Oleh: Amir Machmud NS
// sepak bola tak henti melahirkan talenta/ anak-anak ajaib yang menyihir dunia/ dari nama ke nama/ dan, siapa pula ini/ :diakah bocah yang bakal mengguncang La Liga?//
(Sajak “Franco Mastantuono”, 2025)
RAHIM sepak bola tak henti melahirkan anak-anak hebatnya.
Dunia belum berhenti mempercaturkan siapa yang lebih layak menyandang titel The Greatest of All Times (GOAT), Lionel Andres Messi atau Cristiano Ronaldo; ketika Lamine Yamal telah memperlihatkan talenta luar biasa bersama Barcelona, Desire Doue memamerkan aksi-aksi langkanya di Paris St Germain, Estevao Willian unjuk kehebatan bersama Chelsea, atau di Akademi Chelsea Ibrahim Rabbaj terproyeksi betul-betul identik sebagai penerus Messi.
Catatlah ini, di Argentina, nama Franco Mastantuono melejit sebagai penerus megabintang dari Negeri Tango tersebut, justru ketika sebelumnya orang sudah menggadang-gadang Claudio Etcheverri — yang kini bermain untuk Manchester City — sebagai “The Next Messi”.
Sama, seperti pada awal pemunculannya, Leo Messi selalu diproyeksikan sebagai “New Maradona”, setelah pemredikatan media atas sejumlah pemain seperti Gheorghe Hagi “Maradona dari Carpathian”, Hossam Hassan “Maradona dari Sungai Nil”, atau calon-calon bintang muda dari Argentina seperti Juan Roman Riquelme, Pablo Aimar, Ariel Ortega, atau Javier Saviola. Dan, baru Messi-lah yang betul-betul membuktikan bisa menyamai, bahkan melewati kehebatan El Pibe de Oro.
Atmosfernya serupa dengan ketika Diego Maradona mulai menyurut, dan kini di pengujung karier Lionel Messi, muncul nama yang diakui punya eksepsionalitas teknis. Kalau penggemar sepak bola Brazil berharap besar pada Estevao dan Endrick sebagai calon penerus Neymar Junior, kini Argentina mulai memfokus pada nama yang meroket: Franco Mastantuono!
Masta, demikian dia biasa dipanggil, musim panas ini bergabung dengan Real Madrid. Bisa dipastikan, “anak ajaib” ini bakal meramaikan La Liga lewat persaingan dengan Lamie Yamal di Barcelona, klub yang merupakan musuh klasik Madrid.
Los Blancos mendatangkan Mastantuono dari River Plate, dengan klausul rilis fantastis: 45 juta euro!
Dalam usia 17 tahun, Mastantuono dianggap paket komplet. Dia bermain sebagai gelandang serang dan sayap. Dua musim di tim senior River Plate, dia mencetak 10 gol dari 64 laga. Dia membantu klub meraih gelar Supercopa Argentina 2023, dan terakhir tampil di Piala Dunia Antarklub 2025.
Simaklah cerita Daniel Brizuela, kepala pencari bakat River Plate ini, bagaimana dia menemukan Franco Mastantuono. Dia terpukau dengan kontrol bolanya. “Di antara segerombolan anak-anak, dia bisa membuat kontrol yang berorientasi dan memberikan umpan yang berakhir dengan gol. Saat itulah saya mengatakan, ini anak ajaib,” katanya kepada Radio Marca (detik.com, 3 Agustus 2025).
Kata Brizuela, keistimewaannya tidak hanya pada apa yang dia lakukan, tetapi bagaimana dan kapan dia melakukan. Mastantuono dinilai memiliki prototipe dari pesepak bola Eropa. Menurutnya, Masta adalah pemain yang sempurna untuk Madrid.
Anak muda ini juga sudah dipanggil ke tim nasional Argentina oleh pelatih Lionel Scaloni, untuk debut Maret lalu saat melawan Chile. Brizuela yakin, Masta akan tampil di Piala Dunia berikutnya. “Dia adalah penerus nomor 10 (Lionel Messi) di tim nasional,” katanya.
Petenis Berbakat
Franco Mastantuono, yang akan diperkenalkan oleh Real Madrid, punya jejak bakat olahraga yang unik. Pemain kelahiran Azul, Buenos Aires 14 Agustus 2007 itu tak hanya mahir bersepak bola, tetapi juga jago memegang raket. Dia menjadi atlet tenis nasional kategori junior, mencapai peringkat 10 besar dalam kelompok usianya.
Minatnya pada sepak bola sangat kuat. Sang ayah, yang berdarah Italia, adalah pelatih di klub lokal River de Azul, tempat dia pertama kali bermain bola pada umur tiga tahun. Dia sempat menolak tawaran dari River Plate pada usia 10 tahun. Keluarganya ingin dia melanjutkan karier di tenis, namun Masta akhirnya memilih sepak bola sebagai jalan hidup.
Keputusan tersebut akhirnya mengantar pada potensi berkembang sebagai pesepak bola. Pada ulang tahunnya yang ke-18, 14 Agustus 2025, dia telah bergabung dengan Real Madrid.
Pada masa-masa pandemi Covid-19, dia bergabung dengan Akademi River Plate. Pada pertandingan terakhir musim itu, Masta langsung bermain dan membantu tim meraih gelar juara liga.
Kontrak profesional pertama ditandatangani pada Agustus 2023. Kontrak dua tahun di River Plate tersebut mencakup klausul pelepasan senilai €30 juta. Sebulan kemudian, pelatih Martin Demichelis memintanya berlatih bersama tim utama.
Tahun 2024 menjadi momen pembuktian kemampuannya. Mastantuono debut resmi pada 28 Januari dalam laga Copa de la Liga Profesional melawan Argentinos Juniors. Beberapa hari kemudian dia mencetak gol indah di Copa Argentina. Dalam laga Superclasico, dia membobol gawang lawan melalui tendangan bebas dari jarak 28 meter, mencatat rekor sebagai pencetak gol termuda River Plate dalam sejarah duel klasik tersebut.
Pelatih tim cadangan River, Pablo Fernandez, terkesima. Dia menyebut Franco Mastantuono sebagai pemain yang mampu menaklukkan lawan dalam duel satu lawan satu, dan punya akurasi tendangan bebas mematikan. Martin Pellegrino, pelatih tim muda River menambahkan, “Dia mampu bermain sebagai enganche, gelandang serang, bahkan penyerang.”
Pablo Aimar, pelatih timnas U17 Argentina memanggil Masta saat masih berusia 15 tahun. Selanjutnya, Javier Mascherano memasukkannya ke U20. Dan, akhirnya Lionel Scaloni memberi debut di tim senior pada 5 Juni 2025 saat melawan Chile di kualifikasi Piala Dunia.
Mastantuono masuk menggantikan Thiago Almada, mencatat sejarah sebagai debutan termuda Tim Tango. Dia memperbarui rekor puluhan tahun Adolfo Heisinger.
Transfer Fantastis
Real Madrid, yang telah memiliki Endrick dan talenta hebat Arda Guler dari Turki, tak menyia-nyiakan kesempatan mengambil Franco Mastantuono. Pada 13 Juni 2025, Madrid mengumumkan, kontrak berdurasi enam tahun telah disepakati, lengkap dengan klausul pelepasan fantastis: €1 miliar atau sekitar Rp 17,5 triliun.
Nilai transfernya mencetak rekor baru dalam sejarah sepak bola Argentina. Total biaya yang dikeluarkan Madrid mencapai €63,2 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Dari jumlah itu, €45 juta (Rp 787 miliar) langsung masuk ke kas River Plate sebagai klausul pelepasan.
Sisanya untuk pajak Spanyol (€11,8 juta), dana asosiasi pemain (€1,4 juta), dana struktural AFA (€0,9 juta), dana sesuai Keputusan 510/2023 (€3,6 juta), dan biaya tambahan lainnya (€0,5 juta). Gaji bersih Mastantuono di Madrid dikabarkan mencapai €3,5 juta per tahun atau sekitar Rp 61 miliar (bola.net, 14 Juni 2025).
Masta tiba di Madrid bukan untuk langsung menjadi pemain utama. Usianya masih sangat muda. Dia membutuhkan waktu. Namun, semua sudah melihat potensinya: tendangan bebas, visi bermain, dribel, dan keberanian di lapangan. Dia punya modal kuat untuk menjadi gelandang modern di masa depan.
Madrid tahu betul apa yang mereka dapatkan: seorang pemain dengan bakat langka, lahir di ekosistem keluarga sepak bola, mentalitas kompetitif, dan dedikasi sejak kecil. Setidak-tidaknya, mereka memiliki aset anak ajaib untuk bersaing dengan jagoan Barcelona: Lamine Yamal.
Keduanya adalah bocah-bocah luar biasa yang lahir dari rahim sepak bola…
— Amir Machmud NS, wartawan Suarabaru.Id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah —













