Grobogan masih memegang teguh kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.</p>
<p>Salah satu yang paling ikonik adalah tradisi Apitan. Bukan sekadar keramaian desa, Apitan menyimpan filosofi mendalam tentang keseimbangan alam dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.</p>
<p>Pemerhati budaya Grobogan, Muhadi, menjelaskan bahwa secara etimologi dan kalender, Apitan merujuk pada bulan dalam penanggalan Jawa yang terletak di antara dua bulan besar penuh keberkahan, yakni bulan Syawal (Idulfitri) dan bulan Besar (Iduladha).</p>
<h6><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2026/05/10/jadi-ajang-unjuk-kreativitas-pelajar-fls3n-sma-smk-kabupaten-jepara-2026-digelar-di-tiga-lokasi">Jadi Ajang Unjuk Kreativitas Pelajar, FLS3N SMA/SMK Kabupaten Jepara 2026 Digelar di Tiga Lokasi</a></strong></h6>
<p>&#8220;Bulan ini disebut bulan &#8216;apit&#8217; atau kejepit. Dalam maknanya, posisi ini menjadi simbol ruwatan bagi masyarakat agar tidak terhimpit oleh kondisi alam, ekonomi, maupun lingkungan sosial yang menyulitkan,&#8221; ujar Muhadi, Minggu (10/5/2026).</p>
<h5 style="text-align: left;"><strong>Simbol Ruwatan dan Sedekah Bumi</strong></h5>
<p>Bagi warga Grobogan yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, bulan Apit diyakini sebagai momentum keberpencaran berkah.</p>
<p>Muhadi menegaskan, tradisi ini menjadi wujud kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga alam yang telah memberikan keberlimpahan pangan.</p>
<figure id="attachment_558818" aria-describedby="caption-attachment-558818" style="width: 681px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-full wp-image-558818" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0001.jpg" alt="" width="681" height="647" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0001.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0001-400x380.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0001-150x143.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-558818" class="wp-caption-text">Pemerhati budaya Jawa, Muhadi. Foto: Tya Widya/dok.</figcaption></figure>
<p>Dalam praktiknya, tradisi Grobogan ini sering diwujudkan dalam bentuk upacara Sedekah Bumi. Upacara digelar dengan menampilkan tradisi yang membuat masyarakat ikut khidmat di dalamnya.</p>
<p><strong>1. Gunungan Hasil Bumi:</strong> Melambangkan kemakmuran dan kekayaan tanah.</p>
<p><strong>2. Tumpengan:</strong> Simbol rasa syukur yang mengerucut kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p><strong>3. Penyembelihan Hewan:</strong> Seperti kerbau, yang dijadikan sesaji persembahan kepada Sang Pencipta agar masyarakat diberi kekuatan serta dijauhkan dari mara bahaya selama bulan Apit.</p>
<h5 style="text-align: left;"><strong>Tak Hanya di Daratan</strong></h5>
<p>Menariknya, Muhadi menambahkan bahwa semangat Apitan tidak hanya milik masyarakat agraris di daratan. Di wilayah pesisir Jawa Tengah, tradisi serupa dilakukan dengan sebutan Sedekah Laut.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2026/05/10/dari-lantai-tanah-menjadi-keramik-rumah-warga-puro-kini-lebih-layak-dan-nyaman">Dari Lantai Tanah Menjadi Keramik, Rumah Warga Puro Kini Lebih Layak dan Nyaman</a></strong></h6>
<p>Meski mediumnya berbeda—yakni hasil laut—esensinya tetap sama: ungkapan syukur atas rezeki yang melimpah dari perairan.</p>
<h5><strong>Melestarikan Warisan Leluhur</strong></h5>
<p>Pelestarian tradisi Apitan dinilai sangat krusial di era sekarang.</p>
<p>Selain sebagai identitas budaya, Apitan adalah bentuk penghormatan dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan yang diberikan kepada warga desa.</p>
<p>&#8220;Apitan mendidik kita untuk peduli pada alam. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita dari kesulitan hidup,&#8221; tambah Muhadi.</p>
<p>Hingga kini, perayaan Apitan di berbagai desa di Grobogan terus menjadi daya tarik wisata budaya.</p>
<p>Momentum Apitan ini sekaligus pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya nilai gotong royong dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/10/penuh-makna-inilah-alasan-mengapa-tradisi-apitan-masih-jadi-napas-kehidupan-warga-grobogan-hingga-kini">Penuh Makna! Inilah Alasan Mengapa Tradisi Apitan Masih Jadi &#8216;Napas&#8217; Kehidupan Warga Grobogan Hingga Kini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unik, Bodo Ketupat Digelar di Dusun Juwono Mangunharjo Tembalang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/05/unik-bodo-ketupat-digelar-di-dusun-juwono-mangunharjo-tembalang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 05:01:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[1 syawal]]></category>
		<category><![CDATA[Bodo Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Era Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat Subuh]]></category>
		<category><![CDATA[Status Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552427</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Dusun Juwono yang berlokasi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, memiliki beberapa tradisi unik yang tetap dilestarikan hingga era modern saat ini. Satu dari sekian tradisi itu, perayaan Bodo Ketupat (Lebaran Ketupat). Bodo Ketupat dirayakan warga Dusun Juwono, yang bermukim di wilayah RT 1, 2 dan 3, RW III, satu minggu setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/05/unik-bodo-ketupat-digelar-di-dusun-juwono-mangunharjo-tembalang">Unik, Bodo Ketupat Digelar di Dusun Juwono Mangunharjo Tembalang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dusun Juwono yang berlokasi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, memiliki beberapa tradisi unik yang tetap dilestarikan hingga era modern saat ini.</p>
<p>Satu dari sekian tradisi itu, perayaan Bodo Ketupat (Lebaran Ketupat). Bodo Ketupat dirayakan warga Dusun Juwono, yang bermukim di wilayah RT 1, 2 dan 3, RW III, satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1 Syawal. Bodo Ketupat tahun 1447 H ini, dirayakan pada Sabtu (28/3/2026) lalu.</p>
<p>Usai Shalat Subuh, semua warga tak membedakan status sosial, berbondong-bondong ke Mushala Baitussalam, dengan membawa aneka hidangan khas Lebaran seperti ketupat, lontong, opor, jajanan pasar dan beragam buah-buahan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/05/7-mahasiswa-ftik-universitas-semarang-jadi-bagian-tim-pengembang-blockchain-internasional">7 Mahasiswa FTIK Universitas Semarang Jadi Bagian Tim Pengembang Blockchain Internasional</a></strong></p>
<p>Tidak seperti perayaan Bodo Ketupat, masyarakat di Pantai Utara Jawa, yang diisi dengan beragam atraksi dan ritual di pantai, maka warga Dusun Juwono merayakannya dengan warna keagamaan.</p>
<p>Lantunan puji-pujian asrokol Maulid Nabi yang lebih dikenal dengan syair &#8216;Ya Nabi Salam &#8216;Alaika&#8217;, dilantunkan ibu-ibu dan pengurus takmir, mengawali perayaan kali ini.</p>
<p>Ketua Takmir Mushala Baitussalam, Ustad Abdul Kholil Kasturi, dalam sambutannya mengatakan, perayaan Bodo Ketupat merupakan tradisi masyarakat Dusun Juwono yang turun temurun, dan dilestarikan hingga saat ini. Tradisi itu tidak bertentangan dengan syariat, justru menguatkan nilai-nilai keimanan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/05/ribuan-peserta-ikuti-nafa-fun-bike-2026-rayakan-harlah-ke-69-yapi-nahdlatul-fata-petekeyan">Ribuan Peserta Ikuti  Nafa Fun Bike 2026, Rayakan Harlah ke-69 Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan ​</a></strong></p>
<p>&#8221;Warga yang belum sempat Ujung-ujung (berkunjung) ke tetangga, berkesempatan bertemu sambil membawa makanan ke lokasi, untuk dinikmati bersama. Sehingga, makna Idul Fitri kembali ke fitrah lebih terasa,&#8221; ujar Kasturi.</p>
<p>Sementara itu, Ustadz Saiful Amar dalam ceramahnya, menekankan urgensi silaturahmi dalam konteks hbungan antarmanusia dalam bermasyarakat. Menurut dia, silaturahmi merupakan bentuk hubungan antarmanusia, yang sangat dianjurkan sebagai wujud sunnah Rasul Muhammad SAW.</p>
<p>&#8221;Silaturahmi memiliki manfaat besar, baik secara spiritual maupun sosial-kesehatan. Dalam Islam, silaturahmi dapat melapangkan rezeki, memperpanjang umur, menghapus dosa, dan mendekatkan diri ke surga. Secara psikologis, silaturahmi mengurangi stres, meningkatkan imun tubuh, memperkuat tali persaudaraan, dan mencegah pikun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/05/minggu-paskah-di-pepanthan-mugassari-dari-deklarasi-syalom-hingga-berbagi-telur">Minggu Paskah di Pepanthan Mugassari, dari Deklarasi Syalom hingga Berbagi Telur</a></strong></p>
<p>Perayaan Bodo Ketupat ini diakhiri dengan doa untuk keselamatan dan keberkahan, yang dipimpin tokoh masyarakat, Ustad Djoko Sengoro, serta bersalam-salaman saling memaafkan dan makan bersama.</p>
<p>Meski Dusun Juwono merupakan area permukiman padat, yang berada di tengah kota, dekat dengan RSUD Wongso Negoro, Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dan Universitas Karya Husada, namun nuansa bermasyarakat ala pedesaan masih lekat.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/05/unik-bodo-ketupat-digelar-di-dusun-juwono-mangunharjo-tembalang">Unik, Bodo Ketupat Digelar di Dusun Juwono Mangunharjo Tembalang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ampyang Maulid Kudus, Tradisi Unik Rayakan Kelahiran Nabi Muhammad</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/07/ampyang-maulid-kudus-meriahkan-peringatan-maulid-nabi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 14:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[ampyang maulid]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[maulud nabi]]></category>
		<category><![CDATA[samani intakoris]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=494764</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Ribuan warga memadati kawasan depan Gapura Masjid Jami’ At-Taqwa, Desa Loram Kulon, pada Minggu (7/9/2025) untuk menyaksikan Festival Ampyang Maulid. Tradisi tahunan ini digelar dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan telah menjadi ikon budaya sekaligus religi masyarakat Kudus. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/07/ampyang-maulid-kudus-meriahkan-peringatan-maulid-nabi">Ampyang Maulid Kudus, Tradisi Unik Rayakan Kelahiran Nabi Muhammad</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Ribuan warga memadati kawasan depan Gapura Masjid Jami’ At-Taqwa, Desa Loram Kulon, pada Minggu (7/9/2025) untuk menyaksikan Festival Ampyang Maulid. Tradisi tahunan ini digelar dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan telah menjadi ikon budaya sekaligus religi masyarakat Kudus.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Birton, Ketua TP PKK Endhah Sam’ani Intakoris, serta Anggota DPR RI H. Musthofa.</p>
<p>Ampyang Maulid khas Loram Kulon ditandai dengan kirab gunungan berisi ampyang (kerupuk bulat warna-warni) serta aneka hasil bumi. Puncak acara ditandai dengan pembagian makanan kepada masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.</p>
<p>Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi tradisi ini dan menegaskan dukungan penuh Pemkab Kudus.</p>
<p>“Ampyang Maulid tidak hanya bernilai budaya dan religi, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif serta pariwisata daerah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengawal kelancaran acara ini,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengajak masyarakat untuk mengelola tradisi ini dengan baik agar semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan religi.<br />
“Mari kita menjadi tuan rumah yang ramah bagi wisatawan, sehingga Ampyang Maulid dapat menjadi kebanggaan Kudus,” tambahnya.</p>
<p>Anggota DPR RI, H. Musthofa, juga menegaskan konsistensinya mendukung tradisi ini.<br />
“Saya sudah menghadiri Ampyang hingga 18 kali, baik sebelum menjadi Bupati, saat menjabat, hingga kini di DPR RI. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga menjaga kelestarian Masjid Wali Loram Kulon serta memperkuat identitas Kudus sebagai pusat budaya Islam,” ungkapnya.</p>
<p>Festival tahun ini diikuti 50 kontingen, masing-masing beranggotakan 30–40 orang yang berasal dari pelajar, masyarakat, musala, hingga pelaku UMKM Loram Kulon dan Loram Wetan.</p>
<p>Selain kirab, perayaan juga dirangkai dengan Loram Expo 2025 pada 30 Agustus–5 September. Pameran ini menjadi wadah promosi produk UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.</p>
<p>Penjabat Kepala Desa Loram Kulon, Suharso, menegaskan bahwa Ampyang Maulid lebih dari sekadar acara tahunan.</p>
<p>“Tradisi ini menjadi media dakwah Islami, sarana melestarikan budaya, sekaligus mengangkat potensi pariwisata dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” tuturnya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/07/ampyang-maulid-kudus-meriahkan-peringatan-maulid-nabi">Ampyang Maulid Kudus, Tradisi Unik Rayakan Kelahiran Nabi Muhammad</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Program MBKM KKN USM Ajak Karang Taruna Jadi Pelestari Budaya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/24/mahasiswa-program-mbkm-kkn-usm-ajak-karang-taruna-jadi-pelestari-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 10:27:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[karang-taruna]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Gayamsari]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Kreator]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Platform Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Program MBKM]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=480803</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Program MBKM KKN Universitas Semarang (USM), di Kelurahan Gayamsari, menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk &#8216;Kreator Muda Kesenian: Menjaga Tradisi, Menyuarakan Budaya&#8217;. Dalam kegiatan ini, diikuti remaja Karang Taruna RW 3, Kelurahan Gayamsari, Semarang, Minggu (22/6/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat anak muda, dalam melestarikan budaya lokal, melalui platform digital secara kreatif dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/24/mahasiswa-program-mbkm-kkn-usm-ajak-karang-taruna-jadi-pelestari-budaya">Mahasiswa Program MBKM KKN USM Ajak Karang Taruna Jadi Pelestari Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Program MBKM KKN Universitas Semarang (USM), di Kelurahan Gayamsari, menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk &#8216;Kreator Muda Kesenian: Menjaga Tradisi, Menyuarakan Budaya&#8217;. Dalam kegiatan ini, diikuti remaja Karang Taruna RW 3, Kelurahan Gayamsari, Semarang, Minggu (22/6/2025).</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat anak muda, dalam melestarikan budaya lokal, melalui platform digital secara kreatif dan relevan.</p>
<p>Hadirkan dalam kegiatan ini, dua narasumber muda yang telah berkiprah sebagai pelestari budaya melalui konten digital, Ayang Fitrianti SS MIKom (Dosen Ilmu Komunikasi dan konten kreator), serta Tirta Wayono SE (konten kreator yang aktif di media sosial).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/23/usm-gelar-upacara-senat-terbuka-ini-pesan-rektor">USM Gelar Upacara Senat Terbuka, Ini Pesan Rektor</a></strong></p>
<p>Dalam sesi pembekalan dan diskusi interaktif, Ayang menyampaikan, pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya bangsa.</p>
<p>&#8221;Media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian. Kalian bisa jadi agen budaya lewat TikTok, Instagram, Youtube, selama tahu cara mengemas konten yang menarik,&#8221; kata Ayang.</p>
<p>Sementara itu, Tirta menekankan, kreativitas konten anak muda adalah kunci untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai dilupakan, apalagi dengan menggunakan aplikasi Capcut, yang sangat simple bagi Generasi Z saat ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/23/peringati-dies-natalis-ke-38-usm-gelar-pameran-exploreaction-di-cfd-jalan-pahlawan-semarang">Peringati Dies Natalis ke-38, USM Gelar Pameran EXPLOREaction di CFD Jalan Pahlawan Semarang</a></strong></p>
<p>&#8221;Jangan tunggu tua untuk cinta budaya. Justru di usia muda, kita punya energi dan daya jangkau luas, untuk memperkenalkan kekayaan lokal di aplikasi TikTok. Apalagi dengan menggunakan aplikasi Capcut yang sering kita gunakan,&#8221; ujar Tirta.</p>
<p>Kegiatan ini juga disertai dengan sesi praktik membuat konten singkat, bertema budaya lokal. Seperti video karawitan RW 03. Para peserta dibimbing langsung oleh narasumber, dalam proses perencanaan, pengeditan, hingga pengunggahan konten.</p>
<p>Dengan terselenggaranya acara itu, mahasiswa program MBKM KKN Kelurahan Gayamsari berharap, dapat menumbuhkan semangat baru di kalangan remaja, untuk menjadi kreator muda kesenian, yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga cinta akan budaya sendiri.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/24/mahasiswa-program-mbkm-kkn-usm-ajak-karang-taruna-jadi-pelestari-budaya">Mahasiswa Program MBKM KKN USM Ajak Karang Taruna Jadi Pelestari Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Balon Udara di Wonosobo, AirNav Indonesia Kampanyekan Keselamatan Penerbangan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/06/festival-balon-udara-di-wonosobo-airnav-indonesia-kampanyekan-keselamatan-penerbangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2025 09:03:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[AirNav Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[balon udara]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Balon Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=468410</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID)&#8211; Dalam rangka mendukung keselamatan penerbangan dan dengan tetap melestarikan tradisi budaya masyarakat setempat, AirNav Indonesia aktif mengampanyekan penggunaan balon udara yang ditambatkan, dalam Festival Balon Udara di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan Festival Balon Udara Ditambatkan itu berlangsung di 12 kecamatan, sejak Selasa-Minggu (1-6/4/2025), dengan puncaknya berlangsung di Alun-alun Pemkab Wonosobo, pada Minggu (6/4/2025) pagi. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/06/festival-balon-udara-di-wonosobo-airnav-indonesia-kampanyekan-keselamatan-penerbangan">Festival Balon Udara di Wonosobo, AirNav Indonesia Kampanyekan Keselamatan Penerbangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dalam rangka mendukung keselamatan penerbangan dan dengan tetap melestarikan tradisi budaya masyarakat setempat, AirNav Indonesia aktif mengampanyekan penggunaan balon udara yang ditambatkan, dalam Festival Balon Udara di Kabupaten Wonosobo.</p>
<p>Kegiatan Festival Balon Udara Ditambatkan itu berlangsung di 12 kecamatan, sejak Selasa-Minggu (1-6/4/2025), dengan puncaknya berlangsung di Alun-alun Pemkab Wonosobo, pada Minggu (6/4/2025) pagi.</p>
<p>Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt Avirianto Sutarno mengatakan, pihaknya aktif mengampanyekan balon udara yang ditambatkan sejak tahun 2017, di dua kota di Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo dan Pekalongan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/04/06/memeriksa-kesehatan-para-sopir-dan-cek-kondisi-kelaikan-kendaraan">Memeriksa Kesehatan Para Sopir dan Cek Kondisi Kelaikan Kendaraan</a></strong></p>
<p>&#8221;Di mana pelepasan balon udara pada bulan Syawal menjadi tradisi turun temurun. Langkah ini merupakan solusi inovatif, yang memungkinkan masyarakat tetap merayakan tradisi pelepasan balon udara, tanpa membahayakan keselamatan penerbangan,&#8221; katanya.</p>
<p>Capt Avirianto menambahkan, di atas langit Wonosobo dan Pekalongan terdapat jalur penerbangan tersibuk di Indonesia, yaitu jalur W45, yang terdapat ribuan penerbangan per harinya.</p>
<p>&#8221;Penerbangan balon udara bebas yang tidak dapat dikendalikan atau liar, bisa berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Karena balon dapat terbang hingga mencapai ketinggian jelajah pesawat, yaitu sekitar 30 ribu feet,&#8221; ujar dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/04/06/tradisi-baru-grebeg-ketupat-berlangsung-meriah">Tradisi Baru, Grebeg Ketupat Berlangsung Meriah</a></strong></p>
<p>Menurut dia, penggunaan balon udara yang ditambatkan memungkinkan masyarakat untuk tetap merasakan euforia tradisi, dalam bentuk sebuah festival. Di mana keindahan kreasi balon udara tetap dapat dinikmati, serta berdampak positif bagi perekonomian setempat.</p>
<p>Disebutkannya, yang terpenting, kegiatan balon udara yang ditambatkan tidak merugikan pihak lain, ataupun menimbulkan risiko bagi keselamatan lalu lintas udara. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan, Pemkab Wonosobo dan komunitas pecinta balon udara.</p>
<p>&#8221;Kami memahami pentingnya tradisi pelepasan balon udara bagi masyarakat Wonosobo. Karena itu, kami berupaya mencari solusi yang aman, dan tetap memberikan ruang bagi tradisi itu,&#8221; ujar Capt Avi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/04/06/as-naikkan-tarif-impor-china-hingga-34-picu-kekhawatiran-perang-dagang-global">AS Naikkan Tarif Impor China hingga 34%, Picu Kekhawatiran Perang Dagang Global</a></strong></p>
<p>Kementerian Perhubungan, sambung dia, telah menerbitkan aturan berupa Permenhub 40 Tahun 2018, tentang Penggunaan Balon Udara untuk Budaya Masyarakat, yang secara lengkap mengatur antara lain, ukuran balon, wajib ditambatkan, dan tidak boleh dipasang bahan yang mudah terbakar, seperti petasan atau tabung gas.</p>
<p>Ditambahkan Capt Avi, hingga Sabtu (5/4/2025), total Pilot Report (Pirep), yaitu terkait ditemukannya balon liar oleh pilot di lintasan pesawat, ada sebanyak 21 kali. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah 56 kali, kali ini jumlahnya sudah turun signifikan.</p>
<p>&#8221;AirNav Indonesia terus melakukan sosialisasi, serta memberikan panduan teknis terkait spesifikasi dan ketinggian maksimum balon udara yang diperbolehkan,&#8221; tegasnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/04/06/internet-sebagai-tulang-punggung-komunikasi-modern-sosial-bisnis-dan-global">Internet sebagai Tulang Punggung Komunikasi Modern: Sosial, Bisnis, dan Global</a></strong></p>
<figure id="attachment_468412" aria-describedby="caption-attachment-468412" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-468412 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-06-at-12.27.33.jpg" alt="" width="681" height="450" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-06-at-12.27.33.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-06-at-12.27.33-400x264.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-06-at-12.27.33-150x99.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-468412" class="wp-caption-text">Penerbangan balon udara dengan cara ditambatkan di Alun-alun Wonosobo tadi pagi. Foto: Muharno Zarka</figcaption></figure>
<p>AirNav Indonesia sendiri juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri untuk memastikan implementasi kebijakan ini berjalan dengan baik. Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan, demi keselamatan bersama.</p>
<p>&#8221;Saya juga berterima kasih kepada Pemkab Wonosobo, yang secara intens menghimbau masyarakatnya, untuk tidak menerbangkan balon liar. Tahun ini pemkab juga mengeluarkan surat edaran, terkait ketentuan dan larangan menerbangkan balon udara liar yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan,&#8221; ujar Capt Avi lagi.</p>
<p>Dia juga menyebutkan, AirNav Indonesia juga melakukan kampanye keselamatan penerbangan melalui program CSR di Wonosobo, untuk mendukung pengembangan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat setempat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/04/06/mengenal-tradisi-masyarakat-aboge-sukodono-dalam-menentukan-1-syawal-hingga-takbiran-dengan-nada-langgam-jawa">Mengenal Tradisi Masyarakat Aboge Sukodono dalam Menentukan 1 Syawal hingga Takbiran dengan Nada Langgam Jawa</a></strong></p>
<p>Program CSR Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia, berlangsung di Desa Khasanah, Wonosobo, yang mencakup dua program, Pelatihan Perancangan Motif Kain Batik dan Pewarnaan Batik dengan Warna Alam, serta Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM Kopi melalui Manajemen Cafe yang Efektif, Barista dan Coffee Brewing.</p>
<p>&#8221;Dengan adanya dukungan ini, diharapkan masyarakat dapat terus meningkatkan potensi ekonomi setempat, dan meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan yang produktif. AirNav Indonesia akan terus mendukung upaya pelestarian budaya, yang selaras dengan keselamatan penerbangan Nasional,&#8221; tukas Capt Avi.</p>
<p>Sedangkan Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro menjelaskan, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, merupakan lembaga dengan kepemilikan modal negara di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/04/06/erick-thohir-minta-timnas-u17-waspadai-yaman">Erick Thohir Minta Timnas U17 Waspadai Yaman</a></strong></p>
<p>&#8221;AirNav Indonesia didirikan pada 13 September 2012, berdasarkan amanat UU Nomor 1 Tahun 2009, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2012 tentang Perum LPPNPI,&#8221; terang dia.</p>
<p>Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav bertugas untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan di ruang udara Indonesia, dan sejumlah ruang udara negara lain yang berbatasan dengan wilayah udara Indonesia.</p>
<p>&#8221;Secara umum, AirNav mengelola ruang udara seluas 7.789.268 kilometer persegi. Luasan itu dibagi menjadi dua Flight Information Region (FIR), yang masing-masing dikelola pusat pelayanan lalu lintas udara di Jakarta dan Makassar,&#8221; paparnya.</p>
<p>Di ruang udara seluas itu, berdasarkan data tahun 2019 (sebelum pandemi covid 19), AirNav melayani rata-rata 6,125 pergerakan pesawat udara per harinya. Baik yang sifatnya take-off/landing, maupun penerbangan lintas (overflying) antarnegara.</p>
<p><em><strong>Muharno Zarka</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/06/festival-balon-udara-di-wonosobo-airnav-indonesia-kampanyekan-keselamatan-penerbangan">Festival Balon Udara di Wonosobo, AirNav Indonesia Kampanyekan Keselamatan Penerbangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolda Jateng, Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/02/tradisi-pedang-pora-warnai-penyambutan-kapolda-jateng-brigjen-pol-ribut-hari-wibowo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 08:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[kapolda jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pedang Pora]]></category>
		<category><![CDATA[Penyambutan]]></category>
		<category><![CDATA[polda jateng]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=428523</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Tradisi pedang pora mewarnai penyambutan Kapolda Jateng yang baru, Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo yang digelar mulai pintu gerbang hingga lobi Mapolda Jateng. Acara penyambutan dipimpin oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryo Nugroho, dan dihadiri jajaran PJU Polda Jateng serta anggota Bhayangkari, Jumat (2/8/2024). Dalam prosesi penyambutan dilakukan pengalungan bunga oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/02/tradisi-pedang-pora-warnai-penyambutan-kapolda-jateng-brigjen-pol-ribut-hari-wibowo">Tradisi Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolda Jateng, Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Tradisi pedang pora mewarnai penyambutan Kapolda Jateng yang baru, Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo yang digelar mulai pintu gerbang hingga lobi Mapolda Jateng.</p>
<p>Acara penyambutan dipimpin oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryo Nugroho, dan dihadiri jajaran PJU Polda Jateng serta anggota Bhayangkari, Jumat (2/8/2024).</p>
<p>Dalam prosesi penyambutan dilakukan pengalungan bunga oleh Wakapolda kepada Kapolda Jateng, Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo, diikuti penyerahan bucket bunga oleh Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah kepada Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah. Selanjutnya, Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo melewati gerbang pedang pora, sebuah tradisi yang melambangkan penghormatan dan penghargaan tinggi.</p>
<p>Usai prosesi pedang pora, Kapolda berjalan menuju lobi, melewati jajar kehormatan diiringi oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) dengan cucuk lampah wayang Gatotkaca dengan kekuatan dan keberanian.</p>
<p>Dalam sesi laporan kesatuan, Komjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan beberapa hal penting kepada Kapolda Jateng. Ia menekankan bahwa baik buruknya kesatuan ditentukan oleh sikap pribadi masing-masing anggota Polri di Jawa Tengah. Menurutnya, semakin baik sikap perorangan anggota, semakin baik kesatuan Polda Jateng secara keseluruhan.</p>
<p>Sementara itu Kapolda Jateng, Ribut Hari Wibowo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan yang diberikan seluruh jajaran. Ia menyatakan bahwa stabilitas kamtibmas selama kepemimpinan Komjen Pol Ahmad Luthfi aman dan kondusif.</p>
<p>&#8220;Stabilitas kamtibmas di Jawa Tengah selama kepemimpinan beliau (Komjen Pol. Ahmad Luthfi) aman dan kondusif, semua program yang sudah terlaksana dan yang baik akan saya teruskan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/02/tradisi-pedang-pora-warnai-penyambutan-kapolda-jateng-brigjen-pol-ribut-hari-wibowo">Tradisi Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolda Jateng, Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tari Geol Denok Gambarkan Kecantikan dan Kelincahan Seorang Perempuan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/13/tari-geol-denok-gambarkan-kecantikan-dan-kelincahan-seorang-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2024 05:38:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hobiku]]></category>
		<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[harmonis]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Kedondong]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Denok Semarangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Geol Denok]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Widya Tri Semar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=419735</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Bertempat di Taman Kedondong yang ada di Jalan Kedondong Dalam VI Lamper Tengah, Semarang, Selasa (11/6/2024), digelar sebuah acara budaya berupa pentas tari dengan nama Widya Tri Semar (Warisan Budaya Tari Semarangan). Menurut Ketua Panitia Widya Tri Semarang, Khresna Shafeirza A, acara ini merupakan bagian dari upayanya untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/13/tari-geol-denok-gambarkan-kecantikan-dan-kelincahan-seorang-perempuan">Tari Geol Denok Gambarkan Kecantikan dan Kelincahan Seorang Perempuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Bertempat di Taman Kedondong yang ada di Jalan Kedondong Dalam VI Lamper Tengah, Semarang, Selasa (11/6/2024), digelar sebuah acara budaya berupa pentas tari dengan nama Widya Tri Semar (Warisan Budaya Tari Semarangan).</p>
<p>Menurut Ketua Panitia Widya Tri Semarang, Khresna Shafeirza A, acara ini merupakan bagian dari upayanya untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Semarang kepada masyarakat luas. Khususnya pada tarian tradisional, yang menjadi ciri khas kota ini.</p>
<p>&#8221;Widya Tri Semar dirancang sebagai wadah untuk menampilkan berbagai tari Semarangan, yang kaya akan nilai seni dan sejarah. Salah satu tarian yang menjadi sorotan dalam acara ini adalah Tari Geol Denok, sebuah pengembangan dari Tari Denok Semarangan,&#8221; kata Khresna dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/6/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/06/13/muka-bus-remuk-bus-wisata-sekolah-kecelakaan-di-tol-semarang-abc-tembalang">Muka Bus Remuk, Bus Wisata Sekolah Kecelakaan di Tol Semarang ABC Tembalang</a></strong></p>
<p>Dijelaskan dia, Tari Geol Denok menggambarkan kecantikan dan kelincahan perempuan Semarang, dengan gerakan yang dinamis dan anggun. Tarian itu juga mencerminkan kehidupan sehari-hari, serta kearifan lokal yang ada di masyarakat Semarang.</p>
<p>Disampaikan juga, Tari Geol Denok merupakan hasil dari kreativitas para seniman tari, yang ingin memberikan sentuhan baru pada Tari Denok Semarangan. Dengan tetap mempertahankan esensi dan gerakan dasar yang ada pada tari tradisional, Tari Geol Denok menambahkan gerakan-gerakan modern, yang membuatnya lebih menarik bagi penonton masa kini.</p>
<p>&#8221;Gerakan yang lebih bervariasi dan musik yang lebih berirama, menjadikan tarian ini sebuah perpaduan yang harmonis antara tradisi dan perubahan,&#8221; sebut Khresna.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/06/13/mulai-dari-penjualan-seragam-smp-di-kendal-ombudsman-terima-10-aduan-soal-ppdb-sekolah-di-jawa-tengah">Mulai dari Penjualan Seragam SMP di Kendal, Ombudsman Terima 10 Aduan Soal PPDB Sekolah di Jawa Tengah</a></strong></p>
<figure id="attachment_419738" aria-describedby="caption-attachment-419738" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-419738 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240613-WA0023.jpg" alt="" width="681" height="409" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240613-WA0023.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240613-WA0023-400x240.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240613-WA0023-150x90.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-419738" class="wp-caption-text">Sejumlah pengisi acara melakukan foto bersama usai acara. Foto: dwiprie</figcaption></figure>
<p>Acara ini mencapai puncaknya, dengan penampilan memukau dari para penari Geol Denok, yang dibawakan sekelompok penari muda. Acara ini disambut dengan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, baik masyarakat umum maupun pecinta seni tari.</p>
<p>Selain pementasan tari, di acara ini juga menyediakan berbagai kegiatan edukatif, seperti pameran kostum tradisional, dan diskusi budaya. Para peserta terutama anak-anak dan remaja, diberikan kesempatan untuk belajar langsung dari para penari, tentang teknik dan filosofi di balik gerakan Tari Semarangan.</p>
<p>&#8221;Warisan Budaya Tari Semarangan bukan hanya sebuah acara, tetapi sebuah gerakan untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Semarang. Dengan menampilkan Tari Geol Denok dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, acara ini diharapkan menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya lokal,&#8221; harap Khresna.</p>
<p><em><strong>Dwi Prie</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/13/tari-geol-denok-gambarkan-kecantikan-dan-kelincahan-seorang-perempuan">Tari Geol Denok Gambarkan Kecantikan dan Kelincahan Seorang Perempuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Pekalongan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/16/begini-sejarah-tradisi-syawalan-di-pekalongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2024 05:53:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>
		<category><![CDATA[lopis raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[syawalan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409433</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kamu tentu sudah mengetahui tradisi Syawalan, yang dilakukan setiap hari ketujuh di bulan Syawal. Tradisi unik tersebut masih dilakukan hingga sekarang oleh warga Pekalongan. Salah satunya adalah tradisi merayakan Syawalan dengan lopis raksasa yang dilakukan di daerah Krapyak, Pekalongan. Sebenarnya, dari manakah tradisi ini berasal? Dikutip dari akun Twitter @kotabatik, dalam sejarahnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/16/begini-sejarah-tradisi-syawalan-di-pekalongan">Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kamu tentu sudah mengetahui tradisi Syawalan, yang dilakukan setiap hari ketujuh di bulan Syawal. Tradisi unik tersebut masih dilakukan hingga sekarang oleh warga Pekalongan.</p>
<p>Salah satunya adalah tradisi merayakan Syawalan dengan lopis raksasa yang dilakukan di daerah Krapyak, Pekalongan. Sebenarnya, dari manakah tradisi ini berasal?</p>
<p>Dikutip dari akun Twitter @kotabatik, dalam sejarahnya, orang yang pertama kali mempelopori Syawalan adalah KH Abdullah Sirodj, ulama Krapyak yang masih keturunan Tumenggung Bahurekso (Senopati Mataram).</p>
<p>Awalnya KH Abdullah Sirodj rutin melaksanakan puasa Syawal, yang kemudian diikuti masyarakat sekitar Krapyak dan Pekalongan. Sehingga meski hari raya, mereka tidak bersilaturahmi demi menghormati yang masih melanjutkan ibadah puasa Syawal.</p>
<p>Dalam ceritanya, usai shalat Ied, suasananya masih seperti Ramadan. Baru pada hari ke-8 Syawal, suasana lebaran benar-benar terasa. Yang menjadi khas dalam tradisi syawalan di Krapyak Pekalongan adalah disajikannya makanan berupa lopis. KH Abdullah Sirodj memilih lopis sebagai simbol Syawalan di Pekalongan karena terbuat dari beras ketan yang memiliki daya rekat yang kuat, yang menyimbolkan persatuan.</p>
<p>Alkisah, Presiden Soekarno datang dalam rapat akbar di lapangan Kebon Rodjo Pekalongan (sekarang Monumen) tahun 1950, beliau berpesan agar rakyat Pekalongan bersatu seperti lopis, sehingga warga Krapyak setiap Syawalan selalu memotong lopis.</p>
<p>Meski konon tradisi Syawalan sudah ada sejak tahun 1885, tradisi ini mulai dilakukan secara besar-besaran pada tahun 1950. Dengan memotong lopis berukuran besar oleh kepala daerah setempat.</p>
<p>Adapun proses memasak lopis raksasa butuh waktu 4 &#8211; 5 hari, dengan menggunakan dandang berukuran besar. Untuk memindahkannya, harus memakai katrol. Kemudian lopis raksasa tersebut dibagi-bagikan kepada siapa saja yang hadir.</p>
<p>Selain lopis raksasa, hal unik lain yang dilakukan warga Krapyak hingga kawasan Slamaran Pekalongan, mereka memberikan makanan ataupun minuman secara gratis bagi siapa saja yang bertamu ke rumah pada hari ketujuh Syawal.</p>
<p>Warga Pekalongan di beberapa kawasan lain juga merayakan Syawalan dengan menerbangkan balon udara. Tradisi balon udara ini konon merupakan tradisi keturunan orang Indo Eropa zaman dahulu yang bermukim di Pekalongan.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/16/begini-sejarah-tradisi-syawalan-di-pekalongan">Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Menghias Pohon Natal di Kampus UKSW Ini Menarik Perhatian Masyarakat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/25/tradisi-menghias-pohon-natal-di-kampus-uksw-ini-menarik-perhatian-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2023 10:54:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Menghias]]></category>
		<category><![CDATA[Perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[pohon natal]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390296</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU,ID) &#8211; Memasuki bulan Desember, atmosfer Natal sudah mulai terasa di banyak tempat. Tak ketinggalan di lingkungan kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Kampus yang salah satu gedungnya terletak di jalan protokol Salatiga ini, pada awal Desember sudah mulai dihiasi berbagai dekorasi Natal. Gedung fakultas, kantor direktorat bahkan di Gedung Administrasi Pusat atau GAP [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/tradisi-menghias-pohon-natal-di-kampus-uksw-ini-menarik-perhatian-masyarakat">Tradisi Menghias Pohon Natal di Kampus UKSW Ini Menarik Perhatian Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU,ID) &#8211;</strong> Memasuki bulan Desember, atmosfer Natal sudah mulai terasa di banyak tempat. Tak ketinggalan di lingkungan kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).</p>
<p>Kampus yang salah satu gedungnya terletak di jalan protokol Salatiga ini, pada awal Desember sudah mulai dihiasi berbagai dekorasi Natal. Gedung fakultas, kantor direktorat bahkan di Gedung Administrasi Pusat atau GAP suasana Natal kental terasa.</p>
<p>Pohon natal yang dihias berbagai rupa dengan hiasan lonceng, buah pinus, berbagai pita, tiruan salju dan beragam hiasan Natal lainnya tak pernah absen. Bahkan, oleh Campus Ministry, pusat kerohanian kampus, juga dijadikan sebagai salah satu cara memeriahkan momen Natal dengan menggelar lomba dekorasi Natal di kampus.</p>
<p>Menarik, hal ini tidak hanya dinikmati civitas academica UKSW saja. Di pintu masuk kampus UKSW di Jalan Diponegoro, pihak kampus UKSW memasang 2 pohon Natal ukuran besar, sehingga suasana kemeriahan Natal juga dapat dirasakan masyarakat umum.</p>
<p>Di malam hari, kedua pohon Natal tersebut menjadi semakin menarik dengan hiasan-hiasan lampunya. Pohon-pohon yang ada di sekitar gerbang kampus juga dihiasi lampu menambah kemeriahan Natal. Tak jarang mahasiswa ataupun warga yang melintas di Jalan Diponegoro berhenti sejenak untuk mengabadikannya dengan kamera foto, bahkan video.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/tradisi-menghias-pohon-natal-di-kampus-uksw-ini-menarik-perhatian-masyarakat">Tradisi Menghias Pohon Natal di Kampus UKSW Ini Menarik Perhatian Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagi-bagi Parsel Lebaran Ternyata Sudah Jadi Tradisi sejak Dulu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/21/bagi-bagi-parsel-lebaran-ternyata-sudah-jadi-tradisi-sejak-dulu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Apr 2023 07:58:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi bagi parcel]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Parcel lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=332064</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sudah menjadi tradisi umat muslim di Indonesia, saat merayakan Hari Raya Idul Fitri bagi-bagi parsel lebaran. Dilansir dari Suara.com, menurut Pengamat budaya dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, M.Hum mengungkapkan, tradisi berkirim parsel sudah ada sejak lama, tidak lepas dari kebudayaan Indonesia di masa lampau. “Tradisi memberi sesuatu bermula dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/21/bagi-bagi-parsel-lebaran-ternyata-sudah-jadi-tradisi-sejak-dulu">Bagi-bagi Parsel Lebaran Ternyata Sudah Jadi Tradisi sejak Dulu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sudah menjadi tradisi umat muslim di Indonesia, saat merayakan Hari Raya Idul Fitri bagi-bagi parsel lebaran.</p>
<p>Dilansir dari Suara.com, menurut Pengamat budaya dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, M.Hum mengungkapkan, tradisi berkirim parsel sudah ada sejak lama, tidak lepas dari kebudayaan Indonesia di masa lampau.</p>
<p>“Tradisi memberi sesuatu bermula dari persembahan kepada Adikodrati (religi prasejarah),” kata Agus, Jumat (21/4/2023).</p>
<p>Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, masyarakat Indonesia tidak asing dengan tradisi berkirim parsel. Parsel lebaran biasanya berisi berbagai macam makanan atau barang rumah tangga yang dikemas menarik untuk dikirim ke keluarga, kolega bisnis dan orang terdekat lainnya.</p>
<p>Beberapa tahun belakangan ini, istilah hampers lebih sering digunakan dan memiliki padanan yang mirip, yaitu bingkisan yang berisi berbagai hadiah.</p>
<p>Agus menjelaskan, kelompok masyarakat Indonesia pada masa prasejarah memiliki budaya yang sederhana, cara berpikir individu-individu di dalamnya tidak atau belum terlepas dari alam Adikodrati dan segala bentuk kekuatan Ilahi. Kekuasaan tertinggi terletak pada Adikodrati, yang dianggap sebagai pengatur jalannya kehidupan.</p>
<p>Oleh karena itu, masyarakat pada zaman itu selalu bersikap hormat untuk menjaga keselarasan kehidupan melalui sikap bijaksana dan religius. Sikap religius itu diwujudkan dalam bentuk konsep pemberian dalam masyarakat, misalnya dana religi atau uang yang sengaja disisihkan untuk kegiatan keagamaan, sumbangan upacara keagamaan, sedekah, dan hadiah.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, konsep pemberian dalam masyarakat semakin berkembang ke arah sisi sosial. Pada bagian itu, konsep pemberian memiliki beberapa bentuk, yaitu upeti atau pajak (bersifat wajib dan digunakan untuk kepentingan bersama), potlatch (upacara pemberian hadiah), penghargaan hingga oleh-oleh.</p>
<p>“(Tradisi memberi sesuatu) kemudian berkembang dengan bermacam fungsinya kepada sesama manusia, terutama dalam pergaulan sosial,” ujar Agus.</p>
<p>Pemberian parsel sebagai tradisi di Indonesia menjadi penting, terutama karena fungsi sosial di dalamnya. Agus mengatakan, hamper digunakan sebagai tanda keakraban, persaudaraan, mempererat tali silaturahmi, dan lainnya.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, tradisi berkirim parsel menjadi suatu hal yang wajar diberikan oleh siapa pun, terutama saat hari spesial seperti lebaran.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/21/bagi-bagi-parsel-lebaran-ternyata-sudah-jadi-tradisi-sejak-dulu">Bagi-bagi Parsel Lebaran Ternyata Sudah Jadi Tradisi sejak Dulu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>