Oleh: Dwi Agus Susila
Unisnu Jepara “Desain Produk” berusaha keras membumikan semangat Kartini dalam desain Industri furnitur, khususnya yang berbasis material kayu, dan kolaborasi material. Ini merupakan salah satu sektor andalan hasil pembelajaran praktikum di studio DesPro.
Namun, seiring dengan dinamika pasar global, perancangan produk tidak lagi cukup hanya mengandalkan keahlian pemakaian alat portable dan tradisional. Ia harus terintegrasi dengan pemahaman mendalam tentang pasar, teknologi masinal dan mesin CNC keberlanjutan yang tercermin pada perkembangan global di Jepara kususnya dan di Indonesia padaumumnya.
Pergeseran Paradigma: Dari Fungsional ke Emosional
Di masa lalu, furnitur kayu dirancang utamanya untuk memenuhi fungsi dasar—sebagai tempat duduk, tidur, atau penyimpanan. Kini, perancang produk dituntut untuk menciptakan furnitur yang lebih dari sekadar fungsional. Produk harus memiliki “cerita,” nilai estetika, dan bahkan nilai emosional yang kuat sehingga mampu mencerminkan nilai adiluhung penciptanya.
Saat ini perancangan produk lebih banyak berfokus pada Identitas Desain: Menciptakan karakter unik yang membedakan produk dari kompetitor. Ergonomi: Memastikan produk nyaman dan aman untuk digunakan. Estetika: Memadukan keindahan serat kayu alami dengan tren desain kontemporer.

Kolaborasi: Kunci Inovasi Industri Furnitur
Perancangan produk tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi sinergis antara: Desainer: Bertanggung jawab atas ide dan konsep kreatif. Mereka melakukan riset pasar dan tren untuk menghasilkan desain yang relevan. Pengrajin: Memiliki keahlian teknis untuk mengolah material kayu.
Pengrajin menjadi jembatan antara ide di atas kertas dan produk jadi yang berkualitas. Produsen: Bertugas mengelola proses produksi, memastikan efisiensi, dan menjaga standar kualitas. Kolaborasi ini akan menghasilkan produk-produk yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kokoh, fungsional, dan efisien dalam produksi.
Memilih Material: Tantangan dan Tanggung Jawab
Pemilihan material kayu adalah tahap krusial. Selain mempertimbangkan kekuatan dan keindahan, perancang produk kini memiliki tanggung jawab lebih terhadap aspek keberlanjutan. Kayu yang digunakan harus berasal dari sumber legal dan dikelola secara bertanggung jawab, seperti yang dibuktikan dengan sertifikasi (misalnya SVLK di Indonesia).
Selain itu, eksplorasi material juga mencakup Optimalisasi Waste: Merancang produk dengan memaksimalkan penggunaan material dan meminimalisir sisa potongan kayu. Kombinasi Material: Menggabungkan kayu dengan material lain seperti metal, kaca, batu paras putih, batu candi hitam, bambu,logam, rotan dan bahan lainnya yang bertujuan untuk menciptakan desain yang lebih segar, inovatif dan laku di pasar konsumen.

Teknologi dalam Perancangan dan Produksi
Integrasi teknologi dalam industri furnitur menjadi keniscayaan. Penggunaan software CAD (Computer-Aided Design) dan CAM (Computer-Aided Manufacturing) seperti SolidWorks, AutoCAD, mesin CNC router, dan CNC laser, akan lebih memungkinkan perancang untuk membuat prototipe manual maupun digital yang akurat dan mempercepat proses produksi. Teknologi ini juga membantu menjaga konsistensi produk, yang sangat penting untuk pasar ekspor yang saat ini sangat tinggi terkait kualitas produknya.
Mahasiswa Prodi.Desain Produk Sebagai Lokomotif Desain dan Produksi
Pembelajaran praktikum membawa mahasiswa Desain Produk memiliki peran strategis dan vital sebagai penggerak utama yang menghubungkan dan mengarahkan seluruh proses desain kreatif dan teknis dalam industry furniture. Lokomotif bermakna bagian paling depan yang berfungsi sebagai mesin penggerak, menarik gerbong-gerbong di belakangnya dalam melaksanakan kolaborasi perancangan produk.
Mahasiswa juga sebagai Pencipta Inovasi terkait sumber ide-ide segar, dan kreativitas yang belum terkontaminasi maupun telah mengalami perkembangan yang dapat memicu perubahan. Mahasiswa sebagai Pemimpin Arah Desain melalui pemahaman teoritis dan praktis akan mampu mengarahkan tren kekinian uang memecahkan permasalahan secara kompleks. Dengan terus berinvestasi pada ide kreatif perancangan produk, industri furnitur Jepara berkembang pesat di kancah internasional.
Penulis adalah Ka. Program Studi Desain Produk Unisnu Jepara













