<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thom Haye Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/thom-haye/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Nov 2024 06:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Thom Haye Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 10:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Calvin Verdonk]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…// (Sajak “Racikan Utama”, 2024) ITUKAH tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika starting [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-446956 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…//</em><br />
<strong>(Sajak “Racikan Utama”, 2024)</strong></p>
<p><strong>ITUKAH</strong> tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika <em>starting eleven</em>-nya? Selalu mencoba skema baru, untuk taktik baru, hingga laga menghadapi Jepang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, kemarin?</p>
<p>Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-4 itu, bagaimanapun mengetengahkan “wajah” terbaik tim nasional Indonesia dalam versi racikan <em>coach</em> STY.</p>
<p>Inilah <em>starting evelen</em> yang ditampilkan: Maarten Paes, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Kevin Diks, Thom Haye, Nathan Tjoe A-On, Calvin Verdonk, Yacob Sayuri, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen. Menjelang akhir laga, STY memasukkan Sandy Walsh, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, dan Marselino Ferdinan.</p>
<p>Kalau kita runut, pertandingan Grup C Pra-Piala Dunia Zona Asia di Qingdao, 15 Oktober lalu, dengan kekalahan 1-2 Pasukan Garuda, berujung pada banyak pertanyaan kepada <em>coach</em> Shin. STY dikritik tidak memiliki skema paten, sehingga belum mengetengahkan satu tim “pasti” yang dia andalkan.</p>
<p>Keputusan yang terkesan “eksperimental” itu memang tidak lepas dari kecenderungan kehadiran para pemain diaspora secara masif dalam setengah tahun terakhir. Ketika STY belum menemukan racikan skema paten, susul-menyusul pemain hadir, dengan potensi mengubah komposisi dan pilar di posisi tertentu.</p>
<p>Akibatnya, pemain yang semula sudah mematok tempat tertentu dalam tim, bisa saja harus bermain dari bangku cadangan. Kini, setelah pekan lalu Kevin Diks sudah mendapat kewarganegaraan dan mendapat tempat pertama di posisi bek sayap kanan, tampaknya arus pemain diaspora yang berpotensi memperkuat timnas belum akan berhenti.</p>
<p>Menjelang melawan Cina di kandangnya, pertengahan bulan lalu, kedatangan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders membuat STY melakukan perubahan taktik tim secara ekstrem dengan meminggirkan sejumlah pilar. Sebelumnya, perubahan juga dilakukan ketika Calvin Verdonk resmi mendapat kewarnegaraan Indonesia.</p>
<p><strong>Tim Inti</strong><br />
Benarkah STY belum punya tim yang betul-betul paten, termasuk ketika bertanding melawan Jepang di GBK kemarin malam?</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu berargumentasi, dia mengusung tim yang berbeda dengan melihat analisis terhadap cara bermain calon lawan, lalu kesiapan setiap pemainnya dari penilaian kebugaran paling aktual. Jadi bukan karena spekulasi sikap eksperimental. Menghadapi Arab Saudi di GBK 19 November nanti, bisa jadi skema STY juga akan berbeda.</p>
<p>Banyak yang menilai, gelombang kedatangan pemain naturalisasi membuat <em>coach</em> Shin masih belum punya skema inti yang sejauh ini bisa dia patenkan.</p>
<p>Sejak dimulai babak ketiga Pra-Piala Dunia 2024, sejumlah pemain diaspora diambil sumpah sebagai warga negara Indonesia. Dari September 2024, misalnya, kiper FC Dallas, Maarten Paes dipastikan bisa membela Tim Garuda. Beberapa bulan sebelumnya, Paes sudah menjadi warga negara Indonesia, namun masih harus berproses melewati perpindahan federasi.</p>
<p>Kiprah Paes langsung dirasakan ketika tampil menghadapi Arab Saudi di Jeddah. Dia menjadi pilihan utama, menggeser kiper utama sebelumnya, Ernando Ari Sutaryadi. Dalam laga melawan Arab Saudi dan Australia, Maarten Paes menambah kualitas pertahanan dengan visi penyelamatan-penyelamatan yang mantap dan mendatangkan rasa aman. Melawan Jepang, meskipun melakukan sekali blunder dengan melepas bola ke arah lawan dan menyebabkan gol ketiga, Paes tetap menjadi benteng akhir yang diandalkan.</p>
<p>Setelah Maarten Paes, menyusul hadir Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Keduanya terbilang pemain elite yang bermain untuk FC Twente di Eredivisie, dengan menit bermain yang cukup. Hanya, Reijnders belum tuntas unjuk kemampuan.</p>
<p>Shin Tae-yong langsung memberi kepercayaan kepada Hilgers dalam laga melawan Bahrain di Riffa dan menghadapi Cina di Qingdao, walaupun banyak yang mempersoalkan karena sebenarnya Hilgers belum masuk dalam pemahaman taktik dan strategi <em>coach</em> STY. Jadi lebih banyak karena kepercayaan pelatih atas kualitas tekniknya.</p>
<p>Ketika itu Thom Haye yang selama ini menjadi metronom diturunkan hanya sebagai pengganti, dan terbukti bisa mencetak satu-satunya gol melawan Cina. Ketika menghadapi Jepang, “Prof” Haye kurang maksimal di tengah kondisi lapangan yang berat karena hujan lebat.</p>
<p>Skema paten STY pun menjadi bahan sorotan. STY seperti dihadapkan pada realitas untuk menetapkan pilihan utama, misalnya antara Thom Haye, Ivar Jenner, Marselino Ferdinand, Ricky Kambuaya, juga kini Malik Risaldi. Padahal dari sisi kedalaman materi tim, keberlimpahan stok itu harusnya menjadi berkah tersendiri.</p>
<p><strong>Banyak Tambahan</strong><br />
Timnas Indonesia memiliki potensi pemain berkualitas yang bergabung sepanjang 2024. Jika dibandingkan dengan putaran final Piala Asia 2023 pada awal 2024 di Qatar, pasukan STY punya banyak tambahan kualitas pemain diaspora.</p>
<p>Mereka yang datang setelah putaran final Piala Asia U23 adalah Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, dan Calvin Verdonk. Padahal sudah ada Sandy Walsh, Shayne Pattinama, Ivar Jenner, Jordi Amat, Justin Hubner, Rafael Struick, Nathan Tjoe A-On, dan Elkan Baggot yang “diparkir” STY dalam beberapa bulan ini karena masalah disiplin.</p>
<p>Di antara deretan nama itu, pemain di luar diaspora yang bisa bersaing tercatat adalah Rizky Ridho, Marselino, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Egy Maulana Vikri, Malik Risaldi, dan Witan Sulaeman.</p>
<p>Wahyu “Hulk” Prasetyo, Muhammad Ferrari, Yacob Sayuri, Yance Sayuri, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, sejauh ini sulit mendapat tepmat. Sedangkan Dimas Drajat masih akan dilihat perkembangannya. Dia dinilai bermasalah dalam masalah temperamen ketika memperkuat klubnya di laga internasional.</p>
<p>Kedalaman skuad timnas memang memungkinkan Shin Tae-yong mengotak-atik tim terbaik, dengan tetap mengombinasikan pemain naturalisasi dengan realitas kualitas mereka, tentu dengan tetap memberi semangat kepada produk-produk Liga Indonesia untuk bersaing.</p>
<p>Seiring bergulirnya waktu, makin banyak kesempatan untuk meracik potensi-potensi itu ke dalam adonan yang makin kental dari waktu ke waktu. Mereka akan menyatu dengan kebersamaan yang terus teruji sesuai dengan visi taktik <em>coach</em> STY. Dan, pada saatnya pastilah akan muncul “tim paten” Shin Tae-yong, skema terbaik STY…</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tenga</em>h &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proyek Pemain Diaspora, dan &#8220;Sentilan&#8221; Merevitalisasi Liga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/05/proyek-pemain-diaspora-dan-sentilan-merevitalisasi-liga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2024 10:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=439492</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sudahkah kita berjalan ke arah yang benar?/ adakah yang harus diluruskan?/ tentu tak semudah itu meraih tujuan/ banyak pembenahan menantang/ untuk sampai ke kematangan// (Sajak “Jalan Panjang Tujuan”, 2024) TALKSHOW bersama pengamat sepak bola M Kusnaeni dan wartawan olahraga Darjo Soyat yang pekan lalu digelar RRI Semarang di Hotel Grand [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/05/proyek-pemain-diaspora-dan-sentilan-merevitalisasi-liga">Proyek Pemain Diaspora, dan &#8220;Sentilan&#8221; Merevitalisasi Liga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-439523 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sudahkah kita berjalan ke arah yang benar?/ adakah yang harus diluruskan?/ tentu tak semudah itu meraih tujuan/ banyak pembenahan menantang/ untuk sampai ke kematangan//</em><br />
<strong>(Sajak “Jalan Panjang Tujuan”, 2024)</strong></p>
<p><strong>TALKSHOW</strong> bersama pengamat sepak bola M Kusnaeni dan wartawan olahraga Darjo Soyat yang pekan lalu digelar RRI Semarang di Hotel Grand Candi, mengupas banyak hal tentang PSSI, tim nasional, pembinaan usia dini, kompetisi liga, dan dukungan infrastruktur.</p>
<p>Acara yang dipandu oleh presenter Roshia Martiningrum itu membedah berbagai pendapat tentang seberapa jauh perjalanan timnas yang kini sedang berjuang di putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2026 Zone Asia.</p>
<p>Secara kualitatif tersimpulkan, timnas yang sejak 2019 diasuh oleh Shin Tae-yong memang mengalami peningkatan, yang terbaca dari kenaikan peringkat FIFA, kini berada di kisaran 130.</p>
<p>Hanya, secara kuantitas, <em>coach</em> STY belum memberi trofi dari sejumlah <em>event</em> yang diikuti ketika mengarsiteki anak-anak Garuda.</p>
<p>Yang sangat terasa, dari sisi kualitatif, adalah kegairahan &#8212; dengan aksen penguatan budaya sepak bola &#8212; terutama apresiasi terhadap timnas; namun semua hal positif itu belum menghadirkan kenyataan bahwa Indonesia sudah benar-benar mampu mengatasi kemaharajaan Thailand dan Vietnam sebagai kekuatan utama Asia Tenggara.</p>
<p>Jadi, sebaiknya kita berpikir dalam pijakan realistis: jangankan bersaing di level Asia, penegasan menjadi “raja” Asia Tenggara juga belum, meskipun Malaysia kini sudah berada di bawah kita. Jalur pencapaiannya dimulai dari sini.</p>
<p><strong>Prioritas Langkah</strong><br />
Lalu apa yang harus diprioritaskan di tengah gairah PSSI menggunakan banyak pemain diaspora untuk meningkatkan standar timnas?</p>
<p>Dalam kondisi pro-kotra, kita harus sama-sama sepakat, proyek “naturalisasi pemain” itu bersifat jangka pendek. Yang justru harus dilakukan adalah merevitalisasi kompetisi liga agar mampu melahirkan pemain-pemain dengan kualitas setara dengan para pemain diaspora, yang rata-rata merupakan produk liga-liga Eropa.</p>
<p>Jika kompetisi liga bisa memunculkan kualitas pemain setara dengan Jay Idzes, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe A-On, atau Maarten Paes, tentu produk liga bisa bersaing untuk mendapatkan tempat sebagai <em>starter</em> di timnas.</p>
<p>Pertama-tama, liga harus dibenahi secara konsisten di semua sektor. Klub-klub memiliki pembinaan usia muda, dengan memiliki akademi, sehingga tidak harus bergantung merekrut pemain dari klub lain.</p>
<p>Revitalisasi kompetisi ini menyangkut faktor-faktor infrastruktur, manajerial klub, perwasitan, manajemen <em>sponsorship</em>, dan konsistensi kompetisi usia dini. Jika semua bisa dikelola dengan baik, maka liga bisa berharap melahirkan produk pemain dengan kesiapan fisik, teknik, dan mental yang dibutuhkan timnas.</p>
<p>Penggunaan pemain diaspora, pada sisi lain, adalah inspirasi “sentilan” untuk pembenahan kompetisi. Jadi hanya merupakan pilihan pemicu jangka pendek.</p>
<p><strong>Pemerintahan Prabowo</strong><br />
Peralihan penyelenggaraan negara dan pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto pada akhir tahun ini juga kita harapkan melanjutkan kegairahan bersepak bola, yang tentu harus bertopang pada keseriusan mengelola liga.</p>
<p>Di bawah PSSI dan ketua umumnya, Erick Thohir, sejauh ini pilihan visi ke proyek pemain diaspora telah menerbitkan harapan baru. Tentu harus disusul dengan topangan syarat orientatif berupa kompetisi liga yang memadai.</p>
<p>Bukankah atensi ke liga dan timnas, adalah medium sexy dan menyentuh hati rakyat?</p>
<p>Sepak bola adalah representasi rasa yang paling mudah menggugah dua keping jiwa, antara bangga dan kecewa; dan jika hasilnya nanti memuaskan, tentu mudah membayangkan seperti apa euforia sepak bola yang bakal membuncah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/05/proyek-pemain-diaspora-dan-sentilan-merevitalisasi-liga">Proyek Pemain Diaspora, dan &#8220;Sentilan&#8221; Merevitalisasi Liga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=420045</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;// (Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024) KEBANGGAAN apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-420058 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024)</strong></p>
<p><strong>KEBANGGAAN</strong> apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026?</p>
<p>Boleh jadi, kita akan sama-sama mengepalkan tangan, “Ayo, sedikit lagi&#8230;!”</p>
<p>Atau Anda mengungkapkannya dengan menggeretakkan gigi, “Kapan lagi kalau tidak sekarang?”</p>
<p>Jalan memang masih panjang membentang. Kemenangan 2-0 atas Filipina di Stadion GBK Jakarta, 11 Juni lalu memastikan tim racikan Shin Tae-yong itu menjadi <em>runner up</em> di bawah Irak. Dan, suka atau tidak suka, kita menampilkan tim terbaik dengan mayoritas pemain produk naturalisasi yang menjadi pilar baru tim nasional.</p>
<p>Soal “nyaris”, pasukan Sinyo Aliandoe juga pernah hampir menembus tirai sakral Piala Dunia 1986, namun di babak kedua Subgrup IIIB Asia Timur, dalam laga tandang dan kandang kalah 0-2 dan 1-4 dari Korea Selatan, yang akhirnya menjadi salah satu wakil Asia.</p>
<p>Herry Kiswanto, Elly Idris, Rully Nere, Bambang Nurdiansyah, Ristomoyo, Marzuki Nyakmad, Hermansyah, Aun Harhara, dkk tampil impresif dan menjadi juara dalam penyisihan subgrup yang juga dihuni India, Thailand, dan Bangladesh. Ingar-bingar kebanggaan terhadap timnas betul-betul kita rasakan pada 1985.</p>
<p><strong>Gol Thom Haye</strong><br />
Tendangan eksotik sang metronom Garuda, “Prof” Thom Haye ke gawang Filipina, yang dilengkapi gol sundulan Rizky Ridho, akhirnya menjadi pembeda; menguatkan realitas betapa penting keberadaan para pemain naturalisasi dalam barisan timnas.</p>
<p><em>Coach</em> STY menurunkan mayoritas pemain keturunan dalam laga tersebut. Hanya Ernando Ari, Muhammad Adisatriyo, Asnawi, Rizky Ridho, dan Marselino Ferdinand yang dimainkan. Pratama Arhan menggantikan debutan &#8212; Calvin Verdonk di babak kedua.</p>
<p>Indonesia memiliki alternatif banyak pemain yang setara, dan sekarang dengan tambahan pendatang baru Verdonk, STY tinggal menskemakan taktik sesuai kebutuhaan. Dari Jay Idzes, Justin Hubner, Nathan Tjoe A-On, Shayne Pattinama, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Rafael Struick.</p>
<p>Dari Liga 1, STY masih memiliki materi rotasi substitusi seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, M Dimas Drajat, Yacob Sayuri, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Pratama Arhan, Muhammad Ferrari, Adam Alis, dan Malik Risaldi.</p>
<p>Progres naturalisasi pemain ini boleh dilihat sebagai ungkapan “ketidaksabaran” Indonesia (dalam hal ini PSSI) dalam menunggu stabilitas kompetisi liga dalam memproduksi pemain-peman yang betul-betul layak bersaing di era kompetisi global sekarang.</p>
<p>Ada yang menyarankan agar timnas menggunakan hanya 60 persen pemain naturalisasi, dan yang 40 persen tetap produksi Liga 1. Namun kenyataan bahwa yang mendapat paspor Indonesia adalah pemain-pemain dengan darah Indonesia, sejatinya sudah menyiratkan jawaban, bahwa ini adalah “hak” anak bangsa yang akhirnya memilih kewarganegaraannya, dan mengambil kesempatan menentukan akan membela timnas sepak bola negara mana sesuai dengan paspor yang dia kantungi.</p>
<p>Polemik dan opini semacam itu saya perkiraan masih akan terus berlanjut, dan kondisi itu sebenarnya sehat untuk mendorong memperkuat stabilisasi kompetisi liga kita, yang diakui atau tidak, memang masih mengetengahkan banyak masalah terkait dengan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitasnya.</p>
<p><strong>Impian-impian</strong><br />
Impian, yang menjadi dambaan timnas sepak bola negara mana pun, bisa diduga mewujud dalam angan-angan: bagaimana bisa tampil di putaran final Piala Dunia dan Olimpiade.</p>
<p>Pergulatan setiap negara lewat kualifikasi di setiap zona begitu riuh, dan setiap empat tahun sekali Indonesia juga ikut larut dalam suasana demikian.</p>
<p>Bermimpi, dan terus bermimpi.</p>
<p>Kita tidak bisa membayangkan, apakah pola dalam program naturalisasi pemain ini akan dipolakan dalam pembangunan timnas kita yang mengikuti irama sepak bola global dan realitas keniscayaan diaspora yang makin banyak, atau bakal ada saat ketika titik pembinaan lebih memercayai kompetisi liga sebagai sumber timnas.</p>
<p>Saya kira kedua-duanya memiliki keabsahan argumentasi yang sama. Terus berada dalam proyek naturalisasi dengan rel dan regulasi internasional sendiri, dan serius meng-<em>up grade</em> kompetisi hingga ke titik dapat memperkuat kebutuhan pemain timnas.</p>
<p>Juga perlu, memperkuat jaringan pemasaran pemain untuk bisa ditoleh dan diminati oleh liga-liga <em>abroad,</em> seperti perjalanan karier Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Egy Maulana Virki, Saddil Ramdhani, dll.</p>
<p>Saya tidak hendak membicarakan tentang kelanjutan peluang lolos ke Piala Dunia setelah Tim Garuda bisa masuk ke fase ketiga kualifikasi. Yang ingin saya kedepankan sebagai bahasan pekan ini adalah, bagaimana kita “merawat impian” dengan memperkuat indikator-indikator untuk menjadikan impian itu sesuatu yang realistis, logis, dan bisa dipertanggungjawabkan&#8230;</p>
<p>Tak pula keliru jika saya mengucapkan selamat kepada Asnawi Mangkualam cs atas babak baru perjuangan yang telah menanti&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edo Febriansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[INDRA SJAFRI]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407030</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;// (Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024) SEPERASAAN saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-407032 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPERASAAN</strong> saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 Maret kemarin.</p>
<p>Dari determinasi, konfidensi, kemantapan transisi, kreativitas, kecepatan pengambilan keputusan, hingga pemanfaatan peluang.</p>
<p>Bukan hanya lantaran Asnawi Mangkualam dkk menang atas Vietnam di kandangnya untuk menyamai catatan 20 tahun silam, lebih dari itu orkestrasi permainan anak-anak Garuda memang terasa mantap.</p>
<p>Membanggakan, itu pasti.</p>
<p>Apakah karena ketepatan Jay Idzes cs menerjemahkan skema taktik yang dirancang oleh pelatih Shin Tae-yong?</p>
<p>Apakah karena tuan rumah Vietnam sudah terlebih dahulu “kena mental” setelah kekalahan 0-1 di Jakarta, 21 Maret lalu?</p>
<p>Atau inikah sesungguhnya “pertunjukan” dari berkah kebijakan menggunakan materi pemain naturalisasi?</p>
<p>Semua konsiderans itu bisa saja benar; namun kemajuan performa Indonesia memang sangat terasa dalam dua laga terakhir Pra-Piala Dunia, setelah sebelumnya tampil menjanjikan dalam putaran final Piala Asia 2023 di Qatar.</p>
<p>Proses cepat adaptasi para pemain baru naturalisasi terbilang luar biasa. Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On tak canggung sejak debut di <em>leg</em> pertama di Senayan, sementara Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen langsung “tune in” dengan memberi kontribusi besar bagi kemenangan 3-0 di Hanoi.</p>
<p>Thom dengan <em>assist</em> tendangan penjuru yang disambar oleh tandukan Jay Idzes, sedangkan Ragnar menyumbang gol lewat aksi individu ciamik sebelum membobol gawang Filip Nguyen.</p>
<p><strong>Soliditas Tim</strong><br />
Bukan hanya kecepatan “melebur” ke dalam adonan jiwa tim, spirit, dan kontribusi pemenangan, keempat pemain yang baru saja mendapat kewarganegaraan Indonesia itu juga tampak menerjemahkan bahasa universal sepak bola dengan sangat baik.</p>
<p>Apa pun sorotan yang masih juga tersampaikan dalam aneka pemberitaan media, kemeleburan para pemain keturunan itu memberi pesan tentang sisi lain semangat kebangsaan. Itulah nasionalisme sepak bola lewat bahasa khasnya!</p>
<p>Bukankah terbukti Mark Klok, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan, Ivar Jenner, dan para pemain lainnya telah membuncahkan harapan, kegembiraan, dan kebanggaan bagi sepak bola Indonesia?</p>
<p>Bukankah penampilan mereka pun akhirnya memberi “vitamin” yang “menggeret” para pemain produk kompetisi liga lokal ke arah level yang memacu?</p>
<p>Dari kacamata subjektif saya, bakat-bakat muda Marselino Ferdinand, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Jacob Sayuri, Rizky Ridho, Edo Febriansyah, Ramadhan Sananta, dan yang lain, “tergeret” ke level performa rekan-rekan naturalisasinya. Talenta mereka tak kalah, namun Jay Idzes cs lebih beruntung tertempa oleh kualitas liga tempat mereka bermain.</p>
<p><strong>Bahasa Pesan</strong><br />
Bahasa universal yang membantu percepatan peleburan para pemain keturunan ke orkestrasi timnas itu, pada akhirnya efektif menyampaikan pesan dan nilai-nilai.</p>
<p>Pertama, proyek naturalisasi tak harus disikapi secara negatif sebagai pilihan jalan pintas pragmatis, karena pada sisi lain memberi nilai lain dalam idealisme pengembangan sepak bola nasional.</p>
<p>Kedua, para pemain muda &#8212; termasuk yang dipanggil ke timnas &#8212; akan terpacu untuk meraih level lebih tinggi agar bisa mendapat tempat dalam <em>starter</em> timnas.</p>
<p>Ketiga, manajemen kompetisi liga mesti tergugah untuk menjadi lebih baik agar melahirkan produk-produk berkualitas, termasuk terangkat secara publisitas ke peminatan klub-klub asing dengan level liga yang lebih baik.</p>
<p>Keempat, intensitas pemantauan talenta ke wilayah-wilayah yang punya potensi “bakat alam” seperti Papua dan Maluku perlu ditingkatkan, seperti pemaksimalan jaringan informasi yang selama ini dimanfaatkan oleh <em>coach</em> Indra Sjafri.</p>
<p>Akhirul-kalam, dari orkestrasi solid timnas secara bertahap ini, rasa-rasanya dorongan bagi perpanjangan kontrak pelatih STY merupakan ide yang masuk akal. Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan menundukkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, konsisten dalam pembentukan budaya disiplin dan karakter pesepak bola.</p>
<p>Dan, dengan segala plus-minusnya, terbukti kita punya potensi untuk dikembangkan, baik lewat “kebanggaan lokal” maupun “kebanggaan darah keturunan”&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>;<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Disiapkan Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/19/thom-haye-dan-ragnar-oratmangoen-disiapkan-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 06:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hanoi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[My Dinh Stadium]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=405152</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan apresiasinya kepada semua pihak, yang telah mendukung proses naturalisasi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Seperti diketahui, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), usai menjalani pengambilan sumpah dan janji setia pewarganegaraan Republik Indonesia, di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/19/thom-haye-dan-ragnar-oratmangoen-disiapkan-shin-tae-yong">Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Disiapkan Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)-</strong> Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan apresiasinya kepada semua pihak, yang telah mendukung proses naturalisasi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.</p>
<p>Seperti diketahui, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), usai menjalani pengambilan sumpah dan janji setia pewarganegaraan Republik Indonesia, di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta, Senin (18/1/2024).</p>
<p>&#8221;Kanwil Kumham, Kanwil Imigrasi dan Dukcapil DKI Jakarta, telah memberikan bantuan yang luar biasa. Setelah pengambilan sumpah, kemudian dilakukan pembuatan KTP dan paspor,&#8221; kata Arya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/19/jelang-lawan-vietnam-timnas-indonesia-rilis-jersey-baru">Jelang Lawan Vietnam Timnas Indonesia Rilis Jersey Baru</a></strong></p>
<p>Proses ini memang berjalan dengan cepat. Seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (19/3/2024), Ragnar mendarat Senin sore, sedangkan Thom Haye baru mendarat di Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB, semalam, dan langsung ke Kemenkumham.</p>
<p>&#8221;Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya selesai juga. Saya senang, prosesnya 24 jam. Setelah saya main bersama Heerenveen, saya langsung ke bandara. Saya terbang 18 jam ke Indonesia, dan baru selesai sekarang,&#8221; ujar Thom Haye</p>
<p>Dia juga mengaku senang, dan menyampaikan apresiasi atas semua dukungannya agar bisa melakukan naturalisasi. Thom Haye berharap, dirinya bisa berkontribusi bersama Timnas Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/19/menpora-dito-inginkan-bulu-tangkis-sukses-di-olimpiade-paris-2024">Menpora Dito Inginkan Bulu Tangkis Sukses di Olimpiade Paris 2024</a></strong></p>
<p>Hal senada juga disampaikan Ragnar Oratmangoen, karena selesainya proses naturalisasi ini memang sangat dinantikannya. Dan bermain secara resmi bersama Timnas Indonesia, juga akan menjadi kebanggaan bagi dirinya</p>
<p>&#8221;Saya sangat senang. Saya sudah mengambil sumpah, dan itu benar-benar terjadi. Saya ingin mencapai Piala Dunia bersama Timnas Indonesia. Saya ingin membantu tim yang dihuni para pemain muda ini,&#8221; ungkap dia.</p>
<p>Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen memang masuk dalam 26 pemain Timnas Indonesia yang diproyeksikan Shin Tae-yong melawan Vietnam. Namun mereka belum bisa bermain pada laga perdana Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (21/3/2024).</p>
<p>Hal itu karena, keduanya harus berpindah federasi terlebih dahulu dari KNVB (Belanda) ke PSSI (Indonesia), agar bisa bermain bersama skuad Garuda. Saat ini keduanya sedang diupayakan PSSI, agar bisa bermain saat melawan Vietnam, di My Dinh Stadium, Hanoi, pada Selasa (26/3/2024) mendatang.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/19/thom-haye-dan-ragnar-oratmangoen-disiapkan-shin-tae-yong">Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Disiapkan Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Naturalisasi, Memilih Energi Pragmatis atau Idealis?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/16/naturalisasi-memilih-energi-pragmatis-atau-idealis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 10:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fortuna Sittard]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[SC Heerenveen]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Venecia FC]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=404439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //batas apakah yang ditabukan dalam sepak bola?/ rasanya tak ada/ setetes darah untuk negeri/ semua berhak mengagungkan/ : saya Indonesia/ kalian Indonesia/ menyemayamkan garuda dan bineka// (Sajak “Naturalisasi”, Maret 2024) PERCAYALAH, bagi sepak bola Indonesia, naturalisasi pemain sejatinya adalah ikhtiar penghimpunan energi. Barang tentu Anda berhak menilai: energi positifkah, atau negatif? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/16/naturalisasi-memilih-energi-pragmatis-atau-idealis">Naturalisasi, Memilih Energi Pragmatis atau Idealis?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-404442 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>//batas apakah yang ditabukan dalam sepak bola?/ rasanya tak ada/ setetes darah untuk negeri/ semua berhak mengagungkan/ : saya Indonesia/ kalian Indonesia/ menyemayamkan garuda dan bineka//</em><br />
<strong>(Sajak “Naturalisasi”, Maret 2024)</strong></p>
<p><strong>PERCAYALAH</strong>, bagi sepak bola Indonesia, naturalisasi pemain sejatinya adalah ikhtiar penghimpunan energi.</p>
<p>Barang tentu Anda berhak menilai: energi positifkah, atau negatif? Energi yang akan memancarkan cahaya alamiah, atau yang hanya sesaat membersitkan cercah?</p>
<p>Tunggulah 21 Maret nanti. Laga Pra-Piala Dunia melawan Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno akan mengetengahkan penikmatan tim nasional Garuda yang “berbeda”, walaupun di Piala Asia 2023 di Qatar beberapa waktu lalu, Indonesia juga sudah menyajikan “wajah” berbeda.</p>
<p>“Berbeda”? Ini untuk memberi aksen “lain dari yang biasa disodorkan oleh kanvas sejarah”. Media menyebutnya sebagai “timnas berwajah Eropa”: dengan hampir semua pilar tim racikan Shin Tae-yong itu dihuni para pemain keturunan yang berdarah benua biru.</p>
<p><strong>Sah-Sah Saja, tapi&#8230;</strong><br />
Saya &#8212; seperti Anda &#8212; yang merindukan kejayaan sepak bola nasional, tentu senang-senang saja menyambut tim yang lebih menjanjikan ketangguhan untuk bersaing.</p>
<p>Sah-sah pula apabila ada warga negara keturunan dan diaspora memilih kewarganegaraan dan mendapatkan paspor Indonesia. Bukankah itu adalah hak asasi mereka?</p>
<p>Pun, realitas kebinekaan Indonesia menyodorkan filosofi kehidupan yang membuka peluang para putra berdarah negeri ini berkiprah unjuk keindonesiaan.</p>
<p>Ketika “tugas negara” sepak bola memanggil, apa salahnya mekanisme naturalisasi menjadi bagian dari jawaban?</p>
<p>Lalu dari satu dan lain hal yang memancarkan energi positif-kontributif, apa yang kemudian menimbulkan sisi negatif?</p>
<p>Pada sisi lain, boleh saja kita bicara soal “kesempatan”, “semangat local pride”, produk kompetisi, atau euforia “cara”.</p>
<p>Menurut saya, timbangan sikap “<em>ngono ya ngono ning aja ngono</em>” patut dijadikan parameter dalam proyek naturalisasi pemain bola. “Naturalisasi ya naturalisasi, tapi&#8230;”</p>
<p>Diksi “tapi” berkonotasi agar proyek itu tidak bergerak dengan masivitas tanpa batas, tidak dengan mengabaikan produk kompetisi liga domestik, tidak menafikan talenta-talenta lokal yang punya impian mengenakan <em>jersey</em> tim nasional.</p>
<p><strong>Jalan Pintas</strong><br />
Dengan pilihan naturalisasi pemain itu, apakah <em>coach</em> STY merasa tak punya ide yang lebih natural untuk memacu kualitas timnas Indonesia?</p>
<p>Hanya jalan pintas, itu pasti. Dan, inilah realitas “kesepakatan” menempuh cara antara otoritas sepak bola nasional dengan kewenangan negara.</p>
<p>Apakah Shin sadar talenta-talenta terbaik Liga Indonesia tak cukup representatif untuk bersaing di level internasional, termasuk di region terkecil Asia Tenggara?</p>
<p>Apakah dia punya visi bahwa naturalisasi hanya batu loncatan untuk memacu pengembangan talenta lokal?</p>
<p>Shin memang nyata terbuka menerima talenta-talenta pemain keturunan, bahkan dengan “kepanjangan mata dan telinganya” memburu mereka di sejumlah liga Eropa. Sepintas, inikah langkah pragmatis karena dia kehabisan cara meracik hanya pemain-pemain produk Liga Indonesia?</p>
<p>Selain nama-nama yang telah terlebih dahulu menghias ke timnas, baru saja empat wajah baru hadir, bahkan oleh PSSI sudah termasuk yang dipanggil untuk laga melawan Vietnam, 21 Maret nanti. Mereka adalah Jay Idzes (Venecia FC), Ragnar Oratmangoen (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (SC Heerenveen), dan Thom Haye (SC Heerenveen). Ketiga nama terakhir tetap dipanggil Shin Tae-yong meski belum resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).</p>
<p>Kewarganegaraan Oratmangoen, Nathan, dan Thom Haye yang berdarah Indonesia-Belanda diproses cepat untuk menjalani sumpah pada 12 Maret. Mereka akan melengkapi “skuad Eropa” Elkan Baggot, Jordi Amat, Justin Hubner, Sandy Walsh, Shayne Pattinama, Ivar Jerner, Rafael Struick, dan Mark Klok. Selain nama-nama yang ternaturalisasi di era pelatih STY, kita juga punya pemain aktif seperti Stefano Lilipally, Ilija Spasojevic, dan Beto Goncalvez.</p>
<p>Jika empat pemain natualisasi terbaru dipanggil dalam laga Pra-Piala Dunia 21 Maret, berarti akan ada lebih dari 10 pemain “Eropa”.</p>
<p>Laga nanti memang strategis. Apabila imbang dan apalagi kalah, peluang Garuda akan punah. Menang menjadi harga mati untuk memperpanjang napas ke fase ketiga kualifikasi di grup yang juga dihuni Irak dan Filipina.</p>
<p><strong>Jawaban Kolaboratif</strong><br />
Tudingan pragmatisme PSSI dan STY tentu bukan tanpa alasan. Ketika jalan pintas menjadi pilihan di tengah kesulitan bersaing &#8212; termasuk di Asia Tenggara &#8211;, bagaimana kesempatan berkembang bagi pemain produk lokal jika ruang kesempatan di elite timnas menjadi makin terbatas karena didominasi oleh produk naturalisasi?</p>
<p>STY juga dituding lebih mempertahankan pemain-pemain yang kurang bersinar di kompetisi lokal seperti Dimas Drajat dan Dandy Sulistiawan, sementara dia mengabaikan pemain matang yang tampil meyakinkan seperti Stefano Lilipally. Pada sisi lain, bukankah nyatanya pelatih asal Korea Selatan itu memberi kesempatan luas kepada para pemain muda seperti Arkhan Kaka, Rafael Struick, Hokky Caraka, Ramadhan Sananta, Marselino Ferdinan, Yacob Sayuri, Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Pratama Arhan?</p>
<p>Bagaimanapun, program pembinaan timnas yang bergulir tetap kita percaya sedang mencari muara yang memastikan tentang pilihan jalan, mengkolaborasikan antara nilai-nilai idealisme pembinaan dengan realitas “kebutuhan” pragmatisme.</p>
<p>Kita hargai dan sambut kehadiran Ragnar Oratmangoen dkk, karena bagaimanapun itu adalah hak mereka untuk memilih kewarganegaraan dan memberi sumbangsih lewat sepak bola. Pada sisi lain, PSSI tentu harus menguatkan visi: tertantang untuk memetakan dan mengurai persoalan, bagaimana meng-<em>up grade</em> kompetisi liga ke arah mutu yang mampu melahirkan produk-produk unggulan. Juga menjadi etalase agar talenta-talenta liga memiliki magnet untuk dilirik liga-liga yang berkualitas di atas Liga Indonesia&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/16/naturalisasi-memilih-energi-pragmatis-atau-idealis">Naturalisasi, Memilih Energi Pragmatis atau Idealis?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sederet Pemain Naturalisasi Disiapkan STY Hadapi Vietnam</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/14/sederet-pemain-naturalisasi-disiapkan-sty-hadapi-vietnam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 06:52:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Cup]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Maarten Paes]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong (STY)]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[Yunus Nusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=404186</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Berlaga secara home and away, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), optimistis dapat mengatasi ketangguhan Vietnam, dalam dua laga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kedua tim akan saling berhadapan pada Kamis (21/3/2024) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, dan Selasa (26/3/2024) di Vietnam. Menurut STY, persiapan yang telah dilakukan timnya sudah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/14/sederet-pemain-naturalisasi-disiapkan-sty-hadapi-vietnam">Sederet Pemain Naturalisasi Disiapkan STY Hadapi Vietnam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Berlaga secara <em>home and away</em>, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), optimistis dapat mengatasi ketangguhan Vietnam, dalam dua laga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026.</p>
<p>Kedua tim akan saling berhadapan pada Kamis (21/3/2024) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, dan Selasa (26/3/2024) di Vietnam.</p>
<p>Menurut STY, persiapan yang telah dilakukan timnya sudah cukup lama. Termasuk di antaranya, adanya kekuatan baru dengan masuknya beberapa pemain naturalisasi. Seperti Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, Nathan Tjoe A On, dan Jay Idzes. Meski demikian, <em>starting eleven</em> akan ditentukan jelang laga dimulai.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/14/404225">Kapolda Jateng Beri Bantuan Korban Banjir di Pekalongan, Pastikan Kebutuhan Pokok Warga Terpenuhi</a></strong></p>
<p>&#8221;Sebagai pelatih kepala saya optimistis. Saya serius menyiapkan tim semaksimal mungkin. Saat bertemu dengan beberapa pemain timnas di Eropa, saya menyempatkan diri berbicara, makan malam, dan membangun motivasi para pemain, untuk menang melawan Vietnam,&#8221; ujar STY di Jakarta, Rabu (13/3/2024).</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, seperti dilansir dari laman resmi PSSI menyatakan, kemenangan melawan Vietnam, baik di SUGBK dan saat laga tandang, menjadi target yang dijanjikan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.</p>
<p>Meski demikian, dia tidak bersedia menyebutkan skornya. Alasannya, karena sepak bola tidak dapat diperkirakan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/14/sukses-turunkan-stunting-layanan-prioritas-diperluas-ke-70-desa">Sukses Turunkan Stunting, Layanan Prioritas Diperluas ke 70 Desa</a></strong></p>
<p>&#8221;Terakhir kami menang satu gol di Asian Cup. Bagaimana besok? Sepak bola tidak sesederhana itu. Namun yang pasti, saya optimistis tim akan siap saat pertandingan nanti, dan mengejar kemenangan, baik di GBK ataupun Vietnam,&#8221; tukas STY.</p>
<p>Sementara itu pada kesempatan yang lain, PSSI menyampaikan apresiasinya kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang telah menandatangani dokumen naturalisasi atas nama Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, dan Maarten Paes.</p>
<p>Sebelumnya, Komisi X dan III, juga telah menyetujui permohonan pewarganegaraan ketiga pemain itu pada Kamis (7/3/2024).</p>
<p>&#8221;PSSI menyampaikan terima kasih kepada Komisi X dan III DPR, yang selama ini selalu membantu, terkait program naturalisasi. Terima kasih juga kepada Ketua DPR, Puan Maharani, yang telah menandatangani permohonan pewarganegaraan ini,&#8221; kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/14/sederet-pemain-naturalisasi-disiapkan-sty-hadapi-vietnam">Sederet Pemain Naturalisasi Disiapkan STY Hadapi Vietnam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menunggu Debut Jay Idzes dengan Timnas Indonesia Kontra Vietnam</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/13/menunggu-debut-jay-idzes-dengan-timnas-indonesia-kontra-vietnam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 07:07:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia Grup F]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=404071</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Usai resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), Jay Idzes menyatakan, dirinya sudah tidak sabar melakukan debut bersama Timnas Indonesia. Pemain yang merumput di klub Serie-B, Venezia itu, saat ini dalam kondisi siap membela Indonesia. Jay Idzes resmi mengantongi paspor Indonesia, sejak 28 Desember 2023. Jay mengucap sumpah setia pewarganegaraan, di Kantor Wilayah Kementerian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/13/menunggu-debut-jay-idzes-dengan-timnas-indonesia-kontra-vietnam">Menunggu Debut Jay Idzes dengan Timnas Indonesia Kontra Vietnam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Usai resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), Jay Idzes menyatakan, dirinya sudah tidak sabar melakukan debut bersama Timnas Indonesia. Pemain yang merumput di klub Serie-B, Venezia itu, saat ini dalam kondisi siap membela Indonesia.</p>
<p>Jay Idzes resmi mengantongi paspor Indonesia, sejak 28 Desember 2023. Jay mengucap sumpah setia pewarganegaraan, di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Proses perpindahan federasi Jay Idzes dari KNVB (Belanda) ke PSSI (Indonesia), juga sudah rampung sejak Februari lalu. Seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (13/3/2024), Jay tinggal melakukan debut bersama Timnas Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/13/tim-bola-basket-usm-juara-i-piala-wali-kota-semarang-2024">Tim Bola Basket USM Juara I Piala Wali Kota Semarang 2024</a></strong></p>
<p>Jay Idzes berpeluang tampil perdana untuk Tim Merah-Putih, pada laga lanjutan putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Zona Asia Grup F, kontra Vietnam. Timnas Indonesia akan menghadapi tim berjuluk The Golden Star Warriors itu, pada 21 dan 26 Maret 2024.</p>
<p>Yang menjadi lebih spesial, Jay berpeluang debut di markas Timnas Indonesia, yakni di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. SUGBK jadi venue yang dipilih PSSI, saat Skuad Garuda menjamu Vietnam pada Kamis (21/3/2024).</p>
<p>&#8221;Tentu saja saya merasa sangat bangga. Membela Timnas Indonesia merupakan suatu kehormatan besar bagi saya dan keluarga. Saya sangat bersemangat, dan tak sabar untuk bertemu dengan tim. Ini adalah sesuatu yang telah lama saya pikirkan dan bicarakan. Jadi ini sangat istimewa,&#8221; kata Jay Idzes.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/13/lpbi-pbnu-imbau-masyarakat-waspada-cuaca-ekstrem-di-awal-ramadan">LPBI PBNU Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem di Awal Ramadan</a></strong></p>
<p>Jay Idzes termasuk dalam 28 pemain yang dipanggil pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk persiapan menghadapi Vietnam. Selain Jay, ada beberapa muka baru yang mendapatkan panggilan, yakni Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.</p>
<p>Para pemain itu dijadwalkan berkumpul di Jakarta, mulai Minggu (17/3/2024). Sebelum itu, untuk Jay Idzes, dia masih harus melakoni laga lanjutan Serie-B kontra Palermo, di Renzo Barbera, Sabtu (16/3/2024).</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/13/menunggu-debut-jay-idzes-dengan-timnas-indonesia-kontra-vietnam">Menunggu Debut Jay Idzes dengan Timnas Indonesia Kontra Vietnam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>