<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>real madrid Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/real-madrid/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Mar 2026 01:50:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>real madrid Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 10:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?// (Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026) PANGGUNG juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan? Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-547953 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>PANGGUNG</strong> juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan?</p>
<p>Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang disebut-sebut bakal memuluskan prediksi laju Arsenal. Ketika sejumlah raksasa Eropa berbaku hantam dalam <em>big match</em> di babak 16 besar, Meriam London bertemu lawan yang diperkirakan relatif bisa diatasi, Bayer Leverkusen.</p>
<p>Enam belas tim, yang terdiri dari delapan unggulan dan delapan non-unggulan, diundi untuk menentukan lawan di fase gugur. <em>Leg</em> pertama 16 besar akan digelar 10-11 Maret, dan <em>leg</em> kedua 17-18 Maret.</p>
<p>Kali ini, Arsenal kembali diunggulkan, walaupun seperti biasa “dikepung” oleh kekuatan-kekuatan bertradisi juara seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen, Chelsea, juga juara bertahan Paris St Germain, dan Manchester City.</p>
<p>Pertemuan keras akan berlangsung antara Real Madrid versus Manchester City, PSG menghadapi Chelsea, Newcastle United bersua Barcelona. Liverpool juga kembali bertemu Galatasaray setelah sebelumnya sempat kalah di fase liga. Tottenham Hotspur ditantang Atletico Madrid, sementara Arsenal melawan Bayer Leverkusen.</p>
<p><strong>Relatif Lebih Ringan</strong><br />
Di antara enam wakil Inggris, Arsenal punya jalur yang relatif lebih ringan. Chelsea harus menghadapi PSG, Manchester City ditantang Real Madrid, Tottenham berjumpa Atletico Madrid, Liverpool melawan Galatasaray, dan Newcastle kembali menghadapi Barcelona.</p>
<p>Terakhir kali, Arsenal bertemu Bayer Leverkusen pada 2002, dan menang 4-1. Leverkusen kini cenderung kurang stabil setelah ditinggal oleh pelatih Xabi Alonso, dan sejumlah pemain pilar. Sementara The Gunners sedang dalam performa apik di berbagai ajang.</p>
<p>Sesuai bagan, jika lolos ke perempatfinal, Declan Rice dkk akan bertemu dengan pemenang Bodo/Glimt vs Sporting CP. Apabila menang, calon lawannya di semifinal adalah pemenang antara Barcelona vs Newcastle yang harus berebut tiket dengan pemenang Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur.</p>
<p>Dengan skema itu, diperkirakan Arsenal minimal mampu lolos ke semifinal, menyamai bahkan melampaui capaian musim lalu. Pada Liga Champions 2024-2025, tim racikan Mikel Arteta itu masuk semifinal sebelum kalah dari PSG dengan agregat 1-3. PSG kemudian menjadi juara.</p>
<p>Dari enam wakil Inggris, hanya Liverpool, Chelsea, dan Manchester City yang pernah meraih trofi Liga Champions. Liverpool enam kali juara, Chelsea dua kali, dan Manchester City satu kali.</p>
<p>Lalu siapa yang paling berpeluang juara?</p>
<p>Opta, mesin statistik sepak bola, merilis prediksinya, bahwa Arsenal-lah yang berpeluang terbesar, dengan 27,4 persen. Menyusul kemudian Bayern Munich (14,3 persen), Liverpool (12,8 persen), Manchester City (10,8 persen), Barcelona (7,7 persen), dan Chelsea (6,8 persen). Real Madrid justru terlempar dari enam besar, berada di peringkat kesembilan dengan 2,8 persen, di bawah PSG (4,6 persen).</p>
<p>Sedangkan Newcastle United justru berada di atas PSG dan Madrid, dengan persentase peluang juara sebesar 4,7 persen.</p>
<p><strong>Tidak Mudah</strong><br />
Tentu pelatih Mikel Arteta menyadari, peluang untuk gagal di Liga Champions lebih besar ketimbang sukses. Dalam sejarah, Arsenal hanya satu kali menembus final Liga Champions yakni pada 2006, namun kalah 1-2 dari Barcelona dalam laga yang disebut-sebut sebagai “final ideal”.</p>
<p>Musim lalu, mereka melaju sampai ke semifinal. Dengan konfidensi tinggi karena sukses menundukkan Real Madrid di perempatfinal, Arsenal malah dikalahkan PSG yang akhirnya juara.</p>
<p>Mungkinkah Arteta bisa mengubah sejarah Arsenal dengan menjadi juara Liga Champions, dalam kesempatan terbaik musim ini?</p>
<p>Pencapaian terbaik Arsenal di pentas Eropa dicatat dalam ajang dengan level lebih rendah, yakni Piala Inter-Cities Fairs pada 1970, dan Piala Winners’Cup pada 1994 &#8212; gelar terakhir diakui oleh UEFA. Arsenal tampil di Piala Super Eropa 1994, dan kembali hadir di partai puncak Piala Winners’Cup tahun berikutnya.</p>
<p>Hampir tiap tahun, setidak-tidaknya selama empat musim terakhir, Arsenal selalu dijagokan untuk berbicara banyak di Liga Champions. Ketika tahun ini kembali difavoritkan, tentu beralasan karena mereka memiliki model tampilan impresif bukan hanya di Liga Primer, tetapi juga di ajang yang lain.</p>
<p>Wajar apabila para pengamat berpikir, “Inikah waktunya mereka berjaya?”</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Girona]]></category>
		<category><![CDATA[Hansi Flick]]></category>
		<category><![CDATA[Kerapuhan]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Penjaga Gawang]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=545386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kegamangan mengadang/ di pendakian akhir/ ketika persaingan memanas/ dan makin tajam/ inikah musuh sesungguhnya?/ rasa, jiwa, dan realita&#8230;// (Sajak “Di Puncak Pendakian”, 2026) KETEGANGANKAH yang sedang dihadapi oleh Barcelona dalam perpacuan akhir di La Liga menghadapi seteru utamanya, Real Madrid? Kita menangkap nuansa-nuansa. Ada suasana tertekan. Ada kondisi penuh ketegangan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan">Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-545388 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kegamangan mengadang/ di pendakian akhir/ ketika persaingan memanas/ dan makin tajam/ inikah musuh sesungguhnya?/ rasa, jiwa, dan realita&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Di Puncak Pendakian”, 2026)</strong></p>
<p><strong>KETEGANGANKAH</strong> yang sedang dihadapi oleh Barcelona dalam perpacuan akhir di La Liga menghadapi seteru utamanya, Real Madrid?</p>
<p>Kita menangkap nuansa-nuansa. Ada suasana tertekan. Ada kondisi penuh ketegangan. Ada kecemasan. Ada pula ketakutan. Lalu ditemukan masalah. Kedua klub “musuh bebuyutan” itu saling mengintip dan menyalip. Kita mengenal ungkapan Jawa, “<em>silih ungkih, singa lena&#8230;</em>”. saling mencari celah kelengahan lawan.</p>
<p>Dan, Barcelonakah yang tampak menghadapi ketertekanan di puncak pendakian? Ya, mirip dengan yang dihadapi Arsenal dari rongrongan Manchester City di Liga Primer.</p>
<p>Barca dan Madrid menyisakan 14 laga, dengan rivalitas perebutan trofi yang diperkirakan memanas sampai akhir.</p>
<p>Kekalahan mengejutkan Barca dari Girona pekan lalu membuat Madrid naik memimpin klasemen. Blaugrana gamang, karena ini adalah kekalahan kedua dalam sepekan. Sebelumnya, mereka dihumbalangkan Atletico Madrid 0-4 di semifinal <em>leg</em> pertama Copa del Rey.</p>
<p>Dua hasil buruk itu memunculkan tanda tanya, ada apa dengan Barca? Sedemikian mudahkah gawang Los Cules dibobol dengan gelontoran gol? Ada masalahkah pertahanan mereka yang sebenarnya punya lapis terakhir kiper setangguh Joan Garcia?</p>
<p><strong>Pengakuan Joan Garcia</strong><br />
Sang kiper mengakui, timnya perlu perbaikan di lini pertahanan. Dia menyebut Barca kebobolan terlalu banyak. Mereka baru mencatat 12 <em>cleansheet</em> dalam 38 laga, dan kebobolan 46 gol. Gawang Barca jebol pada setiap laga, dan kini sudah mencapai 25 gol.</p>
<p>“Kami para kiper berusaha menyelamatkan semua tembakan yang datang. Sayangnya, ada lebih banyak peluang daripada yang kami inginkan hari ini. Penyelamatan saya tak berarti banyak jika kami tidak meraih poin,” ujar Garcia seperti dikutip <em>Tribuna</em> (<em>detik.com</em>, 17-02-2026).</p>
<p>Menurut Joan Garcia, Barca perlu meningkatkan performa. “Kami terlalu mudah kebobolan. Kami perlu menganalisis ini. Kami memiliki waktu istirahat sekitar satu minggu tanpa laga di tengah pekan. Ini akan membantu kami menyelesaikan semuanya dan bekerja secara efektif”.</p>
<p>Barcelona kini mempersiapkan diri menjelang laga melawan Levante di pekan ke-25, Minggu besok. Mereka menempati posisi kedua klasemen dengan 58 poin dari 24 laga, dua poin di belakang Madrid yang mengalahkan Real Sociedad 4-1.</p>
<p><strong>Masalah di Pertahanan</strong><br />
Pelatih Hansi Flick juga mengakui kelemahan organisasi pertahanan. Dari keunggulan melalui gol Pau Cubarsi pada menit ke-59, akhirnya disamakan dan diungguli Girona.</p>
<p>Flick enggan membahas keputusan wasit terkait gol kedua Girona yang kontroversial, karena sebelumnya terjadi pelanggaran kepada Jules Kounde. “Saya tidak ingin berbicara tentang itu. Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua. Girona pantas menang,” katanya.</p>
<p>Dia menilai, timnya menunjukkan pertahanan yang sangat buruk, terutama dalam situasi transisi. Timnya terlalu terbuka, dan lini tengah tidak berada pada posisi yang semestinya. Ini adalah alarm yang membutuhkan penangkal secepatnya (<em>bola.com</em>, 17-02-2026).</p>
<p>Kata Flick, masalah yang dihadapi bukan hanya kesalahan individu, tetapi juga koordinasi antarlini yang lemah. Sering terlambat menutup ruang, sehingga lawan mudah merambah ke kotak penalti tanpa mendapatkan tekanan yang berarti.</p>
<p>“Tim ini belum mencapai kondisi mental dan taktik yang optimal. Kami tidak merasa nyaman dan tidak menempatkan diri dengan baik. Tim ini tidak berada dalam kondisi yang bagus sekarang. Kami harus tenang dan kembali menjadi seperti sebelumnya,” ucap pelatih asal Jerman itu.</p>
<p>Barcelona masuk ke fase persaingan dengan Real Madrid yang menuntut kesiapan sebagaimana sering mereka hadapi pada musim-musim sebelumnya. Kematangan mental dan ketenangan menjadi penopang utama dari restorasi teknis terkait pertahanan yang diketahui rapuh. Kita menunggu perbaikan apa yang akan dilakukan Flick. Selama ini, Barca dikenal sebagai tim dengan produktivitas gol tinggi, namun kini mereka disibukkan oleh kerapuhan pertahanan.</p>
<p>Fase ketegangan seperti ini memang biasa muncul pada saat-saat menentukan. Ada-ada saja masalahnya. Di Liga Primer, Arsenal mengalami dalam tiga musim terakhir. Sangat dijagokan meraih trofi, namun terpeleset di saat-saat akhir. Apakah ini adalah musim mereka untuk berjaya, seperti juga Barcelona yang berjuang mempertahankan gelar juara?</p>
<p>Lamine Yamal dkk perlu secepatnya memperbaiki kelemahan yang jarang mereka alami sebelumnya. Apakah kerapuhan pertahanan itu dipicu oleh ketegangan menghadapi persaingan yang makin membara?</p>
<p>Anda pasti paham, kondisi ini pada sisi lain, menumbuhkan kepercayaan diri bagi para rival, terutama Real Madrid&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan">Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 10:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aura Permusuhan]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Milan]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Rivalitas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539767</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi// (Sajak “El Clasico”, 2026) SIAPAKAH yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona? Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-539768 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi//</em><br />
<strong>(Sajak “El Clasico”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona?</p>
<p>Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk mengobarkan aura permusuhan, misalnya antara dua Manchester: United dan City, atau Manchester Merah dan Manchester Biru.</p>
<p>Di Liga Seri A, ada laga Derby Milan yang sarat gengsi: Internazionale Milan versus AC Milan, atau di Bundesliga antara Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund dengan label Der Klassiker. Atau dalam skala tertentu, di Liga Super Indonesia kita mengenal laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya vs Arema Malang.</p>
<p>Siapa yang menyalakan, siapa pula yang merawat, dan siapa menyuburkannya?</p>
<p>Dasar-dasar perseteruan memang sudah ada dari latar sejarah kedua kubu, yang disadari atau tidak, menarik minat media untuk mengolah, mengeksploitasi, menjadi sajian yang terkemas dalam sebuah daya tarik, dan ujungnya: viral. Sudut pandangnya memberi realitas ada pertentangan berbasis elemen-elemen penyubur penuh emosi, primordi, mungkin pula politik, yang menciptakan <em>magnitude</em>.</p>
<p>Media mengolah setiap potensi pertemuan panas itu dengan indikator-indikator yang terkait dengan perkembangan terkini, pemicu, dan langkah-langkah kedua klub menyiapkan diri ke laga terbaru. Bahkan dengan <em>framing</em> yang dipilih menonjolkan<em> angle-angle</em> tertentu.</p>
<p>El Clasico Real Madrid vs Barcelona, misalnya, bergerak dengan dinamika yang digiring oleh opini media, sejak 1929. Duel ini, sama seperti laga-laga klasik di sejumlah liga, membara dengan berbagai indikator latar belakang dan representasi penyulutnya. Latar politik Spanyol di belakang kedua klub juga “menyuarakan” emosi tersendiri pada setiap pertemuan mereka. El Clasico berlatar belakang perlawanan bangsa Catalan yang direpresentasikan oleh Barelona terhadap kekuasaan diktatorial Jendeal Franco di Ibu Kota Spanyol, Madrid.</p>
<p><strong>“Perang Propaganda”</strong><br />
Di ranah media, Madrid disokong oleh <em>AS</em> dan <em>Marca</em>, sedangkan Barcelona didukung <em>Sport</em> dan <em>Mundo Deportivo</em>. Keempat media ini sering terlibat adu opini yang beraksen “perang propaganda” demi menciptakan berita-berita bombastis dan viral, yang tentu berpengaruh dalam politik pemberitaan dengan <em>framing</em> masing-masing.</p>
<p>Peran media dalam penyuburan representasi identitas sebuah klub, benar-benar tercermin dari pemberitaan tentang El Clasico. Sangat terasa bagaimana tensi laga klasik ini dieksploitasi. Duel ini menjadi fenomena global, yang oleh setiap media diapungkan menjadi bagian terpenting dalam sepak bola internasional. Penggemar Barca dan Madrid di seluruh dunia punya cara sendiri dalam meng-<em>up date</em> perkembangan klub yang didukungnya.</p>
<p>Sepekan lalu, baru saja kita simak final Piala Super Spanyol di Stadion Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, mengetengahkan El Clasico yang dimenangi 3-2 oleh Barcelona.</p>
<p>Superioritas Barca begitu terasa di partai puncak itu. Pada sisi lain “luka” Madrid makin menganga. Penegasan dominasi Les Cules tergambar dari lima pertemuan terakhir. Di La Liga (26 Oktober 2025) Real Madrid 2-1 Barcelona; La Liga (11 Mei 2025) Barcelona 4-3 Real Madrid; final Copa del Rey (24 April 2025) Barcelona 3-2 Real Madrid; final Piala Super Spanyol (12 Januari 2025) Real Madrid 2-5 Barcelona; dan La Liga (26 Oktober 2024) Real Madrid 0-4 Barcelona.</p>
<p>Sejak pertemuan pertama dua raksasa Spanyol itu pada 1929, Real Madrid masih unggul satu strip dengan 106 kali menang, Barcelona membukukan 105 kemenangan, dan seri 52 kali. Kedua klub akan kembali bertemu pada 10 Mei 2026 mendatang.</p>
<p><strong>Lebih Meyakinkan</strong><br />
Menjelang keberangkatan ke Jeddah, Barcelona didukung oleh rekor <em>head to head</em> yang lebih meyakinkan. Mereka mengemas empat kemenangan dari lima pertemuan sejak awal 2024-2025. Namun dalam laga terakhir di Santiago Bernabeu, Oktober silam Blaugrana kalah 1-2 di hadapan fans Madrid.</p>
<p>“Kekalahan di liga itu sangat sulit buat kami, rasanya menyakitkan, tetapi sekaligus menjadi motivasi tambahan untuk pertandingan besok,” kata bek serba bisa Barca, Eric Garcia di laman resmi klub.</p>
<p>Bagi dia, momen final Piala Super itu adalah kesempatan untuk membalas, namun yang terpenting adalah memenangi trofinya. “Jika kami bisa memperbaiki aspek-aspek yang kurang bagus di Bernabeu, maka saya yakin kami akan mendapatkan hasil yang bagus,” ucapnya. (<em>detik.com</em>, 11 Januari 2026).</p>
<p>Setelah kekalahan di Bernabeu itu, Barca memenangi 12 dari 14 laga berikutnya di semua kompetisi dengan hanya sekali kalah. Eric Garcia dkk membukukan sembilan kemenangan berturut-turut, termasuk saat menggulung Athletic Bilbao 5-0 di semifinal Piala Super Spanyol.</p>
<p>Dan, langsung atau tidak langsung, hasil El Clasico terakhir itu memicu pemberhentian Xabi Alonso, hanya kurang dari 24 jam setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.</p>
<p>Pelatih yang didatangkan dari Bayer Leverkusen untuk menggantikan Carlo Ancelotti itu baru memimpin tim dalam 34 laga, memberi 24 kemenangan, 4 kali imbang, dan 6 kali kalah di semua kompetisi. Hasil yang tidak buruk, sebenarnya, mencatat 70 persen lebih kemenangan.</p>
<p>Momen ini menggambarkan, betapa persaingan Madrid dengan Barca bisa memberi tafsir emosional yang sangat cepat, antara lain dalam menilai kapasitas seorang taktikus. Alonso dan para pemain tidak menduga akan ada keputusan manajemen Los Blancos sedrastis itu.</p>
<p>Hubungan Xabi Alonso dengan sejumlah pemain memang kurang harmonis, namun pemberhentian itu, bagaiamanapun cukup mengejutkan. Dan, yang dijadikan momentum rupanya adalah El Clasico.</p>
<p>Ya, setiap pertemuan menambah catatan sejarah yang makin menegangkan. Setiap laga bakal menyemaikan bara dendam baru. Luka pun makin memperdalam rivalitas. Dan, oleh media, setiap elemen pertandingan bisa dijadikan indikator yang mempersubur ketegangan, baik menjelang, pada saat, maupun setelahnya.</p>
<p>Di seluruh dunia, media mem-<em>blow up</em>-nya dalam daya tarik mediatika, dengan beragam elemen yang menjadikan El Clasico sebagai pusat. Dari statistik, kisah pemain utama dan bintang baru, transfer-transfer kontroversial, statemen, hingga berbagai potensi sentuhan emosional.</p>
<p>Ke depan, bara perseteruan itu tampaknya tidak akan mereda. Media tetap memosisikan duel klasik itu sebagai daya tarik sepak bola yang tak hanya berpusar tentang olahraga ini. Dia &#8212; El Clasico &#8212; menjadi ekosistem dalam kehidupan masyarakat yang mengetengahkan drama politik, representasi identitas sebuah komunitas, dan aneka drama sepak bola. Dalam laga ini, olahraga hanya menjadi bagian dari subsistem, selebihnya adalah representasi kehidupan manusia.</p>
<p>Dan, El Clasico menjadi makin membara dalam kemasan pemberitaan media&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.id">Suarabaru.id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Xabi Alonso dan Tantangan Ruang Ganti: Filosofi-Konsistensi-Akomodasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/03/xabi-alonso-dan-tantangan-ruang-ganti-filosofi-konsistensi-akomodasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aura]]></category>
		<category><![CDATA[Daya Juang]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kegembiraan]]></category>
		<category><![CDATA[Kondusif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelatih]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Ganti]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537523</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tentulah tak mungkin / membuat senang semua orang/ bukankah keyakinan taktik/ dan rancangan strategi/ membutuhkan konsistensi/ dan keputusan?// (Sajak “Dilema Xabi Alonso”, 2025) SEPERTI apakah atmosfer ruang ganti sebuah tim sepak bola? Demikianlah, dinamika internal sebuah klub acap tergambar dari apa yang terjadi di ruang ganti. Bahasa jurnalisme sepak bola [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/03/xabi-alonso-dan-tantangan-ruang-ganti-filosofi-konsistensi-akomodasi">Xabi Alonso dan Tantangan Ruang Ganti: Filosofi-Konsistensi-Akomodasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537526 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tentulah tak mungkin / membuat senang semua orang/ bukankah keyakinan taktik/ dan rancangan strategi/ membutuhkan konsistensi/ dan keputusan?//</em><br />
<strong>(Sajak “Dilema Xabi Alonso”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SEPERTI</strong> apakah atmosfer ruang ganti sebuah tim sepak bola?</p>
<p>Demikianlah, dinamika internal sebuah klub acap tergambar dari apa yang terjadi di ruang ganti. Bahasa jurnalisme sepak bola biasa menyebutnya sebagai “kondisi di ruang ganti”.</p>
<p>Inilah gambarannya: apakah seorang pelatih sepenuhnya mampu mengendalikan para pemain dengan beragam ego? Apakah ada ekspresi “pemberontakan” dan sikap-sikap melawan? Apakah ada satu-dua pemain punya pengaruh tertentu yang mendominasi keadaan? Apakah ada friksi antarkelompok pemain? Atau, apakah ada suasana dingin sebagai bentuk perlawanan terhadap manajemen?</p>
<p>Seorang pelatih bisa menciptakan suasana kondusif yang memotivasi, menebar energi kegembiraan dan daya juang, atau menumbuhkan aura sebaliknya. Inilah yang akan dinilai, ruang ganti ada dalam suasana seperti apa: penuh gelora, saling mendukung, terkendali, kondusif, atau bernuansa konfliktif? Dan, dalam praktik, pelatihlah yang menjadi “pilot”-nya. Atau, aura seorang pelatih bisa menciptakan tingkat keseganan tertentu dengan pancaran wibawa atau karismanya.</p>
<p>Dan, agaknya, kondisi kurang kondusif kini sedang dihadapi oleh Real Madrid. Sepeninggal Carlo Ancelotti yang sekarang mengarsiteki tim nasional Brazil, Xabi Alonso &#8212; sang penggnti &#8212; melewati hari-hari penuh dinamika. Walaupun membantah terjadi friksi, namun ada fakta-fakta ruang ganti yang cenderung memanas.</p>
<p>Hasil-hasil yang didapat Los Blancos dalam serangkaian partai liga di bawah kepemimpinan Xabi Alonso belum menggambarkan performa memuaskan, seperti yang diharapkan dari kehadiran arsitek yang sukses memoles Bayer Leverkusen di Bundesliga itu.</p>
<p>Pelatih 44 tahun itu, antara lain berkonflik dengan Vinicus Junior, pemain yang selama ini dianggap sebagai figur penting Madrid di samping Dani Carvahal, Federico Valverde, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Rodrygo, Aurelien Tchouameni, Dani Ceballos, Brahim Diaz, Franco Mastantuono, Thibaut Courties, atau Arda Guler.</p>
<p>Vini, yang terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, mengalami penurunan performa dari musim-musim sebelumnya. Dia baru mencetak 5 gol dari 18 laga. Bahkan dalam 10 laga terakhir dia tidak menyumbang gol.</p>
<p>Pemain asal Brazil itu mempermasalahkan Alonso yang selalu menariknya keluar di tengah laga. Tercatat dia hanya tiga kali bermain penuh. Kemarahannya kepada Alonso dimulai dari laga El Clasico melawan Barcelona, Oktober lalu. Pada babak kedua dia diganti dengan Rodrygo. Dia meminta penjelasan kepada Alonso, menolak berjabat tangtan, dan meluapkan kekesalan sebelum masuk ke ruang ganti.</p>
<p>Ini adalah dinamika yang sedang dihadapi oleh Xabi Alonso. Relasi dengan pemain terganggu, performa tim juga belum benar-benar solid.</p>
<p><strong>Belum Sepenuhnya Aman</strong><br />
Dalam perekembangan terkini, hingga pekan kemarin Real Madrid tampak mulai menemukan konsistensi. Secara beruntun, mereka memetik tiga kemenangan. Apakah fakta positif ini bakal mengamankan Alonso, justru ketika kinerjanya sedang dinilai oleh manajemen Madrid dan fans?</p>
<p>Sebelum ini, Madrid hanya memenangi dua dari delapan laga. Los Blancos kemudian memperlihatkan tren positif, mengalahkan Alaves (2-1), Talavera (3-2), dan Sevilla (2-0) di partai liga. Hasil-hasil itu meredakan tekanan besar terhadap Alonso.</p>
<p>Kendati begitu, suasana belum betul-betul “aman”. Para petinggi Madrid masih mengamati kondisi ruang ganti. Meskipun Alonso diyakini sudah mendapat dukungan dari para pemain, namun dia masih harus membuktikan bisa menjaga hubungan dengan pemain-pemain berpengaruh. Dia mesti lebih lunak dalam pendekatan taktis dan kebijakan rotasinya, serta lebih akomodatif terhadap Vinicius yang terang-terangan menentangnya.</p>
<p>Yang harus sama-sama dipahami, seorang pelatih memang punya independensi tinggi dalam menerapkan filosofi permainan lewat skema taktik yang pada saat-saat tertentu boleh jadi tidak mengakomodasi pemain tertentu. Sama seperti yang belum ini menjadi kontroversi serius di Liverpool, ketika pelatih Arne Slot mencadangkan bintangnya, Mohamed Salah karena pertimbangan taktik.</p>
<p>Real Madrid kini menjalani rehat seusai pergantian tahun. Madrid akan mengawali lembar 2026 dengan bertandang ke kandang Real Betis di La Liga, sebelum Atletico Madrid (9/1) di ajang Piala Super Spanyol.</p>
<p><strong>Tekanan Berbeda</strong><br />
Bagaimana dengan spekulasi masa depan Xabi Alonso? Eks gelandang Madrid Toni Kroos menyebut tekanan di klub tersebut memang berbeda. Dia menyatakan simpati, dan meminta pelatih yang sukses bersama Bayer Leverkusen pada musim 2023-2024 itu diberi cukup waktu.</p>
<p>Menurut pemain asal Jerman itu, hal yang paling sulit sebagai manajer adalah melatih di Real Madrid. “Tekanannya berbeda. Di sini Anda bisa menang, dan tidak ada yang senang. Hanya sedikit klub yang seperti itu,” ujar Kroos kepada Football Espana (detik.com, 29 Desember 2025).</p>
<p>“Sebagai tambahan, kalau Anda imbang atau kalah, reaksinya berbeda, karena klub tidak terbiasa dengan ini, dan kritik meningkat. Anda selalu butuh hasil, tetapi saya yakin Xabi pelatih yang sangat bagus dan dia punya kualitas untuk melatih di Madrid, Anda harus memberi waktu”.</p>
<p>Sementara itu, eks rekan Alonso di tim nasional Spanyol, Cesc Fabregas, memaklumi masalah tersebut. Fabregas yang kini melatih Como di Liga Italia menilai, para pemain Madrid berstatus bintang punya ego besar yang sulit dikendalikan. Menjadi tugas berat bagi Alonso untuk mengendalikan ruang ganti. Menurut dia, hal itulah yang membuat Madrid belum konsisten bersama Alonso.</p>
<p>Semasa bermain, Alonso dikenal sebagai sosok yang cerdas. Dia digambarkan bisa membaca, memprediksi, dan mengatur permainan dengan level presisi di atas rata-rata. Dia menjadi metronom, mampu memberikan bola kepada rekannya di saat dan tempat yang tepat. Maka, Pep Guardiola tidak ragu untuk merekrutnya pada 2014-2017 saat melatih Bayern Muenchen, meskipun Alonso sudah 32 tahun. “Karena saya butuh pemain cerdas,” katanya.</p>
<p>Alonso dinilai memiliki talenta alamiah sebagai “pengatur tim” sejak masih bermain. Walaupun tidak menjadi kapten, dia adalah panutan dan pengendali.</p>
<p>Dalam dinamika yang sekarang dia hadapi di Real Madrid, satu hal yang pasti, seorang pelatih tidak mungkin sepenuhnya bersikap akomodatif terhadap pemain tertentu. Dia melangkah dengan filosofi, konsep taktik, game plan, dan keyakinan skematikanya. Yang pasti juga berbeda, Xabi Alonso tidak bisa mengimpelentasikan strateginya saat melatih Bayer Leverkusen untuk Real Madrid.</p>
<p>Ada elemen-elemen filosofi, kultur, karakter, dan pendekatan yang pasti membedakan. Dan, Alonso paham betul itu&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>Wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/03/xabi-alonso-dan-tantangan-ruang-ganti-filosofi-konsistensi-akomodasi">Xabi Alonso dan Tantangan Ruang Ganti: Filosofi-Konsistensi-Akomodasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Lagi Keajaiban Sepak Bola: Franco Mastantuono!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/23/satu-lagi-keajaiban-sepak-bola-franco-mastantuono</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Claudio Etcheverri]]></category>
		<category><![CDATA[Franco Mastantuono]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Megabintang]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Tango]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Next Messi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=492077</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sepak bola tak henti melahirkan talenta/ anak-anak ajaib yang menyihir dunia/ dari nama ke nama/ dan, siapa pula ini/ :diakah bocah yang bakal mengguncang La Liga?// (Sajak “Franco Mastantuono”, 2025) RAHIM sepak bola tak henti melahirkan anak-anak hebatnya. Dunia belum berhenti mempercaturkan siapa yang lebih layak menyandang titel The Greatest [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/23/satu-lagi-keajaiban-sepak-bola-franco-mastantuono">Satu Lagi Keajaiban Sepak Bola: Franco Mastantuono!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-492083 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sepak bola tak henti melahirkan talenta/ anak-anak ajaib yang menyihir dunia/ dari nama ke nama/ dan, siapa pula ini/ :diakah bocah yang bakal mengguncang La Liga?//</em><br />
<strong>(Sajak “Franco Mastantuono”, 2025)</strong></p>
<p><strong>RAHIM</strong> sepak bola tak henti melahirkan anak-anak hebatnya.</p>
<p>Dunia belum berhenti mempercaturkan siapa yang lebih layak menyandang titel The Greatest of All Times (GOAT), Lionel Andres Messi atau Cristiano Ronaldo; ketika Lamine Yamal telah memperlihatkan talenta luar biasa bersama Barcelona, Desire Doue memamerkan aksi-aksi langkanya di Paris St Germain, Estevao Willian unjuk kehebatan bersama Chelsea, atau di Akademi Chelsea Ibrahim Rabbaj terproyeksi betul-betul identik sebagai penerus Messi.</p>
<p>Catatlah ini, di Argentina, nama Franco Mastantuono melejit sebagai penerus megabintang dari Negeri Tango tersebut, justru ketika sebelumnya orang sudah menggadang-gadang Claudio Etcheverri &#8212; yang kini bermain untuk Manchester City &#8212; sebagai “The Next Messi”.</p>
<p>Sama, seperti pada awal pemunculannya, Leo Messi selalu diproyeksikan sebagai “New Maradona”, setelah pemredikatan media atas sejumlah pemain seperti Gheorghe Hagi “Maradona dari Carpathian”, Hossam Hassan “Maradona dari Sungai Nil”, atau calon-calon bintang muda dari Argentina seperti Juan Roman Riquelme, Pablo Aimar, Ariel Ortega, atau Javier Saviola. Dan, baru Messi-lah yang betul-betul membuktikan bisa menyamai, bahkan melewati kehebatan El Pibe de Oro.</p>
<p>Atmosfernya serupa dengan ketika Diego Maradona mulai menyurut, dan kini di pengujung karier Lionel Messi, muncul nama yang diakui punya eksepsionalitas teknis. Kalau penggemar sepak bola Brazil berharap besar pada Estevao dan Endrick sebagai calon penerus Neymar Junior, kini Argentina mulai memfokus pada nama yang meroket: Franco Mastantuono!</p>
<p>Masta, demikian dia biasa dipanggil, musim panas ini bergabung dengan Real Madrid. Bisa dipastikan, “anak ajaib” ini bakal meramaikan La Liga lewat persaingan dengan Lamie Yamal di Barcelona, klub yang merupakan musuh klasik Madrid.</p>
<p>Los Blancos mendatangkan Mastantuono dari River Plate, dengan klausul rilis fantastis: 45 juta euro!</p>
<p>Dalam usia 17 tahun, Mastantuono dianggap paket komplet. Dia bermain sebagai gelandang serang dan sayap. Dua musim di tim senior River Plate, dia mencetak 10 gol dari 64 laga. Dia membantu klub meraih gelar Supercopa Argentina 2023, dan terakhir tampil di Piala Dunia Antarklub 2025.</p>
<p>Simaklah cerita Daniel Brizuela, kepala pencari bakat River Plate ini, bagaimana dia menemukan Franco Mastantuono. Dia terpukau dengan kontrol bolanya. “Di antara segerombolan anak-anak, dia bisa membuat kontrol yang berorientasi dan memberikan umpan yang berakhir dengan gol. Saat itulah saya mengatakan, ini anak ajaib,” katanya kepada <em>Radio Marca</em> (<em>detik.com</em>, 3 Agustus 2025).</p>
<p>Kata Brizuela, keistimewaannya tidak hanya pada apa yang dia lakukan, tetapi bagaimana dan kapan dia melakukan. Mastantuono dinilai memiliki prototipe dari pesepak bola Eropa. Menurutnya, Masta adalah pemain yang sempurna untuk Madrid.</p>
<p>Anak muda ini juga sudah dipanggil ke tim nasional Argentina oleh pelatih Lionel Scaloni, untuk debut Maret lalu saat melawan Chile. Brizuela yakin, Masta akan tampil di Piala Dunia berikutnya. “Dia adalah penerus nomor 10 (Lionel Messi) di tim nasional,” katanya.</p>
<p><strong>Petenis Berbakat</strong><br />
Franco Mastantuono, yang akan diperkenalkan oleh Real Madrid, punya jejak bakat olahraga yang unik. Pemain kelahiran Azul, Buenos Aires 14 Agustus 2007 itu tak hanya mahir bersepak bola, tetapi juga jago memegang raket. Dia menjadi atlet tenis nasional kategori junior, mencapai peringkat 10 besar dalam kelompok usianya.</p>
<p>Minatnya pada sepak bola sangat kuat. Sang ayah, yang berdarah Italia, adalah pelatih di klub lokal River de Azul, tempat dia pertama kali bermain bola pada umur tiga tahun. Dia sempat menolak tawaran dari River Plate pada usia 10 tahun. Keluarganya ingin dia melanjutkan karier di tenis, namun Masta akhirnya memilih sepak bola sebagai jalan hidup.</p>
<p>Keputusan tersebut akhirnya mengantar pada potensi berkembang sebagai pesepak bola. Pada ulang tahunnya yang ke-18, 14 Agustus 2025, dia telah bergabung dengan Real Madrid.</p>
<p>Pada masa-masa pandemi Covid-19, dia bergabung dengan Akademi River Plate. Pada pertandingan terakhir musim itu, Masta langsung bermain dan membantu tim meraih gelar juara liga.</p>
<p>Kontrak profesional pertama ditandatangani pada Agustus 2023. Kontrak dua tahun di River Plate tersebut mencakup klausul pelepasan senilai €30 juta. Sebulan kemudian, pelatih Martin Demichelis memintanya berlatih bersama tim utama.</p>
<p>Tahun 2024 menjadi momen pembuktian kemampuannya. Mastantuono debut resmi pada 28 Januari dalam laga Copa de la Liga Profesional melawan Argentinos Juniors. Beberapa hari kemudian dia mencetak gol indah di Copa Argentina. Dalam laga Superclasico, dia membobol gawang lawan melalui tendangan bebas dari jarak 28 meter, mencatat rekor sebagai pencetak gol termuda River Plate dalam sejarah duel klasik tersebut.</p>
<p>Pelatih tim cadangan River, Pablo Fernandez, terkesima. Dia menyebut Franco Mastantuono sebagai pemain yang mampu menaklukkan lawan dalam duel satu lawan satu, dan punya akurasi tendangan bebas mematikan. Martin Pellegrino, pelatih tim muda River menambahkan, “Dia mampu bermain sebagai <em>enganche</em>, gelandang serang, bahkan penyerang.”</p>
<p>Pablo Aimar, pelatih timnas U17 Argentina memanggil Masta saat masih berusia 15 tahun. Selanjutnya, Javier Mascherano memasukkannya ke U20. Dan, akhirnya Lionel Scaloni memberi debut di tim senior pada 5 Juni 2025 saat melawan Chile di kualifikasi Piala Dunia.</p>
<p>Mastantuono masuk menggantikan Thiago Almada, mencatat sejarah sebagai debutan termuda Tim Tango. Dia memperbarui rekor puluhan tahun Adolfo Heisinger.</p>
<p><strong>Transfer Fantastis</strong><br />
Real Madrid, yang telah memiliki Endrick dan talenta hebat Arda Guler dari Turki, tak menyia-nyiakan kesempatan mengambil Franco Mastantuono. Pada 13 Juni 2025, Madrid mengumumkan, kontrak berdurasi enam tahun telah disepakati, lengkap dengan klausul pelepasan fantastis: €1 miliar atau sekitar Rp 17,5 triliun.</p>
<p>Nilai transfernya mencetak rekor baru dalam sejarah sepak bola Argentina. Total biaya yang dikeluarkan Madrid mencapai €63,2 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Dari jumlah itu, €45 juta (Rp 787 miliar) langsung masuk ke kas River Plate sebagai klausul pelepasan.</p>
<p>Sisanya untuk pajak Spanyol (€11,8 juta), dana asosiasi pemain (€1,4 juta), dana struktural AFA (€0,9 juta), dana sesuai Keputusan 510/2023 (€3,6 juta), dan biaya tambahan lainnya (€0,5 juta). Gaji bersih Mastantuono di Madrid dikabarkan mencapai €3,5 juta per tahun atau sekitar Rp 61 miliar (<em>bola.net,</em> 14 Juni 2025).</p>
<p>Masta tiba di Madrid bukan untuk langsung menjadi pemain utama. Usianya masih sangat muda. Dia membutuhkan waktu. Namun, semua sudah melihat potensinya: tendangan bebas, visi bermain, dribel, dan keberanian di lapangan. Dia punya modal kuat untuk menjadi gelandang modern di masa depan.</p>
<p>Madrid tahu betul apa yang mereka dapatkan: seorang pemain dengan bakat langka, lahir di ekosistem keluarga sepak bola, mentalitas kompetitif, dan dedikasi sejak kecil. Setidak-tidaknya, mereka memiliki aset anak ajaib untuk bersaing dengan jagoan Barcelona: Lamine Yamal.</p>
<p>Keduanya adalah bocah-bocah luar biasa yang lahir dari rahim sepak bola&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/23/satu-lagi-keajaiban-sepak-bola-franco-mastantuono">Satu Lagi Keajaiban Sepak Bola: Franco Mastantuono!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anfield, Pelabuhan bagi “Buruan Paling Sexy”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/28/anfield-pelabuhan-bagi-buruan-paling-sexy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 10:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Florian Richard Wirtz]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Osimhen]]></category>
		<category><![CDATA[Viktor Gyokeres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=481337</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // inikah magnet dagang/ dalam industri sepak bola?/ selalu ada mutiara/ yang diapungkan dengan drama/ : harga, lika-liku transfer/ rekor, dan proyeksi-proyeksi// (Sajak “Florian Wirtz”, 2025) MUSIM ini, dua nama diapungkan di panggung transfer, menandai wajah kapitalisme industri sepak bola. Keduanya menjadi “buruan paling sexy”. Pertama, Florian Wirtz, gelandang serang Bayer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/28/anfield-pelabuhan-bagi-buruan-paling-sexy">Anfield, Pelabuhan bagi “Buruan Paling Sexy”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-481339 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// inikah magnet dagang/ dalam industri sepak bola?/ selalu ada mutiara/ yang diapungkan dengan drama/ : harga, lika-liku transfer/ rekor, dan proyeksi-proyeksi//</em><br />
<strong>(Sajak “Florian Wirtz”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MUSIM</strong> ini, dua nama diapungkan di panggung transfer, menandai wajah kapitalisme industri sepak bola. Keduanya menjadi “buruan paling sexy”.</p>
<p>Pertama, Florian Wirtz, gelandang serang Bayer Leverkusen yang diminati klub-klub besar.</p>
<p>Dan, kedua, Viktor Gyokeres, striker Sporting CP yang juga membuat beberapa klub terpincut meminangnya.</p>
<p>Seperti biasa, saga transfer yang melibatkan persaingan dalam peminatan selalu menghadirkan aneka drama. Dari banderol harga yang melesat makin tak terkendali, tikung-menikung antar-agen, pilihan hati sang pemain, dan proyeksi-proyeksi masa depan.</p>
<p>Angka-angka persaingan untuk mencapai banderol harga sekarang sudah biasa melewati ratusan juta euro atau lebih dari Rp 2 triliun. Investasi klub pun bisa dikalkulasi makin meningkat ke angka-angka yang terus bergerak naik.</p>
<p>Klub-klub yang sering bersaing untuk “menjangkau” plafon tinggi itu antara lain Paris St Germain, Real Madrid, Manchester City, Manchester United, dan Barcelona meskipun dinamika internal klub-klub tersebut juga mengalami keguncangan masing-masing.</p>
<p>Gyokeres yang sangat diminati MU karena faktor keberadaan Ruben Amorim, eks pelatihnya di Sporting, yang sekarang membesut Pasukan Old Trafford, hingga kini belum menetapkan bakal berlabuh ke mana. Tampaknya pemain asal Swedia itu lebih tertarik dengan tawaran Arsenal. Juventus dan sejumlah klub Liga Pro Arab Saudi juga berminat. Kesanggupan memenuhi banderol harga masih dipersaingkan: klub mana yang kira-kira mampu.</p>
<p>Sedangkan Florian Wirtz yamg sebenarnya sangat diincar Bayern Muenchen, sudah memastikan berlabuh di Anfield dengan menyandang status sebagai pemain termahal dalam sejarah Liga Primer. Dia menandatangani kontrak hingga 2030 dengan harga 135 juta euro atau setara dengan Rp 2,9 triliun!</p>
<p>Harga itu menjadi rekor baru Liga Primer, yang sebelumnya dipegang oleh Enzo Fernandez ketika didatangkan Chelsea dari Benfica pada 2023 dengan 121 juta euro. Berturut-turut setelah Enzo Fernandes, dalam daftar 10 besar termahal tercatat nama Jack Grealish, Declan Rice, Moises Caicedo, Romelu Lukaku, Paul Pogba, Antony, Josko Gvardiol, dan Harry Maguire.</p>
<p><strong>Pergerakan Transfer</strong><br />
Musim ini, pergerakan transfer berjalan liar. Victor Osimhen, misalnya, masih menunggu apakah MU betul-betul memboyongnya dari Napoli, setelah kegagalan MU bersaing mendapatkan Gyokeres.</p>
<p>Drama transfer juga menerpa nasib Marcus Rashford, yang ingin bermain untuk Barcelona, tetapi tampaknya cintanya bertepuk sebelah tangan. Aston Villa, klub yang meminjamnya dari MU, juga tak berminat mempermanenkan kepemilikan.</p>
<p>Liverpool sebenarnya juga meminati Alexander Isak, penyerang Newcastle United asal Swedia, namun apakah harga mahal yang dipasang Newcastle United, 70 juga euro atau Rp 1,1 triliun siap dipenuhi The Reds, sementara mereka telah mendapatkan Florian Wirtz dan rekan seklubnya, Jeremi Frimpomg?</p>
<p>Di La Liga, Nico Williams, yang selama ini sangat diandalkan Athletic Bilbao, akhirnya menyepakati bergabung dengan Barca. Ini tak lepas dari peran rekannya di tim nasional Spanyol, Lamine Yamal yang meminta Nico direkrut.</p>
<p>Sementara itu, Gyokeres &#8212; yang memiliki pengalaman bermain sepak bola Inggris bersama Coventry dan Swansea &#8212; pada musim bersama Sporting CP, melampaui angka 50 gol. Selama dua musim, dia berhasil mencetak 97 gol.</p>
<p>Bagaimana dengan striker Napoli, Victor Osimhen? Pemain asal Nigeria itu baru saja menyelesaikan masa peminjaman yang sukses di Galatasaray, Turki, dengan mengontribusikan 37 gol.</p>
<p>Jelas, karena minat Arsenal dan MU begitu besar kepada Gyokeres dan Osimhen, keduanya tentu tidak akan dilepas tanpa banderol transfer yang besar.</p>
<p><strong>Mantap di Liverpool</strong><br />
Florian Richard Wirtz menatap musim ke depan di Anfield dengan tekad besar. Dia menegaskan, kepindahan ke Liverpool bukan untuk bersenang-senang. Dengan masa kontrak lima tahun, pemain kelahiran Pukheim, Jerman 3 Mei 2003 ini bertekad membawa Si Merah meraih lebih banyak gelar.</p>
<p>Pada musim 2024-2025, pemain yang telah 31 kali memperkuat tim nasional Jerman dengan tujuh gol ini membukukan 16 gol, 15 <em>assist</em> dari 45 laga. Selama lima musim di Bay Arena, dia mencatak 57 gol, 65 <em>assist</em> dari 197 laga. Berkat performanya yang mentereng di bawah pelatih Xabi Alonso ketika mengantar Bayer Leverkusen juara, Wirtz menjadi pemain terbaik Bundesliga 2023-2024.</p>
<p>Dia dikenal sebagai gelandang kreatif dengan visi, dribel istimewa, umpan akurat, dan kemampuan mencetak gol, termasuk dari tendangan jarak jauh.</p>
<p>Menurut <em>Werkself Magazin</em> (<em>liputan6.com</em>, 25 Mei 2025), sebagian besar keputusannya di lapangan dibuat secara spontan, namun dia juga bisa membaca gerakan lawan terlebih dahulu untuk menciptakan solusi terbaik. “Saya belajar mengamati lawan dan mengambil keputusan terbaik. Kalau kita tahu apa yang akan terjadi, kita bisa mengantisipasi dan menciptakan keunggulan”.</p>
<p>Dengan kehadiran Wirtz, pelatih Liverpool, Arne Slot punya alternatif permainan yang bisa memperkuat lini serang. Selama ini, dia mengandalkan Dominik Szoboszlai, namun peran pemain asal Hungaria itu terutama diakui karena kerja keras tanpa bola, bukan karena kreativitasnya.</p>
<p>Dalam usia yang masih 22 tahun, Florian Wirtz tampaknya menjadi investasi Liverpool, karena striker andalan, Mohamed Salah sudah 33 tahun.</p>
<p>Kehadiran “pemain paling diburu” ini, bersama pemain lain yang diproyeksikan untuk musim 2025-2026, bisa membuat Arne Slot lebih tenang dalam menatap Liga Primer dan Liga Champions. Secara skematik, dia juga lebih punya kedalaman skuad terutama untuk meracik alternatif lini tengah dan penyerang.</p>
<p>Kita tunggu, sekualitas apa nanti kontribusi Florian Wirtz bersama Pasukan Anfield musim 2025-2026. Bakal sepadankah aksi-aksinya dengan harga yang menobatkan dia sebagai pemain termahal?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/28/anfield-pelabuhan-bagi-buruan-paling-sexy">Anfield, Pelabuhan bagi “Buruan Paling Sexy”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Don Carlo, dan Transformasi Kultural ke Tim Samba Brazil</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/17/don-carlo-dan-transformasi-kultural-ke-tim-samba-brazil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Brazil]]></category>
		<category><![CDATA[Carlo Ancelotti]]></category>
		<category><![CDATA[Cattenacio]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jeitinho]]></category>
		<category><![CDATA[Jogo Bonito]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=474669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // seperti tak henti mencari/ atas nama trofi/ dengan sentuhan yang cocok dan mengerti/ dari kedalaman negeri/ hingga akhirnya/ ke negeri yang beda filosofi// (Sajak “Sepak Bola Brazil”, 2025) KEPUTUSAN Konfederasi Sepak Bola Brazil (CBF) menjadi gambaran, betapa tidak mudah menemukan sosok yang tepat untuk memoles tim nasionalnya. Walaupun sudah menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/17/don-carlo-dan-transformasi-kultural-ke-tim-samba-brazil">Don Carlo, dan Transformasi Kultural ke Tim Samba Brazil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-474676 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// seperti tak henti mencari/ atas nama trofi/ dengan sentuhan yang cocok dan mengerti/ dari kedalaman negeri/ hingga akhirnya/ ke negeri yang beda filosofi//</em><br />
<strong>(Sajak “Sepak Bola Brazil”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KEPUTUSAN</strong> Konfederasi Sepak Bola Brazil (CBF) menjadi gambaran, betapa tidak mudah menemukan sosok yang tepat untuk memoles tim nasionalnya. Walaupun sudah menjadi gagasan lama, memilih Carlo Ancelotti yang <em>notabene</em> berasal dari kutub berbeda filosofi sepak bola, tetap merupakan langkah yang boleh dibilang eksperimental.</p>
<p>Presiden CBF Ednaldo Rodrigues belum lama ini mengumumkan, Ancelotti akan langsung bekerja setelah selesainya Liga Spanyol 2024-2025. Don Carlo menjadi pelatih asing kedua yang memimpin Selecao setelah Filipo Nunez dari Argentina pada 1965. Dia dikontrak hingga Piala Dunia 2026, dengan target meraih juara kali yang keenam setelah 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.</p>
<p>Bagi Don Carlo, ini menjadi pengalaman pertama melatih timnas sejak menjadi asisten Arrigo Sacchi di Timnas Italia pada 1992-1995. Sedangkan bagi CBF, memilih pria 65 tahun itu lebih dari sekadar langkah strategis. Menurut Ednaldo, keputusan ini merupakan deklarasi bahwa Brazil bertekad merebut kembali tempat tertinggi.</p>
<p>Presiden CBF menilai Ancelotti sebagai pelatih terhebat dalam sejarah, yang dipilih untuk memimpin tim nasional terhebat. “Bersama-sama, kami akan menulis babak baru yang gemilang dalam sepak bola Brazil,” ungkapnya.</p>
<p>Don Carlo yang menggantikan Dorival Junior akan mulai bekerja pada 26 Mei mendatang, sehari setelah Madrid menghadapi Real Sociedad di pertandingan terakhir La Liga. Dia akan mempersiapkan Vinicius Junior dkk menghadapi Ekuador dan Paraguay pada 6 dan 11 Juni. Terakhir, Dorival memimpin Selecao melawan Argentina dan kalah 1-4.</p>
<p><strong>Rencana Lama</strong><br />
CBF sudah lama berencana merekrut Ancelotti, namun sang pelatih saat itu belum tertarik, bahkan memperpanjang kontrak dengan Madrid hingga Juni 2026.</p>
<p>Dalam BOLA-BOLA <em>suarabaru.id</em> edisi 1 Juli 2023, saya menulis kolom Ketika “Tanah Suci Sepak Bola” Butuh Sentuhan “Ulama” Manca.</p>
<p>Ada tiga kata kunci dalam judul tersebut. “Tanah Suci Sepak Bola”, butuh sentuhan, dan “ulama” manca.</p>
<p>Seperti sepotong puisi ini, /<em>/ tanah ini menyimpan kekuatan/ kau rasakankah kegaiban dalam diam?/ dengan keingarbingaran/ dengan daya hidup/ dan kini meniupkan energi/ dari aura yang berbeda//</em><br />
<em>(Sajak “Brazil”, 2023)</em></p>
<p>Dan, berlebihankah menyebut Brazil sebagai “tanah suci sepak bola”?</p>
<p>Dalam kolom itu saya menulis: Prestasi, tradisi, dan segala macam eksotika seni mengolah si kulit bundar ada di negeri penghasil kopi terbesar dunia itu. Para seniman sepak bola dengan kemampuan artistik dan teknik aneh-aneh menyatu dengan daya hidup, ekspresi naluriah, dan kultur karnaval yang penuh gairah.</p>
<p>Di sana lahir “pujangga-pujangga sepak bola” yang tak ada duanya. Dari Pele, Garrincha, Jair, Rivelino, Zico, Ronaldo Nazario, Ronaldinho, Kaka, hingga Neymar Junior. Brazil menjadi kutub tersendiri di antara pusat-pusat peradaban sepak bola seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Argentina.</p>
<p>Dengan segala kebesaran itu, kesan apakah yang Anda rasakan ketika CBF kesengsem mendatangkan Carlo Ancelotti, “ulama sepak bola” dari Italia, kutub yang <em>notabene</em> secara ideologis dan gaya bermain menggambarkan paradoksa dengan Brazil?</p>
<p>Sebegitu gentingkah kondisinya, sehingga CBF membutuhkan sentuhan dari tokoh yang dalam “spiritualitas taktik” dan kultural sejatinya berbeda?</p>
<p>Pelatih genius Manchester City, Pep Guardiola pernah masuk radar incaran untuk menyegarkan manajemen Selecao. Juga legenda Real Madrid, Zinedine Zidane. Langkah memboyong Don Carlo diseriusi lewat berbagai pintu pendekatan.</p>
<p>Neymar Junior, misalnya, membentuk opini untuk meyakinkan kepada Ancelotti tentang kehendak perubahan sepak bola negerinya. Ricardo Kaka, yang pernah diasuh oleh Don Carlo di AC Milan disebut-sebut pernah menjadi utusan khusus CBF untuk merayu eks mentornya itu. Legenda Ronado Nazario juga diberitakan menghubungi Don Carlo untuk missi tersebut.</p>
<p>CBF berargumen dengan rasionalitas, bahwa Ancelotti membuktikan mampu mengeksplorasi talenta-talenta Negeri Samba yang bermain untuk Real Madrid, yakni Vinicius Junior, Rodrygo Goes, dan Endrick.</p>
<p>Dalam penilaian Ednalno, banyak pemain yang menyukai Don Carlo. Mereka yang dilatih menceritakan, Ancelotti adalah sosok ideal, sementara yang lain menyatakan ingin dilatih karena dia adalah orang yang tepat. Presiden CBF pun percaya, Ancelotti merupakan figur yang sempurna untuk Selecao.</p>
<p><strong>Kultural</strong><br />
Sejarah sepak bola di negeri lima kali juara dunia itu mencatat, tak mudah mendapat kepercayaan sebagai pelatih. Selain reputasi, juga keberanian mental untuk menjadi “santapan” media. <em>Mindset</em> publik tergambar dari tuntutan “hanya mau <em>copa</em>, hanya mau Piala Dunia”.</p>
<p>Siapa pun dia, sosok pelatih selalu dihadapkan pada pilihan sulit. Setia pada pakem kultural j<em>ogo bonito</em>, atau mencoba mengusung cara bermain yang pragmatis. Sepak bola Negeri Samba itu kental dengan kultur <em>jeitinho</em>, yakni transformasi sikap keseharian yang “tidak tahu apa yang akan dilakukan kemudian”, bergerak lebih menuruti naluri. Dan, ketika naluri seni artistik lebih larut dalam sikap bersepak bola, yang mengemuka adalah pikiran “untuk apa menang, kalau dengan cara yang biasa-biasa saja?”.</p>
<p>Dalam catatan, pelatih yang sukses memadukan pragmatisme dengan keindahan irama tarian samba adalah Carlos Alberto Perreira yang menjuarai Piala Dunia 1994, dan Felipe Luis Scolari arsitek tim 2002. Keduanya belajar dari kegagalan Sebastiao Lazaroni di Piala Dunia 1990 ketika memilih jalur pragmatis secara total. Sedangkan Tele Santana, yang diakui sebagai ideolog sepak bola indah, gagal pada 1982 dan 1986 walaupun Brazil dengan Zico, Socrates, dan Falcao dikenang sebagai “tim paling artistik sepanjang masa”.</p>
<p>Tite sebenarnya bersikap seperti Big Phil, namun keseimbangan yang dia usung di Rusia 2018 dan Qatar 2022 tak membuahkan trofi. Dia lalu digantikan sementara oleh Ramon Menezes, sebelum CBF resmi menunjuk Dorival Junior yang kemudian juga dianggap gagal.</p>
<p>Kini, mendatangkan Carlo Ancelotti, “orang luar” sebagai pilihan yang dianggap paling tepat, walaupun tentu bernuansa spekulasi, baik bagi Brazil sendiri maupun bagi Don Carlo. Bagaimanapun, di tengah arus global sepak bola, CBF dihadapkan pada kontroversi, sama seperti ketika Inggris mendatangkan Sven Goran-Eriksson (Swedia), lalu Fabio Capello (Italia), dan kini Thomas Tuchel (Jerman) untuk mengarsiteki tim nasional Tiga Singa.</p>
<p>Ide ini adalah eksperimen besar bagi Brazil. Ketika para “ulama sepak bolanya” gagal memberi sentuhan yang menghasilkan trofi dunia, Don Carlo menjadi jalan tengah. Bagi Don Carlo sendiri, ”ajaran” yang sukses dia terapkan untuk Parma, AS Roma, AC Milan, Chelsea, dan Real Madrid tentu harus diadaptasikan dengan transformasi kultur dan ideologi yang sama sekali berbeda. Yang menjadi modal adalah talenta sepak bola yang tak pernah kering di negeri ini.</p>
<p>Ancelotti tumbuh dan besar dalam pemahaman filosofi <em>catenaccio</em> Italia, lalu berkembang dengan pendekatan permainan yang dia bangun di klub-klub Italia, dan berbeda pula dasar-dasar yang dia terapkan untuk Chelsea dan Real Madrid.</p>
<p>Menarik untuk menunggu, seperti apa Tim Samba Brazil dalam sentuhan Don Carlo nanti? Bagaimana aplikasi transformatif legenda Italia yang telah bertualang di banyak klub ini, beradaptasi dengan sepak bola Brazil yang sarat dengan seni “pengucapan jiwa”?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/17/don-carlo-dan-transformasi-kultural-ke-tim-samba-brazil">Don Carlo, dan Transformasi Kultural ke Tim Samba Brazil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>El Clasico, dan Musim Superior Barca</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/13/el-clasico-dan-musim-superior-barca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 08:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[El Clasico]]></category>
		<category><![CDATA[Katalonia]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Raja]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=474118</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS HASIL akhir 4-3 dalam el clasico pamungkas musim 2024-2025, menjadi penegasan dominasi Barcelona atas Real Madrid. Musim ini, La Liga ditandai empat laga dua musuh bebuyutan itu, yang semuanya dimenangi oleh Barca. Di La Liga (26/10/2024) Real Madrid kalah 0-4, lalu di Piala Super Spanyol (12/1/2025) Madrid tumbang 2-5. Dalam final [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/13/el-clasico-dan-musim-superior-barca">El Clasico, dan Musim Superior Barca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-474119 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /><strong>HASIL</strong> akhir 4-3 dalam <em>el clasico</em> pamungkas musim 2024-2025, menjadi penegasan dominasi Barcelona atas Real Madrid. Musim ini, La Liga ditandai empat laga dua musuh bebuyutan itu, yang semuanya dimenangi oleh Barca.</p>
<p>Di La Liga (26/10/2024) Real Madrid kalah 0-4, lalu di Piala Super Spanyol (12/1/2025) Madrid tumbang 2-5. Dalam final Copa del Rey (26/4/2025) Barcelona unggul 3-2, dan terakhir di pertandingan liga (11/5/2025) Barca melengkapi kemenangan 4-3.</p>
<p>Barca tak sekadar unggul. Lebih dari itu, membuat catatan hebat dengan mencetak total 16 gol dan hanya kebobolan tujuh kali. Blaugrana mengukir rekor mencetak 16 gol ke gawang Los Blancos dalam satu musim, melewati 13 gol pada 2011-2012 dan catatan Espanyol pada 1929-1930.</p>
<p>Secara keseluruhan, dalam sejarah <em>el clasico</em>, Real Madrid masih unggul 106-104 dari 261 pertemuan. Duel kedua klub itu selalu penuh komplikasi, aneka ketegangan dan unjuk para bintang sebagai aktor-aktor dengan bermacam kisah laga yang mengikuti.</p>
<p>Tak hanya menyimak sepak bola, di laga itu kita merasakan ketegangan dalam mempertaruhkan kehormatan, harga diri, identitas, aneka drama manusia yang beraroma kebencian dan permusuhan. Taktik dan teknik sepak bola seakan-akan larut menjadi urusan nomor sekian.</p>
<p>Pertemuan dua klub ini memberi warna yang berbeda dibandingkan dengan laga-laga klasik lain di sejumlah liga di Eropa.<em> El clasico</em> &#8212; di Bundesliga Jerman diberi label<em> Der Klassiker</em> antara Bayern Muenchen vs Borussia Dortmund, atau duel AC Milan vs Internazionale Milan di Liga Seri A Italia yang menyajikan Derby Della Madonnina, duel klasik Liverpool vs Manchester Unted di Liga Primer, dan <em>Le Classique</em> antara Marseille vs Paris St Germain di Ligue 1 Prancis.</p>
<p>Musim ini, duel dua klub elite Spanyol itu dinuansai dengan aneka tudingan keterlibatan wasit. Madrid beberapa kali curhat, dan pada saat yang sama Barca juga menyampaikan keluhan. Terakhir, menjelang final Copa del Rey, kubu Madrid mengapungkan opini di media mereka, bahwa penunjukan wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea beraroma <em>setting</em> La Liga yang merugikan mereka.</p>
<p>Opini tersebut membuat terganggu kehidupan keluarga sang wasit. Di sekolah, anaknya di-<em>bully</em>. Cara Madrid menuding wasit secara verbal mengundang antipati sejumlah pihak, yang menduga Los Merengues mencoba mengalihkan perhatian apabila kalah dari Barca.</p>
<p><strong>Nuansa Politik</strong><br />
Rivalitas dua tim besar itu memiliki sejarah panjang, terkait dengan dinamika politik Spanyol, dimulai dari partai-partai politik negeri itu yang menggunakan sepak bola sebagai bagian dari upaya mendulang massa.</p>
<p><em>El clasico</em> pertama kali digelar di Stadion Hipodromo Madrid pada 13 Mei 1902. Saat itu Barca menang 3-1.</p>
<p>Rivalitas Barcelona dan Madrid juga tak terlepas dari sejarah perang sipil, gesekan antara bangsa Spanyol dan orang-orang Catalunya. Real Madrid adalah representasi kaum Castille (kerajaan) Spanyol, sementara Barcelona mewakili Katalonia dari daerah otonomi yang pernah ditindas. Katalonia dicap sebagai pemberontak separatis.</p>
<p>Era kediktatoran Jenderal Franco (1939-1973) menjadikan Real Madrid sebagai representasi identitas. Dia membuat El Real superior, dengan mem-<em>pressure</em> klub-klub pesaing. Selain Barcelona yang mewakili Katalonia, Athletic Bilbao sebagai wajah Basque Country juga diposisikan menjadi musuh Madrid.</p>
<p>Pada 1941, Athletic dipaksa berganti nama menjadi Atletico, karena Sang Diktator melarang bahasa apa pun selain Castellano sebagai bahasa resmi Spanyol. Los Leones juga harus menghapus kebijakan yang hanya menggunakan pemain asal Basque.</p>
<p>Latar belakang sejarah itu memicu persaingan dan kebencian di dua kubu. Di era moderen, rivalitas makin terbumbui oleh tren mediatika dengan mencuatkan detail representasi identitas dalam berbagai sisi. Barcelona menjadi musuh bebuyutan Real Madrid!</p>
<p>Persaingan itu mewujud dalam laga yang selalu panas dan penuh komplikasi. Profesionalisme sepak bola, yang antara lain ditandai dengan kepindahan dari satu klub ke klub lain, mengetengahkan drama-drama menegangkan ketika pemain Madrid pindah ke Barca, atau sebaliknya.</p>
<p>Misalnya, kisah Luis Enrique yang hijrah dari Madrid ke Barca, lalu Luis Figo dari Barca ke Madrid, menjadi bumbu panas dalam setiap <em>el clasico</em>. Sebaliknya, Bernd Schuster, Michael Laudrup, lalu Ronaldo Luis Nazario adalah sebagian di antara pemain Barca yang memutuskan hengkang ke Madrid.</p>
<p><strong>Dominasi Barca</strong><br />
Musim 2024-2025 ini, dengan empat kemenangan beruntun, Barcelona memperlihatkan dominasi dalam <em>el clasico</em>. Sejarah terbaru mengetengahkan para pesepak bola dengan kemampuan eksepsional seperti Lamine Yamal, Raphinha, Robert Lewandowski, Fermin Lopez, Ferran Torres, atau Pedri Gonzales beradu kepandaian dengan Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, Luka Modric, atau Rudrygo.</p>
<p>Hasil empat laga klasik terakhir itu menegaskan, Barca memiliki jalan keluar dan mentalitas untuk memenangi persaingan yang kini terus dipersubur oleh media dengan segala keunikan dan pernak-perniknya.</p>
<p>Betapa kompleks: saling curiga dan menuding keberpihakan wasit, bagaimana adu skema taktik antara kedua pelatih, dan formula untuk meracik potensi-potensi pembeda yang dimiliki. Ya, <em>el clasico</em> tak ada matinya&#8230;</p>
<p><em>// bukan sembarang pertandingan/ dua raksasa beradu kesaktian/ duel klasik memuat gengsi/ kehormatan yang melewati sepak bola/ dia telah menjadi kehidupan/ bahkan lebih dari itu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “El Clasico”, 2025)</strong></p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan Suarabaru.Id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/13/el-clasico-dan-musim-superior-barca">El Clasico, dan Musim Superior Barca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 10:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[Rasisme]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=454020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori// (Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025) CATATLAH nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior. Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-454025 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>CATATLAH</strong> nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior.</p>
<p>Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, gelar prestisius yang setara dengan Ballon d&#8217;Or.</p>
<p>Penghargaan itu memupus kekecewaannya gagal meraih Ballon d&#8217;Or, yang Oktober lalu dimenangi Rodri, penggawa Manchester City.</p>
<p>Vini adalah simbol permainan agresif Real Madrid, dan dikenal gigih melawan rasisme. Selama bermain di La Liga, dia kenyang menghadapi olok-olok, hinaan, cercaan, dan perlakuan buruk di lapangan.</p>
<p>Dia melawan. Dengan sikap, opini, dan ekspresi bermain dalam kualitas yang memberi kekuatan &#8220;pembeda&#8221;.</p>
<p>Pemain asal Brasil itu menyuarakan perlawanan setiap kali ada yang mengalami diskriminasi, baik dari sesama pemain di lapangan, maupun dari tribune suporter. Sudah sekitar 20 kali dia bersinggungan dengan insiden rasisme, dalam bentuk olok-olok yang menginsinuasi secara verbal &#8220;gerakan monyet&#8221;, &#8220;koor suara monyet&#8221;, dan &#8220;lemparan pisang&#8221;.</p>
<p>Lalu bagaimana reaksi orang-orang rasis itu ketika Vini Junior meraih pengakuan dari FIFA?</p>
<p><strong>Tidak Menyurut</strong><br />
Hinaan rasis sudah lama menjadi penyakit dalam kompetisi sepak bola. Di zaman kejayaannya, George Oppung Weah yang meraih Ballon d&#8217;Or 1995 juga kerap mengalami. Pemain asal Liberia itu pernah menjadi bintang utama di Paris St Germain, lalu AC Milan.</p>
<p>Pola hinaan yang dia terima mirip dengan yang sekarang dihadapi oleh Vinicius.</p>
<p>Banyak pemain yang merasakan. Liga-liga seperti Spanyol, Italia, Inggris, dan Jerman diwarnai &#8220;virus&#8221; serupa, yang mendorong FIFA mengetengahkan &#8220;ritual&#8221; menjelang pertandingan. Selembar kain dibentangkan di tengah lapangan, bertuliskan &#8220;No Racism&#8221;.</p>
<p>Kampanye antirasis FIFA bertemakan &#8220;Kick It Out&#8221;, faktanya belum melenyapkan perilaku diskriminatif. Sepak bola yang seharusnya menyemaikan kesetaraan dan menghapus sekat perbedaan bagi umat manusia, justru menjadi lahan subur bagi eksploitasi warna kulit.</p>
<p>Pada titik ini, apa makna keterpilihan Vinicius Junior sebagai Pemain Terbaik FIFA?</p>
<p>Banyak yang menganalisis, Vini gagal menjadi pemenang Ballon d&#8217;Or lantaran bersikap vokal terhadap realitas La Liga yang masih meruapkan rasisme.</p>
<p><em>Reuters</em> yang dikutip <em>cnnindonesia.com</em> (29/10/2024), memaparkan pernyataan Vinicius di akun <em>X</em>-nya, &#8220;Saya akan melakukannya 10 kali jika memang harus. Mereka tidak benar-benar siap&#8221;.</p>
<p>Manajemennya mengatakan, unggahan itu bermakna perjuangan melawan rasisme. Faktor itulah yang diyakini menyebabkan Vini tidak memenangkan Ballon d&#8217;Or. Menurut <em>Reuters</em>, dunia sepak bola belum siap menerima pemain yang melawan sistem.</p>
<p><strong>Keistimewaan</strong><br />
Dibandingkan dengan rata-rata maestro sepak bola Brasil, Vinicius menonjol bukan karena permainan sebagai &#8220;seniman Samba&#8221;.</p>
<p>Dia adalah tipe pekerja keras yang ngotot, dengan kekuatan fisik menonjol. Permainannya sebagai gelandang serang sayap efektif untuk bermanuver menuntaskan setiap peluang di depan gawang.</p>
<p>Narasi menarik dia sampaikan saat menerima trofi itu, &#8220;Saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Itu begitu jauh, sehingga tampaknya mustahil untuk sampai ke sini. Saya adalah seorang anak yang hanya bermain sepak bola tanpa alas kaki di jalan-jalan Sao Goncalo, dekat dengan kemiskinan dan kejahatan. Menuju ke sini adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya&#8221;.</p>
<p>Pemain yang lahir di Sao Goncalo, 12 Juli 2000 itu mengawali karier di kampung-kampung. Pelatih masa kecilnya, Cacau, ingat betul talenta Vinicius di laga-laga usia dini.</p>
<p>&#8220;Ketika kami membawanya ke beberapa turnamen antara usia delapan dan sembilan, kami menyadari dia memiliki sesuatu yang istimewa,&#8221; kenangnya.</p>
<p>&#8220;Bahkan lawan-lawannya akan mengatakan, untuk menjaga Vini, Anda perlu sepeda motor!&#8221; candanya.</p>
<p>Bakat saja tak cukup. Vinicius Junior juga punya tekad untuk mewujudkan impian menjadi pesepak bola ternama. Pamannya, Ulysses ingat bagaimana Vini melakoni perjalanan jauh dan sulit untuk berlatih.</p>
<p>&#8220;Transportasi adalah masalah nyata baginya karena dari Sao Goncalo ke tempat latihan Ninho do Urubu yang jauh,&#8221; kata Ulysses.</p>
<p>&#8220;Selalu sulit untuk latihan, sekolah, dan kembali ke rumah. Setelah beberapa saat, dia mulai tinggal di rumah saya. Dia tidak bisa terus ketinggalan sekolah di Sao Goncalo karena latihan di Vargem Grande lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Flamengo kemudian mengajak bergabung pada 2007. Awalnya Vini bermain di tim futsal. Klub kemudian melihat bakatnya di sepak bola.</p>
<p>Ditempa di Flamengo, Vinicius memetik hasilnya pada 2017. Dia diminati Real Madrid, yang menebusnya 46 juta Euro. Saat itu dia menjadi pemain Brasil termahal kedua setelah Neymar.</p>
<p>Lantaran usianya masih 17 tahun, Vini Junior harus menunggu setahun untuk gabung ke Madrid. Dia kemudian benar-benar pindah pada 2018.</p>
<p>Pada awal kedatangannya ke Spanyol, Vinicius sempat memperkuat tim Castilla Madrid. Sesekali dia dimainkan di tim senior. Vini akhirnya permanen pindah ke tim utama sejak musim 2019/2020.</p>
<p>Bersama Madrid, dia memenangi 13 trofi, termasuk tiga gelar La Liga dan dua Liga Champions. Dalam empat musim terakhir, performanya meningkat pesat, membukukan 82 gol. Total, Vinicius mencetak 96 gol untuk Los Blancos. Pelatih Carlo Ancelotti banyak disebut punya pendekatan tepat untuk mengeluarkan seluruh potensi Vini Junior.</p>
<p>Selama tiga tahun bersama Madrid, pemain kelahiran 12 Juli 2000 itu kenyang dengan serangan rasisme, yang tentu menguatkan mentalnya. Vinicius melawan, dengan menunjukkan kualitas permainan level atas.</p>
<p>Pengakuan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, apakah itu akan memperkuat perlawanan terhadap rasisme, hipokritas, dan diskriminasi dalam sepak bola?</p>
<p>Atau ini adalah ekspresi perjuangan kemanusiaan yang hakikatnya tak mengenal akhir?</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Garis Jalan Eropa Pep Guardiola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/06/garis-jalan-eropa-pep-guardiola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 10:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Carlo Ancelotti]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=333320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // masih adakah yang dia cari?/ sekadar naluri tertantang/ dan rasa memenuhi tantangan?/ semua sudah dimiliki/ dia hanya mengejar bukti/ yang takkan ada habisnya&#8230;// (Sajak “Jalan Takdir Pep”, 2023) BERTAKDIRKAH Pep Guardiola meraih trofi Eropa bersama klub di luar Barcelona? Pertanyaan itu mengemuka, karena setelah hijrah ke Bayern Muenchen (2013-2016) lalu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/06/garis-jalan-eropa-pep-guardiola">Garis Jalan Eropa Pep Guardiola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-333324 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// masih adakah yang dia cari?/ sekadar naluri tertantang/ dan rasa memenuhi tantangan?/ semua sudah dimiliki/ dia hanya mengejar bukti/ yang takkan ada habisnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Jalan Takdir Pep”, 2023)</strong></p>
<p><strong>BERTAKDIRKAH</strong> Pep Guardiola meraih trofi Eropa bersama klub di luar Barcelona?</p>
<p>Pertanyaan itu mengemuka, karena setelah hijrah ke Bayern Muenchen (2013-2016) lalu mengarsiteki Manchester City sejak 2016, Pep belum berhasil meraih lagi gelar juara Liga Champions.</p>
<p>Langkah tertinggi bersama Bayern hanya sampai semifinal 2013-2014, dihentikan 0-5 oleh Real Madrid. Sementara itu, City-nya Pep menjejak partai puncak pada 2021, dan dalam kondisi yang sebenarnya diunggulkan, kalah 0-1 dari Chelsea.</p>
<p>Di Barcelona selama 2008 hingga 2012, di luar piala-piala lokal, pria kelahiran 18 Januari 1971 itu mempersembahkan dua trofi utama Eropa, 2009 dan 2010. Dia membangun El Barca menjadi kakuatan utama dunia.</p>
<p>Pria Spanyol itu belum masuk daftar pelatih yang meraih gelar Eropa di dua klub berbeda, seperti Ernst Happel (Feyenoord 1979/Hamburg SV 1983), Ottmar Hitzfeld (Borussia Dortmund 1997/Bayern Muenchen 2001), Jose Mourinho (FC Porto 2004/Inter Milan 2010), Jupp Heynckes (Real Madrid 1998/Bayern Muenchen 2012), dan Carlo Ancelotti (AC Milan 2003, 2007/Real Madrid 2013, 2022).</p>
<p><strong>Parameter Eropa</strong><br />
Seperti halnya ambisi pemilik Paris St Germain, investor Manchester City tampaknya juga butuh parameter kesuksesan dari raihan trofi Eropa.</p>
<p>Ketika gelar liga sudah dikuasai, pembuktian apa lagi yang dikejar kecuali kejayaan Eropa? Dua klub yang di-<em>back up</em> kucuran uang taipan Qatar dan Uni Emirat Arab itu butuh realisasi penaklukan Eropa.</p>
<p>Itulah mengapa The Citizens merekrut Pep Guardiola. Mereka mengingini sang ideolog sepak bola menyerang itu mentransformasikan filosofi dan kejeniusannya, kemenangan dengan permainan indah; namun seperti perjalanannya di Muenchen, sejauh ini jejak Eropa juga belum berhasil dia torehkan.</p>
<p>Musim inikah kesempatan terbaik bagi Pep untuk pembuktian garis jalan Eropa di luar Barcelona?</p>
<p>Artinya, dia harus mampu membawa Kevin de Bruyne dkk mengalahkan Real Madrid di semifinal Mei nanti, lalu menundukkan Inter Milan/AC Milan di laga pamungkas pada 11 Juni.</p>
<p>City berkembang menjadi elemen kekuatan Eropa yang mengesankan, sedangkan Real Madrid punya tradisi dan mentalitas di pelataran Eropa sebagai klub terkuat, pemegang rekor 14 kali juara Liga Champions.</p>
<p>Dari sisi pengalaman, Los Blancos jelas lebih kinclong. Ancelotti mampu meracik sisa-sisa Galacticos dengan sejumlah pilar baru menjadi kekuatan matang. Mentalitas Madrid merupakan cerminan karakter pemenang di “habitat” Eropa.</p>
<p>Sementara itu, The Citizens kini memperlihatkan tren kematangan sebagai pasukan kolektif yang bersandar pada kehebatan para penggawanya.</p>
<p>Sejak 2016 Pep menyulap City sebagai kekuatan elite Liga Primer dengan empat kali juara pada 2018, 2019, 2021, dan 2022, namun dalam petualangan di panggung Eropa secara mental terasa masih ada “<em>barrier</em>” atau “tirai penghalang”.</p>
<p>Musim ini Pep memetamorfosis pasukannya ke fokus ketangguhan mental. Simaklah bagaimana anak-anak Etihad dengan telaten mengejar Arsenal di klasemen liga. Bagaimana pula De Bruyne memperlihatkan maturitas sebagai pemimpin yang mengorkestrasi permainan ofensif bersama Jack Grealish, <em>midfielder</em> dengan pesona <em>skill</em> ala legenda Paul Gasgoigne.</p>
<p>John Stones, Manuel Akanji, Ilkay Gundogan, Bernardo Silva, Ryad Mahrez, Phil Foden adalah puzzle kehebatan yang menopang ketajaman Erling-Burt Halaand dan Julian Alvarez.</p>
<p>Dengan segala plus-minusnya, skematika elok ala Pep memang belum menyamai “keabadian” <em>tiki-taka</em> Barcelona yang dia racik pada 2008-2012, namun kolektivitas yang tergalang selama tiga musim terakhir telah menghadirkan “monster” baru bernama Manchester City.</p>
<p>Kuartet De Bruyne, Grealish, Halaand, dan Mahrez sebegitu mengerikan bagi tim mana pun yang bertemu City.</p>
<p>Dengan taktik apa Carlo Ancelotti menghadapi “badai Citizens”? Pertanyaan yang sama: cukupkah<em> up-trend</em> mentalitas City menghentikan tradisi kuat pemenangan Real Madrid, Mei mendatang?</p>
<p>Semua elemen kedahsyatan sepak bola rasanya bakal tersaji di semifinal City-Madrid. Pelatih genius versus pelatih genius, kiper top Thibaut Courtois vs Ederson Moraes, bek tangguh Antonio Rudiger vs Manuel Akanji, kreator permainan Luka Modric vs De Bruyne, dan “monster gol” Karim Benzema vs Erling Halaand.</p>
<p>Lalu pada titik mana kita memastikan garis jejak Eropa Pep Guardiola di luar realitas capaian mewahnya di Barcelona?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tenga</em>h &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/06/garis-jalan-eropa-pep-guardiola">Garis Jalan Eropa Pep Guardiola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>