<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SCU Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/scu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jul 2025 12:21:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>SCU Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ora Nglegewa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/20/ora-nglegewa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 00:58:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SCU]]></category>
		<category><![CDATA[tukiman taruna]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=484630</guid>

					<description><![CDATA[<p>KATA ora itu  artinya tidak, sebuah ungkapan penolakan, negasi, bahkan bisa juga berupa penyangkalan, denial; kosok balen, berlawanan.  Namun, ora juga dapat bermakna sebuah keharusan, dapat juga bernada saran atau pun kritik. Berbagai arti itu sangat bergantung kepada kata yang menyertai ora. Nah, kali ini kita berbincang tentang “ora nglegewa” Sakit hati yang bertahan lama, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/20/ora-nglegewa">Ora Nglegewa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-463065" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/kalamudeng-1.jpg" alt="" width="681" height="170" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/kalamudeng-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/kalamudeng-1-400x100.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/kalamudeng-1-150x37.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /></p>
<p><strong>KATA</strong><em> ora </em>itu  artinya tidak, sebuah ungkapan penolakan, negasi, bahkan bisa juga berupa penyangkalan, <em>denia</em>l; <em>kosok balen</em>, berlawanan.  Namun, <em>ora</em> juga dapat bermakna sebuah keharusan, dapat juga bernada saran atau pun kritik. Berbagai arti itu sangat bergantung kepada kata yang menyertai <em>ora. </em>Nah, kali ini kita berbincang tentang <em>“ora nglegewa”</em></p>
<p>Sakit hati yang bertahan lama, bisa bertahun-tahun lho, adalah sakit hati karena <em>diapus</em>i, ditilap oleh orang yang paling dicintai atau dipercaya. Sakit hatinya ada yang menjadi-jadi karena <em>carane ngapusi</em>, cara orang itu menipu, lewat berbagai taktik sampai-sampai orang <em>ora nglegewa. </em>Nah…… tentang <em>ora nglegewa</em> inilah topik bahasan dengan tokoh utamanya, sebutlah dengan nama panggilan: Pak Dhadap Waru.</p>
<p><em>Nglegewa</em> harus dicari akar katanya pada <em>legewa. </em>Namun, seperti biasa, ucapkan <em>legewa</em> ini seperti Anda mengatakan legenda, atau bendera; dan jangan keliru dengan <em>legawa. </em></p>
<p>Arti <em>legewa </em>ialah <em>duwe panyana marang liyan amarga meruhi pratingkahe; </em>menduga-duga orang/pihak lain lewat melihat tingkah lakunya. Maksudnya, misalnya seseorang tiba-tiba bertindak berbeda dari biasanya, nah ……… pihak yang melihat Naya bersiul-siul sepanjang pagi, menduga-duga kemungkinan Naya sedang jatuh cinta nih. Atau sekurang-kurangnya sedang penuh suka cita.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2025/07/13/ora-mitayani">Ora Mitayani</a></strong></span></p>
<p>Dari tingkah laku seseorang, apalagi dari perubahan tingkah lakunya, dapatlah ditengarai: Ada apa ini? Lalu diduga-duga, wahhhhh Suta <em>klecam-klecem</em> sepanjang hari full senyum. Dapat warisan kelihatannya.  Itulah legewa, itulah <em>panyana</em>, dugaan-dugaan.</p>
<p>Nah……..<em>ora nglegewa </em>menjadi jelas artinya, <em>ora nyana ora ngira, </em>tidak pernah punya dugaan apa pun, tidak pernah punya bahkan firasat apa pun; ehhhhhhh…….<em>jebul mak cempulik </em>Pak Dhadap Waru <em>ngapusi</em>, misalnya. Padahal selama ini Pak Dhadhap Waru ini dipersepsikan oleh tetangga sebagai  orang baik, tulus, <em>apa anane. Lha kok jebul ngapusi melek-melekan, </em>menipu terang-terangan. Tak seorang pun <em>nglegewa </em>tentang triknya menipu. “<em>Jan, ora nglegewa tenan, aku</em>!!” komentar Suta dan Naya penuh rasa heran tidak percaya</p>
<p><strong><em>Isih doyan sega</em></strong></p>
<p><em>Apus-apuse Pak Dhadhap Waru </em> yang tidak diduga seperti itu, <em>ora nglegewa</em>, menandakan betapa <em>sapa wae sing isih doyan sega, </em>siapa pun asal masih membutuhkan nasi dan lauk pauknya, apa pun pangkat dan kedudukannya, ternyata tetap ada naluri menipu atau melakukan pelanggaran. <em>Isih manungsa, arane</em>, masih bernama manusia.</p>
<p>Cerita kuna pengusaha kaya raya berikut ini dapat menjadi contoh bagus tentang <em>ora nglegewa</em> yang sangat bagus. Pengusaha kaya raya sudah tua, mengumpulkan tiga anak laki-lakinya, katanya: “Saya tidak akan membagi warisan keadamu. Harta bernda kekayaanku, akan dimiliki oleh siapa paling cerdas menjawab tantanganku. Saya beri kalian uang masing-masing satu juta rupiah. Pergilah, dan belilah barang apa pun yang bisa memenuhi ruangan ini penuh-penuh, dialah yang akan memiliki harta kekayaan papa.”</p>
<p>Mereka cepat-cepat keluar. Sulung segera membeli banyak sekali pohon dengan semua cabang rantingnya, dibawa pulang, dan dimasukkan ke ruangan itu. Tetapi ternyata baru separoh ruangan terisi. Anak kedua membawa pulang beberapa truk bermuatan  jerami, rumput dan segala macam. Setelah diisikan ruangan itu, masih sepertiga dari ruangan itu kosong, tidak terisi apa pun.</p>
<p>Anak ketiga,  ketika keluar dari rumah,  tidak pergi jauh-jauh, hanya ke tempat doa yang tidak jauh dari rumah ayahnya.-Di sana ia melihat sebuah lilin yang masih menyala. Ia terinspirasi, <em>ora nglegewa, </em>pada lilin itu. Lalu ia segera ke warung yang tidak jauh dari tempat itu. Ia beli beberapa lilin kecil, lalu dibawa pulang.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2025/07/06/ora-kainan">Ora Kainan</a></strong></span></p>
<p>Ketika malam tiba, si bungsu cerdik <em>ora nglegewa</em> itu meminta ayahnya ke ruangan itu dalam keadaan gelap.  Ia nyalakan satu lilin, ruangan itu berubah menjadi agak terang. Ia nyalakan lilin lainnya, ruangan semakin terang. Lima lilin kecil dinyalakan semua, dan ia bertanya kepada ayahnya: “Papa, masihkah ada yang tidak diterangi oleh sinar lilin-lilin kecil itu?” Ayahnya menggeleng, meneteskan air mata, karena <em>ora nglegewa</em> juga anaknya secerdas itu.</p>
<p><strong><em>JC Tukiman Tarunasayoga, Dosen pascasarjana dalam matakuliah Pengembangan Masyarakat (UNS, Surakarta), dan Filsafat Ilmu (SCU, Semarang)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/20/ora-nglegewa">Ora Nglegewa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diskusi Buku Romo Kirjito ‘Sayap Sayup Sriti’ TJI SCU, Tentang Burung yang Diabaikan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/07/diskusi-buku-romo-kirjito-sayap-sayup-sriti-tji-scu-tentang-burung-yang-diabaikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 13:19:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Kirjito]]></category>
		<category><![CDATA[Sayap Sayup Sriti]]></category>
		<category><![CDATA[SCU]]></category>
		<category><![CDATA[Soegijapranataq Catholic University. Tukiman Taruna Sayoga]]></category>
		<category><![CDATA[The Java Institute]]></category>
		<category><![CDATA[Unika Soegijapranata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=473250</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Burung sriti yang sering kita lihat terbang lincah bagai menari di udara itu berwarna hitam. Ya, hamper semua orang yang pernah melihat burung sriti, sepakat bahwa ia berwarna hitam. Tetapi, Romo Vincentius Kirjito menemukan bahwa bulu burung sriti tidak hitam seperti yang kita lihat. Romo Kirjito yang sedang bersepeda keliling desa sambil [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/07/diskusi-buku-romo-kirjito-sayap-sayup-sriti-tji-scu-tentang-burung-yang-diabaikan">Diskusi Buku Romo Kirjito ‘Sayap Sayup Sriti’ TJI SCU, Tentang Burung yang Diabaikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </strong>Burung sriti yang sering kita lihat terbang lincah bagai menari di udara itu berwarna hitam. Ya, hamper semua orang yang pernah melihat burung sriti, sepakat bahwa ia berwarna hitam.</p>
<p>Tetapi, Romo Vincentius Kirjito menemukan bahwa bulu burung sriti tidak hitam seperti yang kita lihat. Romo Kirjito yang sedang bersepeda keliling desa sambil berolahraga, mendapati burung sriti terbang bagi menari di depannya. Kemudian burung-burung ini hinggap di <em>lanjaran</em> tanaman kacang panjang di pematang sawah.</p>
<p>Dia pun mengambil gambar burung-burung sriti ini, dan menemukan sesuatu yang aneh, ketika foto itu dibuka. Ternyata burung itu tidak berwarna hitam.</p>
<figure id="attachment_473271" aria-describedby="caption-attachment-473271" style="width: 181px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class=" wp-image-473271" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/ROMO-KIR.jpg" alt="" width="181" height="242" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/ROMO-KIR.jpg 299w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/ROMO-KIR-112x150.jpg 112w" sizes="(max-width: 181px) 100vw, 181px" /><figcaption id="caption-attachment-473271" class="wp-caption-text">Romo Kirjito, penulis buku &#8220;Sayap Sayup Sriti&#8221;. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>“Ya saya beranggapan bahwa bersepeda itu juga berdoa, <em>ora et sepeda,</em>” ujarnya dalam The Java Institute Tea Talk &#8220;Sayap Sayup Sriti: <em>Maturity through the Eyes of Awareness</em>&#8221; di Studi HC, kampus Segijapranata Catholic University (SCU), Bendan Duwur Semarang, Rabu 7 Mei 2025.</p>
<p>Dalam diskusi yang berlangsung secara daring dan luring ini, Romo Kir mengatakan, burung sriti adalah makhluk yang diabaikan, sehingga dia sempat merasa kehilangan, karena burung-burung itu tidak lagi ditemukan.</p>
<p>“Ketika saya bersepeda, saya menghayati bahwa bersepeda juga berdoa, maka saya katakana <em>ora et sepeda. </em>Saya mendapati burung sriti di pancuran, kemudian beterbangan seperti menari, dan tidak menjauh dari saya. Kemudian hinggap di <em>lanjaran</em> kacang dan saya foto dengan kamera saya,” kata Romo Kirjito.</p>
<p>Dalam tangkapan kamera Romo Kirjito, burung sriti berwarna kebiruan, bahkan ada totol-totol cerah di dadanya. “Ini mata atau kamera yang salah?” ujar Romo Kirjito.</p>
<figure id="attachment_473267" aria-describedby="caption-attachment-473267" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-473267" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/DISKUSI.jpg" alt="" width="640" height="401" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/DISKUSI.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/DISKUSI-400x251.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/DISKUSI-150x94.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-473267" class="wp-caption-text">Dari kiri pembicara JC Tukiman Taruna Sayoga, Muhammad Abdul Qodir, Robert Robert Rianto Widjaja, Angelika Riyandari, Romo V Kirjito, Louis Cahyo Kumolo, dan pemandu Lindayani. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Diskusi tentang buku <em>Sayap Sayup Sriti </em>ini menghadirkan narasumber pengarang buku yaitu Romo Kirjito, kemudian Muhammad Abdul Qodir Lc, MA Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin Demak yang juga pegiat Persaudaraan Lintas Agama, Louis Cahyo Kumolo Buntaran ahli ilmu komunikasi visual, dosen DKV SCU.</p>
<p>Pembicara lain Angelika Riyandari dari FIB SCU, dan Tukiman Taruna Sayoga, dosen <em>Community Development Planning </em>pada program pascasarjana di SCU, UNS, Undip, dan dipandu oleh Lindayani MP.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/07/diskusi-buku-romo-kirjito-sayap-sayup-sriti-tji-scu-tentang-burung-yang-diabaikan">Diskusi Buku Romo Kirjito ‘Sayap Sayup Sriti’ TJI SCU, Tentang Burung yang Diabaikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan 25 Tahun Meninggalnya Romo Mangun, Rektor SCU: Kini Kita Sulit Dapat ‘Role Model’</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/25/peringatan-25-tahun-meninggalnya-romo-mangun-rektor-scu-kini-kita-sulit-dapat-role-model</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 12:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Burung-Burung Manyar]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Mangun]]></category>
		<category><![CDATA[SCU]]></category>
		<category><![CDATA[Soegijapranata Catholic University]]></category>
		<category><![CDATA[unika]]></category>
		<category><![CDATA[Wastu Citra]]></category>
		<category><![CDATA[YB Mangunwijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=448654</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Soegijapranata Catholic University (SCU) atau yang dulu dikenal sebagai Unika Soegijapranata menggelar acara peringatan 25 tahun meninggalnya Romo Y.B. Mangunwijaya di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas, kampus Bendan Duwur Semarang, Senin 25 November 2024. Pengingatan 25 tahun meninggalnya Rom Mangunwijaya ini digelar dalam bentuk seminar yang menghadirkan seminar dengan tiga topik yaitu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/25/peringatan-25-tahun-meninggalnya-romo-mangun-rektor-scu-kini-kita-sulit-dapat-role-model">Peringatan 25 Tahun Meninggalnya Romo Mangun, Rektor SCU: Kini Kita Sulit Dapat ‘Role Model’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </strong>Soegijapranata Catholic University (SCU) atau yang dulu dikenal sebagai Unika Soegijapranata menggelar acara peringatan 25 tahun meninggalnya Romo Y.B. Mangunwijaya di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas, kampus Bendan Duwur Semarang, Senin 25 November 2024.</p>
<p>Pengingatan 25 tahun meninggalnya Rom Mangunwijaya ini digelar dalam bentuk seminar yang menghadirkan seminar dengan tiga topik yaitu kemanusiaan, arsitektur, dan pendidikan.</p>
<p>Ronmo Mangun Wijaya adalah sastrawan dengan karya monumental novel <em>Burung-Burung Manyar, </em>Trilogi <em>Genduk Duku, Lusi Lindri, Roro Mendut, Ikan-Ikan Hidu, Ido, Homa, </em><em>Burung Rantau, Romo Rahadi, Durga Umayi, dll.</em></p>
<p>Juga karya arsitektur di berbagai gereja, bangunan Makodam IV/Diponegor di Watugong, kompleks Gua Maria Sendangsono, serta buku tentang arsitektur <em>Wastu Citra.</em></p>
<p>Narasumber dengan topik pendidikan budayawan Mohammad Sobary yang hadir secara daring, topik arsitektur Dr Robert Rianto Widjaja Dekan Fakultas Arsitektur dan Desain SCU, dan topik pendidikan Romo Carolus Borromeus Mulyatno pengelola Sekolah Eksperimental Mangunan.</p>
<p>Juga menghadirkan tiga penanggap, yaitu Bahrudin kata Ahmad Bahruddin, Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Qaryah Thayyibah, dari Polteka Mangunwijaya Semarang, dan arsitek alumnus SCU.<br />
<strong>Role Model</strong></p>
<p>Rektor SCU Dr Ferdinandus Hindiarto dalam sambutannya mengatakan, saat ini kita sulit mencari <em>role model </em>untuk anak-anak muda milenial dan gen-Z. “<em>Role model </em>yang paling gampang adalah <em>behavior modelling. </em>Meniru sosok yang pantas ditiru. Tetapi sosok itu sulit dicari sekarang,” kata Dr Ferdi.</p>
<figure id="attachment_448656" aria-describedby="caption-attachment-448656" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-448656" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/REKTUR-SCU.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/REKTUR-SCU.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/REKTUR-SCU-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/REKTUR-SCU-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-448656" class="wp-caption-text">Rektor SCU Dr Ferdinandus Hindiarto memberikan sambutan dalam peringatan 25 tahun meninggalnya Romo Mangun. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Dia pun menyebut nama serang pesohor yang kini jadi pejabat negara. “Apakah sosok seperti dia yang harus menjadi <em>role model? </em>Atau sosok seperti … (menyebut nama yang kini jadi menteri) untuk menjadi <em>role model?</em>” ujar penggemar olahraga badminton ini.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/25/peringatan-25-tahun-meninggalnya-romo-mangun-rektor-scu-kini-kita-sulit-dapat-role-model">Peringatan 25 Tahun Meninggalnya Romo Mangun, Rektor SCU: Kini Kita Sulit Dapat ‘Role Model’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Bola Basket USM Juara I Piala Wali Kota Semarang 2024</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/13/tim-bola-basket-usm-juara-i-piala-wali-kota-semarang-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 06:37:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Muhammad Junaidi SHI MH]]></category>
		<category><![CDATA[Pomnas]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Aztama Valiantda]]></category>
		<category><![CDATA[SCU]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Bola Basket USM]]></category>
		<category><![CDATA[udinus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan USM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=404058</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Bola Basket Universitas Semarang (USM), membuktikan diri masih menjadi yang terbaik di Kota Semarang. Hal itu dibuktikan, dengan meraih Juara I pada Kejuaraan Bola Basket Piala Wali Kota Semarang 2024, yang dilaksanakan pada Senin-Jumat (4-8/3/2024), di GOR Sahabat, Semarang. Tim yang ditangani Raden Aztama Valiantda itu, mengalahkan Tim Soegijapranata Catholic University (SCU) [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/13/tim-bola-basket-usm-juara-i-piala-wali-kota-semarang-2024">Tim Bola Basket USM Juara I Piala Wali Kota Semarang 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Bola Basket Universitas Semarang (USM), membuktikan diri masih menjadi yang terbaik di Kota Semarang. Hal itu dibuktikan, dengan meraih Juara I pada Kejuaraan Bola Basket Piala Wali Kota Semarang 2024, yang dilaksanakan pada Senin-Jumat (4-8/3/2024), di GOR Sahabat, Semarang.</p>
<p>Tim yang ditangani Raden Aztama Valiantda itu, mengalahkan Tim Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, dengan skor 94-40, dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dengan angka 72-41.</p>
<p>Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH, mengapresiasi hasil yang diraih tim basket USM ini. Menurutnya, hasil bagus itu diraih berkat tim yang solid.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/13/dokter-influencer-dan-larangan-promosi-di-medsos">Dokter Influencer dan Larangan Promosi di Medsos</a></strong></p>
<p>&#8221;Beberapa kali tim Basket USM meraih juara di event Nasional. Selain itu juga, mewakili Jawa Tengah di Pomnas. Kami bangga atas hasil juara Piala Wali Kota Semarang ini. Kami berharap, hasil ini tidak membuat puas diri. Karena masih banyak kejuaraan yang akan diikuti lagi,&#8221; kata dia dalam keterangannya di Semarang, belum lama ini.</p>
<p>Dia pun meminta para pemain, untuk tetap giat berlatih keras, guna memperbaiki kekurangan fisik dan tekniknya. &#8221;Kami akan selalu mendukung tim Basket USM, untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi, dan mengharumkan nama USM,&#8221; harap Junaidi.</p>
<p>Sementara itu, Raden Aztama Valiantda menambahkan, pihaknya bersyukur para pemain mampu menjalankan instruksinya, sehingga permainan cukup solid.</p>
<p>&#8221;Anak-anak mampu menjalankan taktik dan strategi yang kami terapkan. Mereka bermain apik dan mampu memeragakan kerja sama yang solid di lapangan, sehingga bisa meraih juara,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/13/tim-bola-basket-usm-juara-i-piala-wali-kota-semarang-2024">Tim Bola Basket USM Juara I Piala Wali Kota Semarang 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Urik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/11/urik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 14:39:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[jc tukiman tarunasayoga]]></category>
		<category><![CDATA[SCU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=343773</guid>

					<description><![CDATA[<p>JC Tukiman Tarunasayoga KETIKA di suatu Senin di bulan Januari lalu &#8211;serial tulisan saya ini diposting tiap hari Senin&#8211;  saya menulis tentang suthik. Seorang teman di Bekasi Jabar menanggapi: Bukankah suthik itu semacam alat atau barang kecil untuk mengorek-ngorek sesuatu? Pertanyaan itu belum sempat saya jawab, dan sekarang inilah jawabannya: “Bukan! Apa yang bapak katakan  [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/11/urik">Urik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size: 12pt;">JC Tukiman Tarunasayoga<img loading="lazy" class="alignright wp-image-338950 " src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/TUKIMAN-TARUNA-106x150.jpg" alt="" width="157" height="222" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/TUKIMAN-TARUNA-106x150.jpg 106w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/TUKIMAN-TARUNA-282x400.jpg 282w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/TUKIMAN-TARUNA.jpg 398w" sizes="(max-width: 157px) 100vw, 157px" /></span></strong></p>
<p><strong>KETIKA </strong>di suatu Senin di bulan Januari lalu &#8211;serial tulisan saya ini diposting tiap hari Senin&#8211;  saya menulis tentang <em>suthik</em>.</p>
<p>Seorang teman di Bekasi Jabar menanggapi: Bukankah <em>suthik</em> itu semacam alat atau barang kecil untuk mengorek-ngorek sesuatu? Pertanyaan itu belum sempat saya jawab, dan sekarang inilah jawabannya: “Bukan! Apa yang bapak katakan  itu lebih tepatnya <em>urik,</em> bukannya <em>suthik</em>.”</p>
<p>Memang. Salah satu arti <em>urik </em>ialah <em>piranti kanggo ngureki, </em>alat sederhana untuk mengorek-korek sesuatu; dan kalau ada suatu barang sedang <em>diureki, </em>itu artinya barang itu mungkin akan dan sedang dilobangi atau d<em>ikrowok</em>. \</p>
<p>Untuk maksud apa barang itu <em>diureki,</em> dikasih lobang?  Entahlah, namun yang jelas seseorang sedang melakukan sesuatu dengan menggunakan alat yang namanya <em>urik.</em></p>
<p><strong>Diuriki</strong></p>
<p>Awas, bacalah baik-baik dan cermati bedanya antara <em>diureki lan diuriki. </em>Apa yang telah ditulis di atas ialah <em>diureki</em> <em>nganggo urik</em>, sedang yang akan dijelaskan berikut ialah <em>diuriki. </em>Apa itu <em>diuriki?</em></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2023/06/04/kapan-towang-euy">Kapan Towang, Euy?</a></strong></span></p>
<p>Sebutlah segala polah dan hiruk pikuk manusia di atas muka bumi ini sebagai sebuah permainan (kalau seorang penyanyi menyebutnya sebagai panggung sandiwara).</p>
<p>Termasuk tentu saja aktivitas manusia dalam pemilihan umum (pemilu), sebutlah itu sebagai bagian dari sebuah permainan (juga). Dan namanya permainan,  siapa pun pasti ada saja yang (akan) tergoda untuk main-main dan mempermainkan.</p>
<p>Caranya bagaimana? Ada seribu satu cara untuk main-main atau pun mempermainkan, namun intinya adalah <em>ngakali srana nyimpang saka pranatan. Nguriki,</em> itu berlaku <em>urik</em>; dan siapa yang berlaku <em>urik</em> ialah dia atau mereka yang tadi disebutkan <em>ngakali srana nyimpang saka pranatan</em>, berlaku tidak jujur dengan cara menyimpang dari aturan yang telah ada.</p>
<p>Itulah <em>urik, yakni ora bares</em>, tidak jujur, main curang; dan yang dipakai sebagai medianya tentu saja permainan itu sendiri berikut segala aturan permainannya.</p>
<p>Kalau <em>urik</em> diterapkan di laga sepak bola, ya berarti cara <em>nguriki-</em>nya tentu saja segala permainan dan aturan permainan di sepak bola.</p>
<p>Dalam sepakbola itu ada banyak peran dijalankan: ada pelatih, ada manajer, ada pemain, ada wasit, dan ada lainnya lagi. Siapa dapat <em>urik </em>di sana? Pemain bisa, wasit bisa, pelatih bisa. Caranya? Bermacam-macam cara, tetapi semua cara itu ditentukan oleh apa tujuan <em>urik</em>-nya.</p>
<p>Mau menang atau mau kalah.  Memang ada permainan dengan tujuan mau kalah?  Dunia ini, panggung sandiwara …………….</p>
<p><strong>Urik-urikan  </strong></p>
<p>Kalau <em>urik</em> bermakna tidak jujur lewat menyimpang dari aturan; maka tindakannya disebut <em>urik-urikan</em>, maksudnya akal-akalan. Siapa pun sangat berpeluang untuk akal-akalan seperti ini; lagi-lagi yang kepingin (ngebet??)  menang sangat mungkin menjalankan <em>urik-urikan</em>, pun yang (sengaja) mau kalah, -apalagi yang jelas akan kalah- , sangat mungkin juga bertindak/bermain akal-akalan. Komplitlah makna <em>urik lan urik-urikan </em> itu.</p>
<p>Sedemikian suram seperti itukah makna sebuah permainan karena “niscaya” disertai <em>urik lan urik-urikan</em>? Tentu saja tidak. Mereka yang berlaku <em>urik atau urik-urikan, </em>dari segi jumlah pasti amatlah sedikit; dan jangan lupa mereka pasti akan “main cantik” agar tidak nampak sedang bertindak <em>urik utawa urik-urikan</em>.</p>
<p>Dalam macam-ragam tindakan <em>urik utawa urik-urikan</em> oleh segelintir orang itu, masyarakat diharapkan tidak sekedar berlaku sebagai penonton dan bersorak belaka. Masyarakat memang bukan wasit permainan, namun tetap dapat memberikan masukan, koreksi, bahkan protes manakala menengarai ada tindakan <em>urik utawa urik-urikan. </em> Inilah yang disebut kontrol sosial dan porsi masyarakat terutama ada di sini ini.</p>
<p>Dalam konteks pemilu, kontrol sosial masyarakat dapat diaktualisasi antara lain lewat mengritisi para “tokoh/pemain” agar mereka tidak menempuh cara-cara <em>urik lan urik-urikan. </em></p>
<p><strong><em>JC Tukiman Tarunasayoga, Ketua Dewan Penyantun Soegijapranata Catholic University                                                                                                   </em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/11/urik">Urik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinporapar dan Fakultas Teknologi Pertanian SCU Kembangkan Kewirausahaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/06/dinporapar-dan-fakultas-teknologi-pertanian-scu-kembangkan-kewirausahaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 12:57:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinporapar]]></category>
		<category><![CDATA[Dr A Rika Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Ch Yekti]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Christiana Retnaningsih]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[SCU]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=342605</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah bersama Program Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Soegijapranata Catholic University (SCU), menjalin kerja sama untuk program pengembangan kewirausahaan pemuda berbasis klaster, pada Rabu-Jumat (7-9/6/2023). Kegiatan itu berupa workshop pembuatan kue, yang berlangsung di Hotel Muria Semarang dan di Laboratorium Pangan FTP SCU. Peserta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/06/dinporapar-dan-fakultas-teknologi-pertanian-scu-kembangkan-kewirausahaan">Dinporapar dan Fakultas Teknologi Pertanian SCU Kembangkan Kewirausahaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah bersama Program Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Soegijapranata Catholic University (SCU), menjalin kerja sama untuk program pengembangan kewirausahaan pemuda berbasis klaster, pada Rabu-Jumat (7-9/6/2023).</p>
<p>Kegiatan itu berupa workshop pembuatan kue, yang berlangsung di Hotel Muria Semarang dan di Laboratorium Pangan FTP SCU. Peserta pelatihan ini ada sebanyak 100 pemuda, dari berbagai kabupaten yang ada di Jateng.</p>
<p>&#8221;Ini merupakan kegiatan workshop bersama kedua, antara Dinporapar Jateng dan FTP SCU, setelah yang pertama pada 2022 lalu,&#8221; kata Dr Christiana Retnaningsih, dari FTP SCU.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/06/06/bpc-hipmi-apresiasi-kinerja-dpmptsp-kabupaten-demak">BPC Hipmi Apresiasi Kinerja DPMPTSP Kabupaten Demak</a></strong></p>
<p>Workshop terbagi dalam dua kegiatan, yakni pengembangan wawasan mengenai potensi kue/snack, aspek sanitasi dan higienitas, pengolahan, kemasan produk, dan prospek bisnis kue.</p>
<p>Beberapa materi itu akan diberikan oleh tiga narasumber dari FTP SCU, yakni Dr Christiana Retnaningsih, Dr A Rika Pratiwi, dan Dr Ch Yekti.</p>
<p>Peserta juga akan menjalani praktik pengolahan kue, di Laboratorium Pangan FTP SCU, didampingi instruktur dari laboratorium dan mahasiswa senior dari FTP. Diharapkan workshop ini akan memantik semangat kewirausahaan para peserta.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/06/dinporapar-dan-fakultas-teknologi-pertanian-scu-kembangkan-kewirausahaan">Dinporapar dan Fakultas Teknologi Pertanian SCU Kembangkan Kewirausahaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>